04 Desember 2008

[ac-i] Koleksi Perpustakaan Dewan Kesenian Jawa Timur (4)

10.LABIRIN DARI MATA MAYAT

Kumpulan sajak W Haryanto

Editor                 : Lutfi Saksono

Penyelia             : M Shoim Anwar

Desain sampul   : Karsono

Cetakan pertama: 2003

Tebal                  : xiii + 93 halaman

Penerbit              : Dewan Kesenian Jawa Timur 

 

Memuat 49 puisi.

 

Labirin Dari Mata Mayat

-buat penyair Kriapur

Kukibarkan bendera tanpa makna,

dan sunyi menjadi suara-suara yang patah

tapi nyaring. Sungai-sungai yang kupandang

dan batu-batu kuberi sayap agar bisa mengawasi

tingkahku yang menghantui malam.

Keringat berpusar, waktu terendam dalam serpihan

serpihan cahaya yang melesat menuju jeritan.

Tetapi semua berawal dari bening matamu,

bahkan semua pelayaran mendung terhukum

dan nampak gemetaran di dalamnya.

 

Mencoba menghancurkan pengetahuan,

fantasiku menapaki jejak-jejak yang bergerak

melawan arah detak jam, hingga kegelisahanku

letih dari semua musim.

Ketika matamu leleh seperti nyawa lilin

di malam tak bertepi, betapa tanganku seakan

menerjuni tanah tandus tanpa lolong anjing

pendengaranku.

Tetapi mengapa bendera yang kukibarkan

selalu kepak-kepak burung, bukan jeritan

dari pecahan kaca yang jatuh dari ketinggian;

sebuah jalan pulang bagi kenangan nafas.

 

Kucium bibir gelas; seakan matamu kutafsirkan

dengan derita yang terlupakan, seperti bangunan

dan menara batu yang runtuh di padang pasir.

Makna dari kisahmu meledak di tanganku.

Matamu adalah cermin yang bening,

aku melayarinya dengan segenap kebimbangan,

puisi-puisi dari duri waktu. Dan aku terhukum

dalam semua perjalanan.

Betapa gerimis gagal memahami jeritanku.

Semua kenacuran menjadi sia-sia.

Selalu sia-sia.

 

Biografi W Haryanto

Lahir di Surabaya, 14 Oktober 1972. menamatkan studinya di Fakultas Sastra Unair. Menulis puisi, sedikit esai, sedikit cerpen, dan sejumlah naskah lakon. Karya-karyanya dipublikasikan di Jurnal Kalam, Jurnal Mitra Budaya, Kompas, Media Indonesia, Sastra, Ummi, Analisa, Puitika, Suara Merdeka, Pedoman Rakyat, Bali Post, Rontal, Surabaya Post, Memorandum, Karya Dharma, Santri, Mimbar, Jaya Baya dan Panjebar Semangat.

 

Puisinya berjudul Rumah impian memperoleh juara II dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional tahun 1999. Puisi-puisinya juga masuk dalam sejumlah buku antara lain, Upacara Menjadi Tanah (1996), Luka Waktu (1998), Keajaiban Bulan Ungu (2000), Hijau Kelon dan Puisi 2002(Kompas, 2002) dan manifesto Surrealisme (FS3LP, 2002).

 

Sejak 1996 hingga 2002, banyak menulis teks untuk pertunjukan teater Gapus Fasas Unair: Kereta Api Hantu (saduran), 1996; Hanya Kabar Dari Langit, 1997; Harap Maklum (adaptasi), 1997; Slendhup Tapi, 1997; Mejik-jer (saduran), 1998; Hyportemia Alur Mitos (saduran), 2001; Kerontjong Tjinta (adaptasi), 2002.

Email: w_ngagel(at)yahoo.com.

 

 

11.KEPADA MEREKA YANG KATANYA

DEKAT DENGAN TUHAN

Antologi penyair Mutakhir Jawa Timur

 

Penyunting       : W Haryanto

Tata Sampul     : Azhari Pistol Kosong

Cetakan pertama: Juli 2007

ISBN                : 978-979-15434-3-9

Tebal                 : xii + 140 halaman

Ukuran buku     : 11,5 X 17,5 cm

 

Diterbitkan oleh:

Dewan Kesenian Jawa Timur

Bekerja sama dengan

Lab Sastra Airlangga dan

Lanskap Indonesia

 

Daftar Isi

-Membaca ulang pemetaan sastra Jawa Timur

Oleh W Haryanto, Komite Sastra Dewan Kesenian Jawa Timur, Ketua LabSastra Airlangga dan sutradara TeMA UK Teater Unair.

 

Memuat puisi karya:

-Abimardha Kurniawan

-Amal Sejati

-Ali Ibnu Anwar

-Didik Wahyudi

-M. Helmy Prasetya

-Javed Paul Syatha

-Panji K Hadi

-Puput Amiranti N

-Ragil Sukriwul

 

12. DUNIA TANPA ALAMAT

Kumpulan Sajak TJAHJONO WIDIJANTO

 

Editor      : Lutfi Saksono

Penyelia   : M Shoim Anwar

Desain sampul: Karsono

Cetakan pertama: 2003

Tebal                  : xiii + 55 halaman

Penerbit:

Dewan Kesenian Jawa Timur

 

Daftar Isi:

-Kata Pengantar oleh M Shoim Anwar, Komite Sastra Dewan Kesenian Jawa timur

-Menuju Dunia Tanpa Alamat oleh Tjahjono Widijanto

-Doa yang Gagal

-Mak

-Sepatu

-Genesis II

-Selembar daun di Penghujung Musim

-Alamat

-Preludium Titik Hujan

-Laut Terakhir

-Akar Mati

-Negeri Mimpi

-Kala

-Pemburu

-Ziarah kanak-kanak

-Memo Kedelapan Belas

-Kaba dari Negara Senja

-Legenda I

-Luh Batu

-Obsesi Daun

-Utopia Waktu

-Upacara

-Epos

-Perjalanan di Urat-Urat nadi

-Meditasi

-Palasara

-Pohon yang tersenyum

-Kalinyamat

-Sketsa Perjalanan Gerimis

-Malin Kundang

-Requiem Aeterdam

-Anagarini

-Meditasi yang Tercecer di lantai plaza

-Utopia Hujan

-Sajak Rakit di tengah samodra

-Semiotika Perjalanan Masa

-Mengharap sejarah dari denting di pesta-pesta

-Surga, Sebungkus Mie dan sekaleng Susu Instan

-Sajak wanita I

-Membaca Jejak-jejak di Trotoar Kota

-Wirid Batu

-Memori Repertoar Pagi

-Monolog Mawar yang tak pernah mekar

-Epitaf perjalanan

 

 

Biografi Tjahjono Widijanto

Lahir di Ngawi, 18 april 1969. Menyelesaikan sarjananya di jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di IKIP Malang tahun 1992. Tulisan-tulisannya berupa puisi dan esai sastra budaya serta sosial pendidikan, dimuat di berbagai media masa penting di Indonesia, antara lain Jurnal Ulumul Qur an, Horison, Media Indonesia, Kompas, Pikiran Rakyat, Suara Pembaruan, Surya, Surabaya Post, Jurnal budaya Kolong, Jawa Pos, Jurnal Perempuan, Bernas, dll. Sedangkan di luar negeri tulisan-tulisannya dipublikasikan dalam Jurnal PERISA, Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, juga menulis puisi berbahasa Jawa dalam Penyebar Semangat dan Jayabaya.

 

Antologi puisi tunggalnya: Monolog Ibu (1990) dan ekstase Jemari (1995). Buku-buku lainnya yang memuat puisinya antara lain: Improisasi Retak (KSRB Surabaya, 1995), Antologi Puisi penyair Pilihan Jawa Timur: Bapakku Telah pergi (Surabaya, 1995), Negeri Bayang-Bayang (Festival Seni Surabaya, 1996), Akulah Ranting (Dioma, Malang, 1996), Mimbar penyair Abad 21 (Balai Pustaka, Jakarta, 1996), Antologi Cerpen dan puisi Indonesia Modern: Gerbong (Pustaka Pelajar, Jogjakarta), Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia (Grasindo, 2000), Keajaiban Bulan Ungu (DKS Surabaya, 2001) dan lain-lain.

 

Diundang dalam berbagai event kesenian dan kebudayaan baik regioanal maupun nasional, antara lain surabaya art Festival (1996), Pembacaan penyair Pilihan Jatim (1996), Mimbar Penyair Abad 21 (Dewan Kesenian Jakarta, 1996), dan lain-lain.

 

Tinggal di Jalan Hasanudin Gang Cimanuk No. 1 A Ngawi. Telp 0351- 744 894. PO BOX 26 Ngawi Jawa Timur.

 

 

13. KITAB KELAHIRAN

Kumpulan Sajak TJAHJONO WIDARMANTO

 

Editor      : Lutfi Saksono

Penyelia   : M Shoim Anwar

Desain sampul: Karsono

Cetakan pertama: 2003

Tebal                  : xiii + 61 halaman

Penerbit:

Dewan Kesenian Jawa Timur

 

Daftar Isi:

-Kata Pengantar oleh M Shoim Anwar, Komite Sastra Dewan Kesenian Jawa timur

-Prolog Penyair oleh Tjahjono Widarmanto

-Kitab legenda

-Durga

-Kitab Kelahiran

-Wajah Telaga

-Dalam Sebuah titik

-Mereka namakan waktu

-Kepada Oscar Romeo

-Memoria I

-Memoria II

-Percakapan Rahasia

-Bercinta Dengan Hantu-hantu

-Saat menuju makam kauman

-Yang mencuri usia

-Sajak itu terdengar lagi

-Matahari laut

-Kaum blandong

-Kapak blandong terkahir

-Negeri dalam sebuah berita

-Pagi kesekian

-Lagu mati

-Satu kejadian

-Riwayat

-Dongeng

-Meditasi

-Membaca kemerdekaan

-Lanskap malam dalam kartu pos kirimanmu

-Kabutpun, berlabuh pada ruh yang gelisah

-Pertemuan 2

-Kucatat Namamu

-Dasamuka

-Interlude sebuah percintaan

-Malam ini kubentangkan kain kafanku

-Buatmu Tuhan

-Sepotong Episode Menjelang Tengah Malam

-Catatan kaki pada sebuah pertemuan

-Monolog kupu

-Isyarat-isyarat sunyi

-Panorama matamu; Sebuah Historika Perjalanan

-Rambutmu Sarang Meditasi

-Adalah Seorang Perempuan Bervagina Mahkota

-Kencana

-Dalam Samadhi Purba

 

Biografi Tjahjono Widarmanto

Lahir di Ngawi, 18 April 1969. Studi terakhir di IKIP Surabaya jurusan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Tulisan-tulisannya berupa sajak dan esai sosial, budaya dan pendidikan dipublikasikan di berbagai media massa dalam dan luar negeri seperti: Horison, Republika, Kompas, Pikiran Rakyat, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Bahana (Brunei Darussalam), Perisa (Kuala Lumpur, Malaysia), Surya, Surabaya Post,  Solo Pos, Lampung Pos,Bernas, dll.

 

Antologi puisi tunggalnya: Di Pusat Pusaran Angin (1997) dan Kuburan Penyair (2002).Selain itu juga terkumpul di 17 antologi bersama, yang terpenting diantaranya:  Improisasi Retak (KSRB Surabaya, 1995), Negeri Bayang-Bayang (Festival Seni Surabaya, 1996), Akulah Ranting (Dioma, Malang, 1996), Dari Bumi Lada (Temu penyair Jawa-Bali-Sumatra, 1996), Meditasi Tunas (1997), Antologi Cerpen dan puisi Indonesia Modern: Gerbong (Pustaka Pelajar, Jogjakarta), Luka Waktu (antologi penyair Jatim, Taman Budaya Jatim, 2000), Memo Putih (Dewan Kesenian Jatim, 2000).Juga menulis sajak dalam bahasa jawa, termuat dalam antologi Drona Gugat (1996), Festial penyair Jawa Timur (1996) dan tes (1997).

 

Memilih berdiam di kampungnya, mendirikan Studi Lingkar sastra Tanah Kapur dan menerbitkan Jurnal budaya Dwibulanan RONTAL. Disela-sela kesibukannya sebagai dosen STKIP PGRI Ngawi dan guru di beberapa sekolah, masih menyempatkan menulis artikel dan sajak.

Sekarang beralamat di Jl Hasanuddin 18 Ngawi 63217. Telp 0351-749820 dan HP 081 23232812. email: cahyonowidarmanto@hotmail.com atau jurnal_rontal@yahoo.com.

 

Diundang dalam berbagai eent kesenian dan kebudayaan baik regioanal maupun nasional, antara lain surabaya art Festival (1996), Pembacaan penyair Pilihan Jatim (1996), Mimbar Penyair Abad 21 (Dewan Kesenian Jakarta, 1996), dan lain-lain.

 

Tinggal di Jalan Hasanudin Gang Cimanuk No. 1 A Ngawi. Telp 0351- 744 894. PO BOX 26 Ngawi Jawa Timur.

 

 

Koleksi Perpustakaan Dewan Kesenian Jawa Timur

 

Jl. Taman Mayangkara 6 , Eks Gedung Musium Mpu Tantular, Surabaya.

 

Telp/fax 031- 5610432. email: dk_jatim@yahoo.com

 

 

 

Kontak person:

 

Hariono 031-72560473 (Pengelola Perpustakaan)

 

 

 

 


__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: