| Batam Pos Musim Berganti Hatiku Senantiasa Oleh : A.Kohar Ibrahim --------------- (1) musim berganti musim panas ganti musim semi tapi tiada perubahan di hati sekali pun cuma seinci cintakasih ku untuk mu setulus seutuh penuh * ------------------ (2) musim berganti tapi tanpa perubahan di relung hati sekali pun hanya seinci di singgasana dikaulah permaisuri
penghuni sanubari indah berseri *
------------------ (3) musim berganti tapi suasana cuaca seperti sediakala senantiasa di sini betawi bekasi kepri atau seluruh negeri er-i dari bumi maupun kamar pencakar langit tinggi sekitar airmancur jalan thamrin berbinar sinar tidur semalaman sejuta rupiah bayaran di atas meja sisa makanan kebanyakan di jalanan simpang siur penganggur gentayangan orang orang kepayahan pontang panting cari rezki tak kecukupan
dikau risih gelisah ah sama saja aku juga adanya * ----------------- (4) musim berganti tapi pengap kepengapan senantiasa terisi sigap siap menyergap setiap saat munir pemuniran silih bergantian kaum jagoan mencak-mencak nggak karuanan di ruang pojok sempit menyempitkan teriring irama lagu miring atasnama kesucian atas nama ketuhanan meski hakiki pembela kepentingan sepiring nasi semilyar rupiah atau dollar hasil korupsi sang penguasa pengusaha bajingan
musim berganti tapi meski sekian masa gerakan reformasi terjadi mentalitas k-k-n malah senantiasa ogah berubah betapa gagah warisan budaya penguasa bedebah * ---------- (5) musim berganti tapi pengap kepengapan polusi senantiasa isi mengisi dari ujung gunung pantai perkampungan nelayan dari pedesaan sampai pelosok kota perkotaan barisan panjang orang miskin dan lapar kian memanjang bukan sejuta melainkan berpuluh puluh juta jiwa laki perempuan dari bocah sampai lansia manusia se-umat manusia seperti dikau seperti daku sesama penghirup udara planit bumi nan indah kaya raya
1 Juli 2008. ---------------- Menampak Mengikuti Jejak
ku nampak
jejak tapak
di pantai landai
sendiri berdiri
sepi
mengarungi imajinasi
puisi
tanpa tepi
*
Jejak
jejak
jejak
tapak
setapak
setapak
makin banyak
jejak jejak
sajak sajak
penyajak
pengajak
layak
iyak!
3 april 2007 |
0 komentar:
Poskan Komentar