02 November 2008

RE: [ac-i] 50 Tahun Studiklub Teater Bandung

Selamat kepada Studiklub Teater Bandung. Luar biasa ya, 50 tahun.  Pada tahun 1970-an saya bersama Paduan Suara  UI ketika itu (sekarang Paduan Suara Alumni UI),  pernah bekerjasama dalam sebuah pementasan di TIM.
 
Terima kasih kepada artculture-indonesia, saya jadi tahu kabar tentang Bp Salim Said dan Bang Roel Sanre yang sudah lama nggak ketemu.
 
Salam,
Rita Sri Hastuti
Majalah MaestroNews 

--- Pada Ming, 2/11/08, safrullah sanre <ssanre@yahoo.com> menulis:
Dari: safrullah sanre <ssanre@yahoo.com>
Topik: RE: [ac-i] 50 Tahun Studiklub Teater Bandung
Kepada: artculture-indonesia@yahoogroups.com
Tanggal: Minggu, 2 November, 2008, 10:07 AM

Tabik sobat semua.
Saya punya secuil sentuhan dengan nama Jim Adhi LImas karena roh pemanggungan melalui Stema ITB di Kampus Institut Teknologi Bandung selalu dibincang melalui diskusi bersama almarhum Sanento Yuliman tempat kami gabung tahun 1972 lalu. Setamat sekolah di Makassar dan berteater melalui sanggar di Mamajang tentulah Studi Teater Mahasiswa di kota perantauan memberi cakrawala baru. Apa pun amat berarti yang secuil itu walau tidak sepadat renungan Bung Salim dari Praha kepada sosok Jim. Terima kasih, di Ahad pagi ini saya mereguk bacaan milis yang sangat nikmat. Wassalam.
Roell Sanre di Makassar.

--- Pada Jum, 31/10/08, Salim Said <bungsalim@hotmail. com> menulis:
Dari: Salim Said <bungsalim@hotmail. com>
Topik: RE: [ac-i] 50 Tahun Studiklub Teater Bandung
Kepada: artculture-indonesi a@yahoogroups. com
Tanggal: Jumat, 31 Oktober, 2008, 12:58 PM

Teman-teman di STB yang terhormat.
Saya ingin mengucapkan selamat ultah kepada STB. Ketika muda dahulu, yakni lebih dari 40 tahun silam, saya mempunyai hubungan baik dengan STB lewat sdr. Jim Ahi Limas (dulu Jim lee) yang saya kenal di Yogyakarta dalam pertemuan teater yang melahirkan Federasi Teater di Indonesia pada tahun 1961 atau 1962. Stelah menjadi mahasiswa Akademi Teater Nasional Indonesia di jakarta kontak saya dengan STB makin intens. Banyak pertunjukan STB di bandung yang saya sengaja datangi setelah mendapat telegram undangan dari Jim. (Masih ada di antara copy telegram itu yang saya simpan di Jakarta, dan kalau STB ingin membuat musium, saya bersedia menyerahkannya) . Pada awal Orde Baru saya juga menonton pertunjukan STB di Balai Budaya Jakarta. Kemudian Jim berangkat ke Paris dan nampaknya tak kunjung pulang. Suatu kali menjelang habisnya usia Orde Baru  saya berceramah di KBRI Paris, dan...Jim Adhi Limas hadir, dan saya tentu senang sekali jumpa dengan teman lama senior saya di bidang teater itu. Ternyata Jim secara saksama masih mengikuti perkembangan politik di Indonesia. 
 
Pada  tahun 1970 saya untuk pertama kalinya berkunjung ke Paris dan jumpa Jim yang sedang bermain dalam sebuah lakon di sebuah teater kecil di Paris. Tentu saja sandiwara itu dalam bahasa Perancis. Mendengar ada orang Indonesia yang jadi aktor teater di Paris, seorang nyonya Belanda memerlukan khusus datang menonton pertunjukan di gedung kecil yang konon dulu adalah stable kuda seorang bangsawan Paris. Saya jumpa nyonya itu setelah pertunjukan dan kami bercakap-cakap dalam bahasa Inggris. Yang menguntungkan saya adalah bahwa di tengah kesibukannya Jima masih sempat mengantar saya ke Comedi Francais untuk menonton lakon ciptaan Moliere, juga membawa saja ke sebuah sekolah teater yang mahasiswanya juga banyak dari negara-negara yang berbahasa Perancis. Jim juga mengajak saya minum di sebuah cafe yang katanya dulu tempat nongkrongnya pada seniman dan sastrawan besar seperti Hemingway, Sartre, Camus, Andre Gide dan lainnya.
 
Sekarang saya kehilangan kontak (karena kehilangan alamat) dengan Jim sehingga tidak sempat jumpa beliau pada musim panas di Paris tahun silam.
Teman lama saya lainnya di STB adalah sdr. Sutardjo (sekarang Prof.Dr) antara lain karena kami berdua sama -sama dekat dengan almarhum Wiratmo Sukito. Kalau saya tidak salah ingat,kami juga sama-sama belajar psikologi meski di universitas yang berbeda. Karena perubahan  jalan hidup dan minat, dengan Prof. Dr. Sutardjo juga saya sudah lama tidak ada kontak.Beliau tetap di bidang psikologi sementara saya berjalan melalui psikologi, sosiologi dan akhirnya ilmu politik. Dan tentu saja kegiatan berteater sudah pula tinggal hanya sebagai salah satu bagian dalam sejarah perjalanan minat dan kegiatan saya.
 
Dalam sejarah STB, menurut saya, nama Jim Adhi Limas sebaiknya tidak dilupakan begitu saja.
 
Sekali lagi, selamat ulang tahun bagi klub yang mengagumkan daya tahannya itu. Barangkali nanti yang akan juga (mudah-mudahan) mengalami sejarah panjang seperti STB adalah Teater Koma di Jakarta. Adapun Teater Kecil (saya ikut mendirikannya) , serta Teater Populer dan banyak lagi klub lainnya, semua diam-diam hilang setelah tokoh utamanya (Arifin C. Noer, Teguh Karya) meninggal. Tapi itulah memang nampaknya watak klub teater kita, tergantung pada seorang tenaga kreativ. Kecuali STB, tentu saja.
 
Salam hormat dari Praha,
Salim Said.



To: majalahkidung@ yahoo.com; dk_jatim@yahoo. com; mediacare@yahoogrou ps.com; jambore_kebudayaan@ yahoogroups. com; pojokteater@ yahoogroups. com; ngobrolin_teater@ yahoogroups. com; forum_teater_ indonesia@ yahoogroups. com; woroworosenikita@ yahoogroups. com; lintaseni@yahoogrou ps.com; artculture-indonesi a@yahoogroups. com; komunitas_merapi@ yahoogroups. com; fozarts@yahoo. com; ribut_wijoto@ yahoo.com; isw@kompas.com; komunitasutankayu@ yahoogroups. com; media-jatim@ yahoogroups. com; gimo_hadiwibowo@ yahoo.com; iperhumas@yahoogrou ps.com; pantau-komunitas@ yahoogroups. com; dikbud@yahoogroups. com
From: filantrophi@ yahoo.com
Date: Fri, 31 Oct 2008 06:19:54 -0700
Subject: [ac-i] 50 Tahun Studiklub Teater Bandung


Studiklub Teater Bandung Berulang Tahun ke 50
Usia tua tak selalu berkesan renta. Setidaknya itulah yang ingin disampaikan oleh sebuah perkumpulan teater tertua di bumi Indonesia ini.
Studiklub Teater Bandung (STB) pada tanggal 13 Oktober 2008 ini genap berusia 50 tahun. Sebuah usia paling panjang yang mampu diraih oleh sebuah kelompok teater kita. Kota Bandung bisa berbangga karenanya, karena dibanding dengan kelompok teater lain di Indonesia ini, baru Bandung yang memiliki kelompok teater yang mampu bertahan hadir di hadapan publik dengan produktivitas yang berkesinambungan dari tahun ke tahun meski mereka berkegiatan secara mandiri, tanpa subsidi dari Pemerintah.
Organisasi ini pada awalnya didirikan oleh para mahasiswa energik yang saat itu mempunyai semangat kreativitas tinggi dan karenanya membutuhkan sebuah wadah untuk menampung kegiatan mereka. Ada 7 orang mahasiswa, 5 orang diantaranya adalah mahasiswa Seni Rupa ITB, ditambah seorang wartawan Pikiran Rakyat dan seorang mahasiswi Hukum UNPAR yang memprakarsai pendirian STB dengan mendaftarkan Organisasi ini dihadapan Notaris, dan sejak itulah perkumpulan ini kemudian berkiprah tanpa henti di ajang perteateran Indonesia.
Para pendiri itu kini sudah berangkat tua, bahkan sebagian sudah dipanggil pulang kembali menghadap Illahi, tetapi yang tertinggal masih terus bergiat hingga kini, antara lain adalah Prof. DR. Sutardjo AWM, yang masih aktif sebagai pengajar ahli di bidang Psikologi, disamping jabatan-jabatan lain yang disandangnya di berbagai lembaga.
Ketahanan STB menjaga energi kehidupan organisasi adalah karena regenerasi dilakukan melalui pendidikan Seni Peran yang dilakukan setiap tahun, yang diikuti oleh para kawula muda.
Dalam rangka mensyukuri usia setengah abad itu, STB bekerja sama dengan Selasar Sunaryo Art Space, akan menggelar kegiatan bertempat di Selasar Sunaryo Art Space, Jalan Bukit Pakar Timur No. 100 Bandung, pada hari Jumat tanggal 31 Oktober 2008, dimulai pukul 19.00 WIB.
Kegiatan akan diisi oleh pergelaran "Pinangan" karya Anton Chekov yang akan dimainkan oleh perupa Tisna Sanjaya dan isterinya Molly Agustina, dibantu dan disutradarai oleh Yusef Muldiyana. Selain Pinangan, akan ditampilkan pula lakon "Pagi Bening" karya Serafin & Joaquin Alfarez Quintero, dimainkan oleh aktor tua Mohamad Sunjaya dan Yati Suyatna. Juga akan diluncurkan buku-buku peninggalan Suyatna Anirun almarhum, salah seorang pendiri STB yang dihibahkan oleh isteri Suyatna kepada Pustaka Selasar Sunaryo Art Space.
Acara ini diharapkan akan dihadiri selain oleh para sahabat STB, para perupa terkenal, tokoh teater Slamet Rahardjo, Nano Riantiarno beserta Ratna Riantiarno dan tokoh selebriti yang kini menjadi pejabat Pemerintahan yakni Dede Yusuf. Bagi para pecinta teater yang mungkin terluput dari undangan, dipersilakan hadir pada waktunya.
-salam-
Yanni Aman
Selasar Sunaryo Art Space
Jl. Bukit Pakar Timur 100
Bandung 40198
Ph. +62 22 2507939
Fax +62 22 2516508
www.selasarsunaryo. com

Email: <yanni.aman@selasars unaryo.com>

 




You live life beyond your PC. So now Windows goes beyond your PC. See how


Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.


Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain! __._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: