18 November 2008

[ac-i] INVITATION, Galeri CANNA " THE ORDINARY AND THE FAMOUS"

 
----- Original Message -----
From: canna
Sent: Tuesday, November 18, 2008 4:13 PM
Subject: INVITATION, Galeri CANNA " THE ORDINARY AND THE FAMOUS"

 

 
 

Galeri Canna

cordially invites you to the opening exhibition 

 

I NYOMAN DARYA & I NYOMAN ADIANA

"THE ORDINARYAND THE FAMOUS"

Curator: Wahyudin

officiated by: " DEWA BUDJANA"

Saturday, November  22nd, 2008, 19.30  PM

 

at   

Galeri Canna

Jl. Boulevard Barat Raya Blok LC 6 No 33 - 34

Kelapa Gading Permai - Jakarta Utara 14240, Indonesia

p: (62-21) 4526429-30, 4522536

081316677618, 08153961362

f: (62-21) 4534667

canna@cbn.net.id          www.galeri-canna.com

(exhibition will be held until December  7, 2008)

 

 

 

 

 

 

Sinopsis

 

Pada Kesempatan ini, Darya dan Adiana dalam tajuk pamerannya, "The Ordinary and The Famous" menampilkan sejumlah karya figuratif yang mengesankan dalam mengeksplorasi pokok perupaan manusia atau tubuh manusia. Apalagi kedua pelukis muda Yogyakarta asal Bali ini terbilang cukup intens menggarap potret diri manusia sebagai pokok perupaan mereka belakangan ini.

Intensitas itu menghadapkan mereka bukan hanya pada pergulatan dengan sosok-sosok manusia yang berwarna-warni, tapi juga refleksi kemanusiaan yang tergurat di kanvas. Laku kreatif mereka ini rupanya berkenaan dengan apa yang pernah diamanatkan oleh Leonardo Da Vinci via Jack Weatherford dalam Sejarah Uang (Yogyakarta: Bentang Pustaka, 2005: 121): "Pelukis yang baik pada dasarnya harus melukis dua hal: manusia dan ide-ide di kepala manusia".

Dalam pameran ini I Nyoman Adiana mengetengahkan dalam kanvas-kanvasnya potret diri orang-orang biasa yang dekat dengan kehidupannya. Mereka adalah saudara sedarah, kolega seprofesi, dan teman sehati, yang kerap berbagi suka-duka dalam hidup sehari-harinya.

Ada semacam upayanya mempertautkan diri dengan mereka—dengan cara mengabadikan ekspresi wajah mereka pada kanvas-kanvasnya. Dalam hal ini ia tak bekerja sendirian—ada mata kamera yang membantunya mengawasi wajah-wajah itu tetap terjaga dalam lembaran-lembaran foto. Dari sini ia menyalinnya satu demi satu  ke dalam kanvas dengan hati-hati.

Dalam perspektif yang berbeda, wacana tersebut termaktub dalam lukisan-lukisan I Nyoman Darya. Pada pameran ini, Darya mengusung lukisan-lukisan yang menggurat tokoh-tokoh publik dalam beragam ekspresi yang mengantarkan kita pada dimensi karikatural tentang tokoh-tokoh terkenal itu.

Para politisi, selebritas, musisi, dan olahragawan, yang tergambar di kanvas-kanvas Darya itu, kita tahu, semuanya tersohor di mata publik.  Benang merah wacana yang mengaitkan karya-karya I Nyoman Adiana dan I Nyoman Darya dalam pameran ini adalah wacana di seputar manusia dan ide-ide kemanusiaan. Dengan cara sendiri-sendiri, mereka mengejawantahkan wacana tersebut di kanvas—dan meyakinkan kita bahwa setiap manusia, baik yang biasa maupun yang tersohor, memiliki value judgement antara satu dengan lainnya. Tak dari itu, mereka merupakan kesatuan dari eksitensi yang berbeda-beda, tapi memiliki martabat kemanusiaan yang sama.

Orang-orang biasa dan sederhana yang tak dikenal. Para kawula, penonton, penggemar, betapapun bukan sesiapa, mereka memiliki "kualitas dewa" yang niscaya mampu membolak-balikan nasib para pesohor. Merekalah, seperti tersirat dalam lukisan Darya berjudul "Change: I'm Asking You to Believe", yang membuat "wajah" Amerika Serikat berubah dengan memilih Barack Husein Obama sebagai "sinyo" hitam di Gedung Putih, untuk memakai kata-kata Tempo (edisi 10-16 November 2008: 98), presiden kulit hitam pertama sejak Amerika merdeka 232 tahun silam.

Maka menjadi sangat beralasan untuk dikatakan bahwa di balik kesuksesan seorang politikus, popularitas seorang selebritas, musisi, dan bintang panggung hiburan, terdapat orang-orang biasa, rakyat kecil, penggemar dan penonton, yang menggayuh, memanggil, mengharap, dari sebuah jarak yang "jauh di mata tapi dekat di hati".

 

Jakarta, 22 November 2008

—wahyudin        

                          

__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: