17 November 2008

Re: [ac-i] Perlukah ada semacam 'Hari Kebangkitan Budaya' atau 'Hari Kebudayaan Nasional'?

Waduh perlu Mas/mbak.. Perlu kalau udah ada Revolusi Budaya Nasional..

hehehe...

salam,
Bintang

--- On Mon, 11/17/08, luluk sumiarso <lsumiarso@gmail.com> wrote:
From: luluk sumiarso <lsumiarso@gmail.com>
Subject: [ac-i] Perlukah ada semacam 'Hari Kebangkitan Budaya' atau 'Hari Kebudayaan Nasional'?
To: artculture-indonesia@yahoogroups.com, "artculture-indonesia Moderator" <artculture-indonesia-owner@yahoogroups.com>, "mediacare" <mediacare@cbn.net.id>
Date: Monday, November 17, 2008, 12:33 AM

Dalam acara Sarasehan Budaya memperingati Kongres Kebudayaan Pertama di Balai Kartini, Jakarta pada tanggal 5 Juli 2007 yang dibuka oleh Menbudpar Jero Wacik, antara lain didiskusikan tentang perlu tidaknya kita mempunyai 'Hari Kebudayaan Nasional', seperti hari-hari lain yang sudah ada, yaitu Hari Pendidikan Nasional, Hari Olah Raga Nasional, Hari Kesehatan Nasional dsb. Kalau memang perlu, diusulkan tanggal 5 Juli sebagai Hari Kebudayaan Nasional.  Alasannya adalah pada tanggal 5 Juli 1918, sepuluh tahun setelah kelahiran Budi Utomo (yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional), diselenggarakan Konggres Kebudayaan yang Pertama di Solo. Memang pada konggres pertama ini yang dibahas hanyalah kebudayaan Jawa, namun pada tahun-tahun berikutnya bahasannya diperluas dengan kebudayaan pulau-pulau yang lain. Konggres ini kemudian berujung pada Sumpah Pemuda sepuluh tahun kemudian, tepatnya tanggal 28 Oktober 1928.
 
Ada dua pendapat yang berkembang. Mereka yang tidak setuju menyatakan bahwa untuk apa ada hari kebudayaan nasional, toh sehari-hari kita sudah melaksanakan kegiatan budaya, dan sudah ada hari-hari untuk berbagai cabang seni. Mereka yang setuju menyatakan bahwa perlu ada agar dapat dipakai sarana kebersamaan. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat bahwa selain kesenian, masih ada unsur-unsur budaya yang lain dan kegiatan budaya menyangkut berbagai aspek seperti sejarah dan warisan budaya (tangibles maupun intangibles) yang melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) budaya yang sangat luas. Belum lagi adanya aliran yang berbeda-beda. Memang kita bisa bebas berekpresi dan berkreasi, namun sebaiknya kita tetap dalam satu visi, yaitu menjadikan Indonesia yang sudah berdaulat ini sebagai bangsa yang besar, mempunyai jati diri, bermartabat dan disegani oleh bangsa lain. Di dalam masyarakat pluralis ini, mungkin diperlukan adanya suatu hari yang dapat diperingati bersama oleh semua pemangku kepentingan budaya secara nasional, dan bahkan oleh masyarakat Indonesia (tidak harus sebagai hari libur).
 
Forum Kebudayaan Indonesia menyelenggarakan pengumpulan pendapat untuk lebih mengetahui pandangan dari para pemangku kepentingan budaya (dalam lingkup yang lebih luas) mengenai masalah ini, sekaligus usulan nama harinya (Hari Kebudayaan Nasional, Hari Kebangkitan Budaya, Hari Bhakti Budaya atau nama lain), tanggalnya dan alasannya. Untuk memudahkan penghitungan, mohon dapat menggunakan format yang ada di  www.forumbudaya. org  (Klik Diskusi Budaya). Hasil dari pengumpulan pendapat ini akan disampaikan kepada instansi yang berwenang untuk tindaklanjut.
 
Terima kasih,
   Luluk Sumiarso
Forum Kebudayaan Indonesia


__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: