Lengan Bartledoom membuat mulut pintu itu terbuka.
Sebelum lebar yang sebenar-benarnya lebar, dibiarkannya derit-derit engsel memamerkan suara pilu, menyayat, seperti bisik hatinya pada seseorang yang pernah datang pertama kali.
Di lihatnya juntai kaki putih itu menyeruak dari laut.
Seakan sadar pada mimik tempat tidur, kursi, cermin, meja tulis kecil, almari, Bartledoom mendehem kecil, "Saya memang sudah di kamar ujung, sebuah koridor panjang.
Dan di sinilah saya sekarang, duduk menghadap laut yang dihadirkan mulut lain dari sisi dunia lain."
Sebuah mulut jendela
Malam akan menggelisahkan segenap gemombang laut
namun juga menyenangkan perjalanannya. Perjalanan langkah seseorang yang pernah dilihatnya muncul dari laut dan menyongsong pelan ke arahnya namun samar
seperti mini seri mimpi televisi
Episode kali ini adalah ratusan nama serupa yang dibubuhi tanda tangan
dan oleh jari yang sama.
Ratusan amplop yang tersimpan di sebuah kotak kayu mahoni, ditujukan kepada nama
dan alamat yang sama
Kepada Engkau yang tercinta,
yang tengah lelap dalam dekapan gelap
lalu terjaga oleh matahari yang mengantuk dan lelah
kemudian kau bangkit dan kau pun tampak
mulai melangkah, seakan senyum itu untuk semua manusia
tapi, siapalah yang melihat, selain aku sendiri
seperti sekarang ini, kibaran gaun putihmu diterpa
angin yang sama
seperti aku mendengar alunan nada yang tak pernah berganti
dari tuts-tuts piano yang sama
dengan perasaan serupa
kembali menyeruak dari sebuah rongga jendela
"Saya memang sudah di kamar, ujung sebuah koridor yang panjang.
Dan di sinilah saya sekarang, duduk menghadap laut yang dihadirkan mulut lain dari sisi dunia lain."
Sebuah mulut jendela
2008
blalang_kupukupu
http://asharjunandar.wordpress.com
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com
-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___




0 komentar:
Poskan Komentar