Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 28 November 2008, saya menghadiri undangan dari Museum Seni Rupa dan Keramik dalam acara penutupan PAMERAN BENDA MUATAN KAPAL TENGGELAM yang berlangsung sejak 10 November 2008. Pameran kali ini merupakan hasil pelatihan manajemen tata pamer dengan Belanda dan bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemerintah Provinsi DKI Memasuki ruang pamer yang tidak terlalu luas tapi cukup untuk menampung karya-karya untuk di pamerkan, pengunjung disuguhi dengan karya-karya temuan kapal karam yang menjadi bukti adanya jaringan niaga pada abad ke 9-10. Rencananya pameran ini akan dijadikan permanen, dimana pengunjung bisa menambah wawasan tentang warisan budaya bangsa yang terjadi berabad-abad silam. Ruang pamer dilengkapi dengan beberapa banner informasi yang menjelaskan proses penelitian benda temuan, sejarah, dan beberapa keteragan karya. Kegiatan pameran semacam ini sebenarnya sangat baik untuk menambah wawasan budaya. Sayangnya benda-benda temuan yang dipamerkan masih belum terlalu banyak dikarenakan terbatasnya waktu dan tenaga yang mengorganisasikannya. Tetapi ini merupakan proses yang terus berjalan, dimana pihak museum akan terus menerus melakukan penambahan benda-benda dan peningkatan manajemen. Satu hal yang juga patut disayangkan adalah kurangnya publikasi tentang setiap kegiatan yang diadakan di Museum Seni Rupa dan Keramik. Saya sendiri kalau bukan karena mendapat undangan, tidak akan mengetahui adanya kegiatan yang sering dilakukan pihak museum. Museum keramik memberikan pelatihan membuat keramik setiap hari Selasa s/d Minggu, jam 9.00-15.00. Biaya:
Museum keramik juga menyewakan tungku pembakaran :
Keterangan lebih lanjut hubungi : · 021-6926090, muesumsenirupa_k@yahoo.co.id |
__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com
-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___




0 komentar:
Poskan Komentar