17 November 2008

[ac-i] Iblis Bukan Saingan Tuhan

PUBLIK budaya Surabaya akan disuguhi kolaborasi Teater Dinasti Jogjakarta dengan kelompok musik Kiai Kanjeng, di Gedung Gramedia Expo, 19 November. Pertunjukan yang dimulai pukul 20.00 itu membawakan lakon `Tikungan Iblis' karya budayawan Emha Ainun Nadjib. Pementasan yang diselanggarakan Komunitas Bang Bang Wetan (BBW) dan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) ini merupakan bagian dari tur Teater Dinasti ke sejumlah kota, setelah Agustus lalu tampil perdana di Taman Budaya Yogyakarta.


Apa yang akan ditawarkan Dinasti sekarang melalui Tikungan Iblis?

Tikungan Iblis mencoba menawarkan tesis yang berbeda dari pemahaman Iblis yang klasik. Yakni, Iblis bukan saingan Tuhan untuk menguasai manusia. Iblis adalah sosok penting yang menjadi ''alat'' Tuhan untuk menunjukkan kebesaran-Nya bagi umat manusia. Iblis adalah sosok yang menjadi aktor strategis bagi Tuhan untuk memberikan berbagai tantangan bagi manusia untuk memperjuangkan martabat dan eksistensinya. Ia menawarkan ''antitesis'' atas ''tesis'' Tuhan, agar manusia mampu menggenggam sintesa: nilai-nilai Ilahiyah secara utuh, mendasar, dan mengakar karena nilai-nilai itu tidak otomatis hadir sebagai paket, melainkan diraih melalui perjuangan yang keras dan mendidih. Sehingga ketika manusia mengakui eksistensi Tuhan --dengan seluruh nilai-nilai idealnya, maka pengakuan itu tidak artifisial, melainkan substansial. Lakon ini bukan merupakan ''pembelaan'' atas Iblis melainkan mencoba memperluas cara pandang manusia atas sosok Iblis. (**)

 

Penulis Naskah Emha Ainun Nadjib, Tim Sutradara  Jujuk Prabowo, Fajar Suharno. Parampara/supervisor/kontributor gagasan: Emha Ainun Nadjib, Indra Tranggono, Simon Hate, Toto Rahardjo, Fauzie Ridjal, Penata Musik Bobiet Santoso Art Director/Multimedia Ipung Way Ming

Para Pemeran: Joko Kamto (Smarabhumi/ Ibllis), Novia Kolopaking (Siti Majnunah), Novi Budianto (Prawiro), Setheng (Prawijo), Chithut DH (Prawito), Kumbo  Makumbo (Prawidi), Joko Kusnun (Prawikun), Fajar Suharno (Maula Hasarapala), Bambang Sosiawan (Maula Hajarala), Tertib Suratmo (Maula Jabarala), Untung Basuki Maula Makahala), Jujuk Prabowo (Khabil), Jijit (Qabil), Jemek Supardi (Tapel), Agung Gareng (Tapel), Toro Marhen (Tapel), Irfan (Tapel), Whieka M (Tapel), Rina (Tapel), Delvi (Tapel), Delina (Tapel), Riska (Tapel), Ve (Tapel), Shelly (Tapel), Ratri (Tapel). Pemain Anak-anak : Hayya, Jembar, Dimas, Tido, Lintang, Krisna

Tim Produksi >> Pimpinan Produksi : Ahmad Syakurun Muzakki Manajer Produksi: Eko Nuryono Bendahara : Muh Zaenuri Seksi Publikasi : Helmi Mustofa, M. Sholahuddin Seksi Transportasi : Agus Santoso  Seksi Perlengkapan : Godor Widodo Seksi Keamanan : Rahmat Mulyono Seksi Latihan : Jujuk Prabowo

Konfirmasi Acara
Cak Rahmat
0817370899

__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: