18 November 2008

[ac-i] Kucing dijadikan Menantu

Radar Banyuwangi
[ Selasa, 18 November 2008 ]
Mengikuti Tradisi Mantu Kucing di Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo
Selamatan Kampung dan Dipercaya Bisa Datangkan Hujan

Mantu kucing sudah menjadi tradisi warga Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Setiap tahun, warga tepi hutan tersebut selalu menggelar ritual itu untuk minta keselamatan dan agar segera turun hujan.

AGUS BAIHAQI, Situbondo

----------

Sumber mata air Mbah Umbulsari yang ada di bawah pohon Apak itu terlihat bersih. Lokasi ini berada di tepi sungai yang menjadi batas lahan hutan milik Perhutani dengan lahan persawahan warga. Di tempat ini, ada tiga sumber mata air yang tidak pernah mati.

Oleh warga, tempat tersebut cukup dikeramatkan. Setiap ada warga yang akan punya hajatan, mereka sering datang untuk minta keselamatan. Air yang berasal dari sumber mata air itu, selama ini juga dimanfaatkan oleh warga untuk bidang pertanian. "Ini kepercayaan warga," ujar Martoyo, 75, sesepuh warga Dusun Curahjati.

Tradisi mantu kucing yang dilaksanakan warga, ternyata sudah mulai dilakukan warga sejak 1930. Mulanya, warga daerah itu dilanda kemarau panjang yang meresahkan warga. Berbagai upaya seperti salat Istisqo dan tradisi tiban sudah dilakukan. Tetapi tetap tidak mampu mendatangkan hujan. "Waktu itu, yang menjadi lurah Mbah Wono Samudera," terang Martoyo.

Ditengah keresahan warga, Mbah Umbulsari ini mendatangi Lurah Wono Samudero. Dalam pertemuan itu, penunggu sumber mata air ini meminta kepada warga untuk melaksanakan mantu kucing. "Setelah mantu kucing dilakukan pada waktu itu, ternyata turun hujan," ujar Martoyo.

Sejak peristiwa itu, warga Curahjati selalu menggelar ritual mantu kucing setiap tahun. Biasanya, ritual ini dipelopori oleh para petugas pengairan di yang ada di desa. "Kalau tidak dilakukan mantu kucing, penunggu Mbah Umbulsari sering datang," cetusnya.

Martoyo mengaku tidak tahu, kenapa harus memilih kucing yang dinikahkan dalam ritual ini. Bahkan, hewan ini juga tidak bisa diganti dengan hewan dari jenis lain. "Kalau diganti dengan hewan lain, tidak akan diterima oleh penunggu sumber air Mbah Umbulsari," ujarnya.

Seperti ritual yang dilakukan oleh kebanyakan warga, tradisi mantu kucing ini selalu diikuti oleh banyak warga. Yang menarik, mantu kucing yang sudah berlangsung puluhan tahun itu selalu diprakarsai oleh warga. Pelaksanaannya juga dimotori secara swadaya oleh warga. Pemerintah belum pernah ikut aktif dalam tradisi tersebut.(bay)

 


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! __._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: