01 November 2008

[ac-i] Situs Abad 13 ditemukan di desa Watesumpak Trowulan

[ Jum'at, 31 Oktober 2008 ]

Temukan Situs Abad 13

TROWULAN - Sejumlah warga Dusun/Desa Watesumpak Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto kemarin (30/10) menemukan sebuah bangunan yang diduga kuat bekas peninggalan Kerajaan Majapahit. Penemuan situs tersebut diketahui setelah warga melapor ke petugas Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Provinsi Jawa Timur.

Bahkan, karena minimnya pengetahuan warga terhadap peninggalan bangunan bersejarah itu, warga tidak langsung melaporkan temuannya yang berada di antara kawasan pembuat batu bata merah.

Pairin, 68, warga sekitar ini mengaku sebenarnya telah mengetahui adanya bangunan sepanjang 5 meter dengan tinggi 3 meter ini beberapa hari sebelumnya. Namun, penemuannya tersebut tidak langsung dilaporkan, karena adanya kekhawatiran pihak pemerintah akan menutup tempat usahanya. Maklum saja, selama ini ia mengaku hanya menggantungkan hidup dari usaha membuat batu bata merah.

Pairin mengaku, ialah yang kali pertama menemukan bangunan tersebut. ''Awalnya saya menggali untuk mengambil bahan baku bata merah, lalu saya melihat ada bangunan yang terdapat ukirannya,'' ujar dia.

Karena dianggap tidak terlalu berharga, bangunan yang ditemukannya hanya dibiarkan. Ia pun terus menggali untuk mengambil bahan baku bata merah.

Hingga suatu hari, ada seorang warga yang mengetahui penemuannya dan segera melapor ke BP3 untuk diperiksa.

Menurut warga sekitar, Nanang, 20, penemuan bangunan seperti itu bukanlah suatu keanehan bagi masyarakat sekitar. Menurut dia, kawasan yang berdekatan dengan empat makam sesepuh desa setempat itu sering ditemukan benda-benda yang dianggap bersejarah. Namun, karena minimnya pengetahuan warga, penemuan tersebut hanya dibiarkan.

Kabar ditemukannya bangunan bersejarah akhirnya menyebar ke seuruh pelosok desa. Hingga kemarin, sekitar puluhan warga banyak mendatangi lokasi ditemukannya bangunan bersejarah tersebut untuk sekadar melihat-lihat.

''Saya penasaran katanya ada candi dari zaman kerajaan Majapahit. Karena itu, saya ajak anak saya ke sini,'' kata Sri Mulyani, 35, warga Kecamatan Trowulan.

Warga juga memasang pagar yang terbuat dari bambu di sekeliling situs, agar tidak rusak. ''Pagar ini dibuat supaya tidak ada orang iseng yang mau merusak bangunan ini,'' ungkap seorang warga.

Sementara itu, Kepala BP3 I Made Kusumajaya mengatakan, bangunan yang ditemukan kali ini diperkirakan dibuat pada abad 13 lalu. ''Bangunan ini merupakan bangunan istimewa, karena terdapat relief di samping bangunan,'' jelas I Made Kusumajaya.

Ia juga memperkirakan bangunan tersebut merupakan sebuah tangga yang merupakan akses untuk menuju sebuah bangunan utama yang diduga adalah tempat pemujaan.

Saat ini, BP3 masih akan meneliti tentang bangunan tersebut. Terkait adanya kompensasi kepada warga sekitar, mengingat kawasan tersebut merupakan tempat pembuatan batu-bata merah, pihak BP3 masih akan membicarakan dengan pemerintah. ''Yang jelas, dalam waktu bulan ini akan digali,'' ungkapnya. (ang/yr)

(Harian Radar Mojokerto)

 

Informasi:

Nanang 085 64 89 76 909

Supriyadi 08123121010


__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: