21 November 2008

[ac-i] Re: [mediacare] Re: Soal Larangan syuting Film Lastri - Eros Djarot

Agar tidak menimbulkan sakwasangka pada Bung Ging Ginanjar, di bawah
ini saya sertakan jawabannya untuk milis jurnalisme (juga mediacare).
Mudah-mudahan "copy" ini dapat menjelaskan karena Bung
Ging--rasanya--tidak ikut di milis ini.
tabik
Didik L. Pambudi

--- In jurnalisme@yahoogroups.com, ging ginanjar <ging.ginanjar@...>
wrote:
>
> Waduh, sori banget.
> Tak sadar bahwa saya mencet reply all.
> kacau jadinya.
> Ini candaan sangat lokal di milis AJI. Makanya sengaja ejaannyapun
dibikin sebagai "kominis" .
> Ini benar-benar guyon lokal di antara sejumlah teman di aji. yang
terkadang memang jadi provokasi juga.
> Begitu lokalnya, sehingga banyak yang tidak nangkap. Seperti kata
radityo, "entah di mana candanya".
>
> Maaf lagi.
>
>
>
>
> ________________________________
> From: eric sasono <ericsasono@...>
> To: jurnalisme@yahoogroups.com
> Sent: Monday, November 17, 2008 7:11:05 PM
> Subject: [jurnalisme] Re: [ajisaja] Soal Larangan syuting Film
Lastri - Eros Djarot
>
>
> Sutradara Garin Nugroho dalam diskusi di Jogja bulan Agustus lalu
menyebutkan pentingnya para seniman Indonesia untuk berkreasi tanpa
rasa takut. Sepintas gadang-gadang Garin ini terasa berlebihan. Namun
ternyata hal semacam ini terjadi juga.
>
> Belum tentu kisah yang dibuat oleh Eros Djarot ini mempromosikan
narasi komunisme.Lagipula kalau memang narasi itu berbau "kiri"
(seperti film Langitku Rumahku misalnya, yang dijuluki Hikmat Darmawan
sebagai: kecil-kecil Marxis), kenapa tak ditandingi saja dengan narasi
lain yang "kanan". Kok main larang..
>
>
> eric
>
> http://www.rumahfil m.org
> http://ericsasono. multiply. com
>
> --- On Mon, 11/17/08, bharata andi <bharata_a@yahoo. com> wrote:
>
> From: bharata andi <bharata_a@yahoo. com>
> Subject: [jurnalisme] Re: [ajisaja] Soal Larangan syuting Film
Lastri - Eros Djarot
> To: ajisaja@yahoogroups .com, "mediacare" <mediacare@yahoogrou
ps.com>, jurnalisme@yahoogro ups.com
> Date: Monday, November 17, 2008, 7:56 PM
>
> kira-kira apa ya maksud email bung ging ini? mohon pencerahan
> --- Pada Sen, 17/11/08, ging ginanjar <ging.ginanjar@ yahoo.com>
menulis:
> Dari: ging ginanjar <ging.ginanjar@ yahoo.com>
> Topik: [jurnalisme] Re: [ajisaja] Soal Larangan syuting Film Lastri
- Eros Djarot
> Kepada: ajisaja@yahoogroups .com, "mediacare" <mediacare@yahoogro u
ps.com>, "jurnalisme" <jurnalisme@ yahoogro ups.com>
> Tanggal: Senin, 17 November, 2008, 5:44 PM
>
> Tapi kan kominis itu memang musti diwaspadai.
>
> Berkali-kali kudeta kok.
>
> Jangan sampai kita lengah.
>
> Agen-agen mereka terus menyusup.
>


--- In artculture-indonesia@yahoogroups.com, hoesein <hoeseinr@...> wrote:
>
> Bu Ratna, kalau boleh bertanya, apa yang anda maksudkan dengan fobia
komunis yang kronis ? Terima kasih
>
> --- Pada Kam, 20/11/08, Miranda <mirandaharlan@...> menulis:
>
> Dari: Miranda <mirandaharlan@...>
> Topik: Re: [ac-i] Re: [mediacare] Re: Soal Larangan syuting Film
Lastri - Eros Djarot
> Kepada: artculture-indonesia@yahoogroups.com
> Tanggal: Kamis, 20 November, 2008, 9:37 AM
>
>
>
>
>
>
> Kalau saya juga boleh menginterpretasi, saya rasa Bung Ging Ginanjar
sedang melontarkan sinisme perkara bagaimana segelintir masyarakat
kita masih juga mengidap fobia komunis yang kronis.
>
> salam,
> Miranda.
>
>
> On 11/20/08, ratna sarumpaet <sarumpaet_r@ hotmail.com> wrote:
>
>
>
>
>
> Kalau boleh memahami, Bung Ging sebenarnya bukan menutup mata.
Beliau bermukim di Jerman untuk jangka waktu cukup lama jadi tidak
tahu persis apa yang sedang kita hadapi di Republik ini. Ratna.
>
>
>
> To: artculture-indonesi a@yahoogroups. com
> From: mediacare@cbn. net.id
> Date: Thu, 20 Nov 2008 09:09:40 +0700
> Subject: [ac-i] Re: [mediacare] Re: Soal Larangan syuting Film
Lastri - Eros Djarot
>
>
> 
>  
>
> ----- Original Message -----
> From: arief gadogs
> To: mediacare@yahoogrou ps.com
> Sent: Wednesday, November 19, 2008 10:04 PM
> Subject: [mediacare] Re: Soal Larangan syuting Film Lastri - Eros Djarot
>
> siapapun yg pihak yang melarang atau menghalang-halangi mereka layak
diberi label "ENEMIES of ART"
>
> Kencana Parwata <kencanaparwata@ yahoo.co. id> wrote:
>
>
>
>
> ini bicara syutingnya bung erros atau peristiwa G30 S 65 ya?
>
> kalau bicara mengenai syuting nya bung erros, kayaknya setiap
memulai penggarapan para pihak atau BOS nya dari kru sudah harus minta
ijin aparat berwajib dech, dan kalau ijin sudah didapat artinya beres,
nah nanti tinggal LSF yang menentukan apakah film ini layak dikonsumsi
rakyat banyak atau tidak.
>
> masak udah 10 tahun reformasi dan peristiwa 65 itu udah lebih dari
30 taon masih saja ada pemberangusan seperti ini, justru saya melihat
adanya bahaya laten, bukan dari komunis tapi dari luar komunis.
>
>
>
>
>
> Dari: Darmawan <hikdun@yahoo. com>
> Kepada: mediacare@yahoogrou ps.com
> Terkirim: Selasa, 18 November, 2008 06:31:23
> Topik: [mediacare] Bls: [jurnalisme] Re: [ajisaja] Soal Larangan
syuting Film Lastri - Eros Djarot
>
>
>
> Bung Ging melihat hantu di siang bolong karena hidup di bawah
> tempurung kelapa, selalu mengulang cerita bohong yang mungkin
> diajarkan oleh guru di sekolahnya, bahwa PKI terutama Pemuda Rakyat
> dan Gerwani adalah manusia biadab yang menyiksa lalu membunuh para
> jenderal angkatan darat di tahun 1965 sambil menyanyikan lagi genjer-
> genjer.
>
> Bung Ging tidak pernah tahu bahwa negara komunis terbesar di dunia,
> yaitu Rusia sudah menjadi kapitalis, negara komunis kedua terbesar
> di dunia yaitu China sudah menerapkan pasar bebas. Sejak tembok
> Berlin runtuh sudah tidak ada lagi ajaran revolusi komunis untuk
> menggulingkan pemerintah.
>
> Bung Ging menutup mata atas perkembangan yang sebenarnya terjadi.
> Dunia sekarang menghadapi ancaman teroris, di Indonesia ada Bom Bali
> yang pelakunya sudah dieksekusi, ada Bom Keduatan Besar Australis,
> ada kasus Syeh Puji. Seharusnya itulah gejala yang harus diwaspadai
> oleh Bung Ging dan kita semua untuk menyelamatkan Indonesai.
>
> Jika kasus G-30-S mau dianalisa secara jujur, juga ternyata tidak
> benar ditimpakan kepada PKI. Nyatanya Nsution yang pro Islam lolos.
> Kalau PKI ada di balik upaya pembunuhan tersebut seharusnya Nasution
> yang menjadi prioritas karena dari semua jenderal angkatan darat
> yang kadar anti-PKI-nya paling besar adalah Nasution. Di samping itu
> mayat tujuh perwira angkatan darat itu tidak ditemukan waktu RPKAD
> berhasil menguasai Halim pada tanggal 2 Oktober. Hingga siang hari
> Sarwo Edhy bersama pasukannya tidak berhasil menemukan jenazah para
> korban tetapi adanya jenazah korban di sumur lubang buaya baru
> diketahui tanggal 3 Oktober ketika kawasan itu sudah lebih dari 24
> jam dikuasai RPKAD.
> Salam
>

------------------------------------

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:artculture-indonesia-digest@yahoogroups.com
mailto:artculture-indonesia-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
artculture-indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: