25 November 2008

[ac-i] Hudan Hidayat : Seorang Kawan Sakit Di Negeri Nan Jauh

Seorang Kawan Sakit Di Negeri Nan Jauh
Oleh: Hudan Hidayat
 

Secarik Percik Dari Apsas :

 

Memaknai Kosong

 

Seorang  Kawan Sakit Di Negeri Nan Jauh

 

(Hudan Hidayat)

 

 

bisa kita katakan, puncak keunikan itu adalah permainan di hari terakhir: semacam adu penalti dalam sepak bola. tehnik, ketegaran pun, tak lagi banyak menentukan. satu-satunya yang membuat gol atau tidak gol adalah janji kita sendiri itu. terry boleh berurai air mata saat terjatuh dan bola yang disepaknya melambung jauh ke atas gawang, dan ini bukanlah soal lapangan yang licin atau dia kesalahan tehnik mengambil penalti, ini semua hanyalah nalarnya, tapi di balik semua itu kembali lagi: janji yang pasti datang itu sendiri.

tarrow tersenyum dan berkata dia baik baik saja kepada rieux, saat kawannya itu menanyakan bagaimana kabarnya. ia gagah mengalami saat saat yang mendebarkan itu. gagah bisa kita ubah dengan indah: ada perasaan keindahan diam diam dalam hati saat melihat tarrow yang mengalami detik detik terakhirnya.

keindahan yang datang dari mampatnya pengalaman dan perasaan serta terbentangnya dunia yang dijanjikan. saya berpikir juga mungkin kehendak untuk memuaskan pengetahuan kepada dunia yang tak terpermanai itu membuat socrates akhirnya memaksakan diri minum racun. semacam dorongan untuk sesegera mungkin menyongsong kematian tapi bukan datang dari alam sadar: datang dari dunia tak sadar manusia.

kematian itu hendak kita alami secepatnya, tapi kenangan akan dunia membuat kita merasa seolah ingin menundanya.

aduh apa nian beda hidup dan mati? semua akan mati dan akan mengalami detik detik yang menentukan itu.

agaknya sebuah kebajikan apa bila kita bisa mendamaikan sebuah rentang hidup dan mati: biarlah ia mengalir seperti air heraklitos mengalir. biarkan permainan pikiran mendapatkan bentuk negasinya dan kita menikmati saat saat yang paling menentukan itu dengan mencatat setiap denyar dan debarnya.

tuhan, jadi beginilah hidupmu ini. jadi beginilah saat saat akhirmu ini. aku mencatatnya dan meresapkannya dengan bahagia. jangan kau tinggalkan aku tuhan. peganglah tanganku dan jadikan aku mempelaimu. jangan tinggalkan aku dan jadikan aku menghadapinya tanpa linangan air mata.

hudan yang menyayang kohar.

 

*



--- Pada Sen, 24/11/08, abdul kohar ibrahim <kohar_be@> menulis:
Dari: abdul kohar ibrahim <kohar_be@>
Topik: Re : Bls: Re : Bls: [*Apresiasi- Sastra*] kosong
Kepada: Apresiasi-Sastra@ yahoogroups. com
Tanggal: Senin, 24 November, 2008, 9:11 AM

perjalanan belum lagi usai, hudan, masih panjang
(aku akan dioperasi lagi, yang ke-4 kali)
sensasi kosong itupun bisa terasa pada masa menjelang masuk terowongan
seketika kembali terjaga ah ternyata aku masih bisa menghirup udara
(aku bersyukur bingkisan darimu takkan pernah sirna)
 
hudan, yang kosong itu sebenarnya juga yang sublim
dan kita sepertinya selalu gairah tergugah menggubah nan indah
 
salam hangat senantiasa,
(kohar)
 
btw:
maaf, penerbitan buku buku belum rampung
tapi jangan kuatir, begitu rampung akan kami kirim ke alamat hudan, yah?
1. sekitar polemik pramoedya-lekra vs manikebu
2. kucerpen bersama lisya: "intuisi melati"
3. novel: "sitoyen saint-jean: antara hidup dan mati"
4. kupuisi "untukmu kekasihku hanya hatiku"
 
sabar, yah, hudan.

 

*



--- En date de : Lun 24.11.08, Hudan Hidayat <HudanHidayat@ yahoo.com> a écrit :

De: Hudan Hidayat <HudanHidayat@ >
Objet: Bls: Re : Bls: [*Apresiasi- Sastra*] kosong
À: Apresiasi-Sastra@ yahoogroups. com
Date: Lundi 24 Novembre 2008, 9h52

nampaknya telah keluar dari terowongan seperti negeri salju ya bung kohar? senang mendengarnya.

hudan

 

*



--- Pada Sen, 24/11/08, abdul kohar ibrahim <kohar_be@ > menulis:
Dari: abdul kohar ibrahim <kohar_be@ >
Topik: Re : Bls: [*Apresiasi- Sastra*] kosong
Kepada: Apresiasi-Sastra@ yahoogroups. com
Tanggal: Senin, 24 November, 2008, 8:46 AM

k o s o n g
 
ku melayang layang senang
 
(k)

 

*

--- En date de : Lun 24.11.08, Hudan Hidayat <HudanHidayat@ > a écrit :

De: Hudan Hidayat <HudanHidayat@ >
Objet: Bls: [*Apresiasi- Sastra*] kosong
À: Apresiasi-Sastra@ yahoogroups. com
Date: Lundi 24
Novembre 2008, 6h29

wahyu agung : kosong

sutardji calzoum bahcri : ha ha

dua kehendak yang suatu ketika mungkin bisa mencapai permainan yang akan melihat wajah lain dari penulisan puisi. keren semangatnya.

hudan

--- Pada Sen, 24/11/08, wahyu agung <wahyu_agung06@ > menulis:
Dari: wahyu agung <wahyu_agung06 >
Topik: [*Apresiasi- Sastra*] kosong
Kepada: Apresiasi-Sastra@ yahoogroups. com, apakabar@yahoogroup s.com, bumimanusia@ yahoogroups. com, jurnalisme-sastra@ yahoogroups. com, KKAS@yahoogroups. com, komunitas_cinta@ yahoogroups. com, komunitaspuisi_ flp@yahoogroups. com, koran-sastra@ yahoogroups. com, kossakata@yahoogrou ps.com, lingkarpena- hongkong@ yahoogroups. com, mnemonic@yahoogroup s.com, musyawarah-burung@ yahoogrops. com, penyair@yahoogroups .com, puisi@yahoogroups. com, puisi-indonesia@ yahoogroups. com, rumahdunia@yahoogro ups.com, sanggar_kinanah@ yahoogroups.
com, saujanaku@yahoogrou ps.com, wartawan@yahoogroup s.com...lanjut
Tanggal: Senin, 24 November, 2008, 4:53 AM

 
kosong
 
 
 
 *
 Catatan : Sekedar ilustrasi gambar Si Gemini - A.Kohar Ibrahim.
 
 

__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: