05 Desember 2008

[ac-i] Undangan: Pameran arsip Sanggar Bumi Tarung [SBT]

Pameran arsip

Sanggar Bumi Tarung [SBT]

Di IVAA Hobby Studio

Jalan Patehan Tengah 37 Yogyakarta

9 - 31 Desember 2008

Buka pameran 09.00-17.00 WIB (hari Sabtu & Minggu libur)


Sanggar Bumi Tarung [SBT], didirikan oleh beberapa perupa muda di Yogyakarta pada tahun 1961 di tengah situasi sosial politik Indonesia yang tengah bergelora. Mereka itu adalah Amrus Natalsya, Misbach Tamrin, Ng Sembiring, Isa Hasanda, Kuslan Budiman, Djoko Pekik, Sutopo, Adrianus Gumelar, Sabri Djamal, Suharjiyo Pujanadi, Harmani, Haryatno dll.

Pameran arsip Sanggar Bumi Tarung ini merupakan rangkaian peluncuran buku dan pameran arsip Sanggar Bumi Tarung yang telah dilaksanakan di Bentara Budaya Yogyakarta. IVAA sebagai lembaga yang bergerak di bidang arsip mengumpulkan arsip-arsip mengenai Sanggar Bumi Tarung yang kemudian di elaborasi dengan data-data mengenai kelompok-kelompok lain yang dekat dengan situasi sosial politik di Indonesia.

Selain data cetak, IVAA juga mempunyai koleksi video wawancara dengan Amrus Natalsya dan Misbach Tamrin mengenai keberadaan Sanggar Bumi Tarung dan juga rekaman audio diskusi yang pada saat launching buku Sanggar Bumi Tarung. Kedua arsip IVAA ini bisa diakses di perpustakaan IVAA.


INDONESIAN VISUAL ART ARCHIVE (IVAA) LIBRARY
Office : Jl. Patehan Tengah No. 37,
Yogyakarta 55133 Indonesia
Phone : +62274375247 | Fax. : +62274372095
E-mail :
library@ivaa-online.org
Website : http://www.ivaa-online.org
Milis: http://groups.yahoo.com/group/ivaa-online/











--
PUBLIC RELATIONS
INDONESIAN VISUAL ART ARCHIVE
Patehan Tengah 37
YOGYAKARTA 55133 - INDONESIA
ph. (+62)(274)(375247)
fax.(+62)(274)(372095)
url. http://ivaa-online.org - http://groups.yahoo.com/group/ivaa-online/
__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: