27 November 2008

[ac-i] Jawadwipa- Konser Gitar

Maaf jika terjadi cross posting karena saluran internet di kawasan Karta Pustaka sering eror di minggu teralkhir ini.
 

 

SIARAN PERS

 

KONSER GITAR KLASIK

JAWADWIPA GUITAR ENSEMBLE

(Rahmat Raharjo, Setyabudi Situmorang, Anton Asmonodento)

Sabtu, 29 November 2008, pkl. 19.30 wib.

Auditorium Fakultas Kedokteran UGM

Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta

Kontribusi penonton @ Rp. 5.000,00 

 

Karta Pustaka bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran UGM akan menyelenggarakan konser gitar klasik oleh Jawadwipa Guitar Ensemble (JGE) dari Yogyakarta, menampilkan 3 gitaris muda berbakat dengan prestasi yang cukup prestisius.

 

Rahmat Raharjo, peraih Grand Prize Spanish Guitar Award 2001, alumni Konservatori Musik Granollers Spanyol, pengajar di Jurusan Musik ISI Yogyakarta, dan pemegang diploma Guitar Performing dari Australian Music Examination Board. Setyabudi Situmorang, alumni Fakultas Pertanian UGM, pengajar gitar di YMI, dan Juara I Pesta Musik Yamaha 2001. Anton Asmonodento, lulus grade VIII Guitar Performing dari Australian Music Examination Board, pengajar gitar di YMI. Ketiganya berpengalaman mengikuti berbagai workshop dan masterclass dari gitaris-gitaris kelas dunia dari Belanda, Jerman, Spanyol, Inggris, Austria, Italia, dan Selandia Baru.

 

Gitar adalah instrumen musik yang paling populer di Yogyakarta. Dari kaki lima hingga ke ruang-ruang kelas musik, gitar hadir dalam berbagai genre musik, dimainkan dengan cara otodidak, eksperimental, maupun cara yang menuntut teknik dan persyaratan tertentu. Dari musik rakyat, tradisi, pop, hingga klasik, selalu ada repertoar yang menonjolkan atau mengistimewakan gitar. Pendek kata gitar adalah instrumen musik yang mampu melintasi segala ragam musik, dimainkan solo maupun kelompok. Di antara beragamnya musik yang menggunakan gitar, musik klasik pun mempunyai referensi yang panjang, bahkan sejak masa 1700-an hingga di abad XXI kini. Ini menggambarkan betapa gitar mengakar begitu dalam di dunia musik.

 

Kini tiga gitaris Yogyakarta, akan menghadirkan musik dari abad-abad yang lalu hingga abad XX, yang diciptakan nun di negeri yang jauh, dan di negeri ini. Musik karya Filipo Gragnani, Enrique Granados, Johannes Brahms, Manuel de Falla, Claude Debussy, Isaac Albeniz, Tchaikovsky, hingga Lennon-McCartney, dan Iwan Tanzil akan dihadirkan dalam dentingan gitar mereka yang meragam. Bersama Jawadwipa Guitar Ensemble, penonton akan dibawa melintas jaman, jarak, dan waktu, dari Danza Espagnola No. 2, menuju Ritual Fire Dance dan Golliwogg's Cake Walk, mencapai Here Comes the Sun dan The Nutcracker Suite sambil ber- Ampar-ampar Pisang hingga Suwe Ora Jamu. Bentang repertoar yang luas untuk sebuah konser musik gitar klasik.

 

Kontak: Pusat Kebudayaan Indonesia-Belanda "Karta Pustaka"

Jl. Bintaran Tengah 16, Yogyakarta 55151

T. (0274) 383792  F. (0274) 377124  E. kpustaka@indosat.net.id




No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.549 / Virus Database: 270.9.6/1797 - Release Date: 11/18/2008 11:23 AM
__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: