03 Desember 2008

[ac-i] Jombang Dalam Peta Teater Jawa Timur

JOMBANG DALAM PETA TEATER JAWA TIMUR

Oleh MEIMURA

KOMPAS Edisi Jawa Timur, Rabu 8 Desember 2004

 

DILIHAT dari perkembangan dalam satu dekade terakhir, tampaknya teater di daerah Jawa Timur menunjukkan penyebaran yang menarik. Perkembangan itu tidak dominan hanya di Surabaya yang pada 1970-1980 dikenal sebagai gudang teater. Anggapan ini ditempelkan pada Surabaya oleh anggapan yang secara umum diberikan pengamat teater di dalam dan luar Jatim bahkan teater di wilayah Jatim berpusat di ibu kota proinsi. Kalaupun ada perluasan jangkauan, itu mengarah ke Malang. Dan yang terakhir ini sehubungan dengan adanya IKIP Malang (sekarang UNM ) yang berkaitan juga dengan posisi dedengkot teater, almarhum Prof DR Hazim Amir MA, salah seorang pakar teater yang secara akademis merupakan salah satu orang teater di Indonesia yang memiliki ijazah resmi keteateran yang didapat di Amerika Serikat.

 

Namun, kini tampaknya peta dan jaringan teater sudah berubah dengan drastis dalam satu dekade terakhir dan muncullah berbagai grup di berbagai kota yang semula tidak dianggap sebagai wilayah tumbuh dan berkembangnya teater. Jombang misalnya, merupakan salah satu kota di Jatim yang mempunyai prospek sangat menarik. Bukan hanya adanya kegiatan yang lumayan kualitasnya berpangkat di mapus, tetapi lebih dari itu. Ini justru yang membuat Jombang sangat menonjol dan mungkin tidak akan kekurangan grup teater untuk lima tahun atau satu dekade ke depan karena pembinaan teater bukan hanya di kampus. Beberapa sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) yang ada di Jombang memiliki grup teater, yang kualitas untuk setingkat SLTA boleh dibanggakan. Lihatlah pada tahun 2003, sekitar 2-3 grup teater SLTA Jombang memenangkan lomba teater SLTA se-Jatim. Semua piala diborong. Di balik kemenangan itu kita bertanya, sistem dan cara apa yang diterapkan di Jombang sehingga beberapa SLTA memiliki grup-grup teater bagus yang nantinya akan memberikan sumbangan sumber daya manusia teater ketika mereka memasuki pergruan tinggi. Pada sisi lainnya, dengan adanya grup-grup teater itu, maka muncul dan terbina kelompok penonton, publik teater, yang bisa dan dapat menjadi supoter secara sosial maupun ekonomi bagi pertumbuhan dan perkembangan grup di daerahnya.

 

Berbagai pertanyaan tentu akan muncul dalam benak kita sehubungan dengan kondisi yang kondusif di Jombang itu. Banyak hal yang bisa kita dapat dari berbagai solusi dan penerapan kegiatan yang ada sebagai jawaban atas pertanyaan kita, yakni adanya Kelompok Pembinaan Teater Jombang (Kelbinterbang) yang memang muncul sejak akhir tahun 1980-an, dan intensif pada awal sampai dengan pertengahan 1990-an sampai kini. Seorang Nasrullah, adiknya Cak Nun, dengan giat melakukan pembinaan walaupun ia bukan seorang pekerja teater dalam arti yang sesungguhnya. Ia Cuma seorang guru dan kini pada posisi di dinas pariwisata. Setelah Cak nash, panggilan akrabnya, disusul Faturachman, juga seorang guru, dan ditambah dengan guru lainnya, Imam, yang ketiganya bersama dengan beberapa rekannya selalu mengadakan kegiatan kesenian. Dari mereka juga muncul grup dari luar Jombang atau kedatangan pakar teater seperti Max Arifin dari Mojokerto yang dengan setia menemani sebagai rekan diskusi dan evaluasi.

 

Singkat kata, semuanya membutuhkan waktu, proses, dan keringat yang tidak pernah mereka hitung tetes demi tetesnya. Tujuan mereka adalah bagaimana anak didik, kaum remaja, dan pemegang masa depan mampu dan bisa mengekspresikan dirinya diantara perkembangan zaman. Jangan heran jika kita sekarang banyak menemui pekerja teater di kampus-kampus Jatim berasal dari Jombang dan dengan kualitas yang rata-rata baik. Soal yang kita hadapi kini dalam kaitannya dengan peta dan perkembangan teater di Jatim. Apakah pola dan sistem seperti di Jombang bisa diterapkan di kota-kota lainnya sehingga memunculkan pertumbuhan yang merata dan sebagai bekal bagi pertumbuhan dan perkembangan teater di Jatim secara umum? Apakah memasukkan teater dalam kurikulum SLTA memang efektif jika tanpa adanya dukungan dan empati serta simpati sosok-sosok guru seperti yang terjadi di Jombang? Apresiasi sastra di tingkat sekolah dasar sampai SLTA juga sangat menggembirakan. Hal itu sekali lagi karena sosok guru yang bukan hanya mengajar dan memberikan pelajaran di alam ruang kelas. Seorang Imam dengan tekun melakukan apresiasi sastra di taman kota atau di suatu tempat yang rindang. Di situ ia mengajak anak-anak untuk merasakan apa yang dilihatnya dan menuliskannya menjadi puisi atau cerpen. Hasilnya sungguh di luar dugaan kita, kumpulan puisi apik dan bida menjadi dokumentasi yang baik untuk kehidupan anak-anak itu sendiri, disamping untuk dunia kesenian.

 

Barangkali kini saatnya kita kembali meninjau pola hubungan kerja teater yang selama ini berkutat dengan masalah-masalah artistik-estetika, namun tidak mampu membuka ruang sosial dan tidak mampu memperluas wilayah hubungan sosial serta mencari akar bagi tumbuhnya teater untuk yang akan datang. Singkat kata, lembaga pendidikan dengan dukungan keluarga serta adanya sosok guru yang bukan saja apresiatif pada kesenian, lebih dari itu emapti dan simpatinya ditanamkan dalam kehidupan anak-anak dan remaja yang memang menjadi pemilik masa depan. Adakah orang-orang teater yang mau terjun kembali mencari akar hubungan sosial itu di lingkungannya yang paling dekat.

 

(Meimura, Aktor dan Sutradara Teater Ragil, Surabaya. Hp  0818301252           .

 Email: meimura_ragiltheatre@yahoo.com. Blog http://teaterragilsurabaya.blogspot.com.)


__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: