28 November 2008

[ac-i] Press Release Jagongan Wagen edisi Nopember 2008

PRESS RELEASE

 

 

Pertunjukan Tari Kontemporer di Jagongan Wagen YBK

 

Jagongan Wagen, program pergelaran dan apresiasi karya seni pertunjukan yang diselenggarakan secara rutin setiap bulan oleh Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK), edisi bulan Nopember ini akan menampilkan sebuah pertunjukan tari kontemporer. Dua koreografer dari Surakarta , Guntur A.S dan Yashinta Desy Natalia akan menyajikan karya terbaru mereka yang berjudul Surtikanthi: "Let it Be" dan Tanda. Kedua repertoar tari yang disajikan dengan iringan musik secara langsung (live), merupakan sajian  gelaran Jagongan Wagen yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu (29/11) pukul 20.00 WIB di Padepokan Seni (rumah budaya YBK), Kembaran RT 04/RW 21, Tamantirto, Kec. Kasihan, Kab, Bantul - DIY. Pertunjukan ini terbuka untuk umum, tanpa tiket masuk.

 

Guntur AS yang pernah terlibat dalam pertunjukan opera karya sutradara Chen Zhi Zheng di Colesium ( London - UK ) dan Schubert Theater ( Boston - USA ), menciptakan Surtikanthi: "Let it Be" dengan penekanan pada keberadaan dan makna ruang privat di dalam hubungan antar jenis manusia. Konsep pemanggungan Surtikanthi: "Let it Be", dibangun melalui pembagian dimensi ruang yang memberi kesan menjorok kedalam,  menggunakan 2 lampu secara diagonal untuk menghadirkan suasana seperti pada saat terjadi gerhana matahari. Sehingga bayangan gelap, terang maupun setengah terang yang tercipta, mempertajam suasana kebahagian dan kegalauan, kepastian dan ketidakpastian yang senantiasa hadir di dalam ruang privat hubungan antar jenis manusia. Sebagaimana Surtikanthi dengan kepasrahan dan ketenangan dirinya yang penuh makna, mengantar kepergian sang suami untuk menemui kematian yang menunggu di medan laga.

 

Koreografer yang pernah mengikuti workshop Kohsenza Butoh (Jepang), Pappa Tarahumara (Jepang) dan Jannis Branner (USA) ini, menggarap karyanya melalui eksplorasi distorsif pada gerak Tari Jawa gaya Surakarta dan Yogyakarta. Melalui eksplorasi ini, ia hendak membangun gerakan-gerakan yang memiliki ruang dua dimensi dan 3 dimensi, sesuai dengan struktur komposisi tari yang mengikuti pembagian ruang pada konsep pemanggungannya. Lumpang dan alu besi yang dipergunakan dalam karya ini, ia munculkan untuk membentuk imaji ruang privat tempat seorang istri (perempuan). Sebuah penggambaran ruang dan aktifitas (perempuan) dalam mempersiapkan diri untuk dipersembahkan kepada suaminya. Kesatuan dan keutuhan tatanan ruang, gerak dan benda-benda tersebut, dipertemukan dengan kekuatan energi penari dan seakan-akan berada di dalam sebuah negatif foto. Tidak banyak warna, tapi mampu menampakkan dimensi ruang yang dalam.

 

Benarkah apa yang disampaikan oleh Ronggowarsito di dalam serat Kalatidha telah terwujud di dalam kehidupan saat ini? Pertanyaan dan kegelisahan inilah yang hendak diungkap oleh Yashinta Desy Natalia, di dalam repertoar berjudul Tanda yang juga akan dipentaskan di gelaran Jagongan Wagen nanti. Situasi sosial saat ini dirasakan oleh Yashinta seakan-akan berada di jaman edan, sebagaimana yang ditulis oleh Ronggowarsito. Suatu jaman yang tidak memiliki kejelasan ukuran-ukuran sosial untuk menandai keberadaan jaman itu sendiri. Satu-satunya ukuran adalah tataran nilai-nilai egosentris.

 

Di dalam karya ini, Yashinta akan menyajikan tatanan koreografi yang mengeksplorasi bentuk dan postur tubuh lengkung dan bungkuk di dalam tari tradisi Jawa pada masa lalu. Baginya, bentuk dan postur seperti itu, menampakkan sikap narimo, ikhlas, luruh, dan rendah hati. Sangat jauh berbeda saat ini, ketika emosi begitu cepat meluap dan tindakan manusia pun menjadi tak terkendali. Desain gerak di dalam karya ini, merupakan suatu penafsiran secara personal pada konsep tari Srimpi. Untuk memperkuat tafsir dan konteks jaman, Yashinta yang juga merupakan salah satu pendukung Opera Jawa (Requiem from Java) karya Garin Nugroho , akan menghadirkan syair dan tembang yang termuat di dalam serta Kalatidha hampir di sepanjang pertunjukan. ****************** (Besar Widodo, YBK)

 

 

 

 

 

 

 

Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK) is a non-profit performing arts center in Yogyakarta that advocates the performing arts as a medium for inclusive dialogue and learning in order to stimulate the creativity of artists and the general community. Serving artists and the general public, YBK cultivates learning processes through and about the arts by presenting works of artists, facilitating their professional development, and devising programs that increase community engagement with the arts.

 

Address:

Kembaran RT 04/RW 21 Tamantirto

Kec. Kasihan, Kab. Bantul

Yogyakarta - Indonesia

 

Tel/fax :  62 - 0274 - 376 394

E-mail :    info@ybk.or.id

Website : www.ybk.or.id

 


Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: