04 November 2008

[ac-i] Fakultas Teknik Unsyiah Dan Impian Anak SMA di Banda Aceh

Ketika aku masih SMA, reputasi Fakultas Teknik Unsyiah dan
mahasiswanya yang sangat aktif membuat berbagai kegiatan sangatlah
mentereng. Kami para cowok jurusan A1 ini bisa dikatakan semuanya
bermimpi untuk bisa kuliah di fakultas itu, sementara yang cewek agak
terbagi. Cewek yang menonjol kemampuan otaknya juga sama seperti kami
para cowok, berharap nantinya setamat SMA bisa kuliah di Fakultas
Teknik Unsyiah. Sementara para cewek yang menonjol di segi penampilan,
keindahan wajah dan estetika bentuk, bermimpi untuk punya pacar
mahasiswa Fakultas Teknik Unsyiah.

Suatu hari, waktu guru yang mengajar di kelasku berhalangan masuk.
Aku pernah mengobrol dengan Wirna, teman cewek yang duduk tepat di
depanku dan tidak pernah absen mencontek pekerjaanku disetiap ulangan,
terutama ulangan bahasa Inggris. Pada waktu itu kami sudah di
semester akhir di kelas tiga menjelang Ebtanas jadi kamipun saling
bertukar pendapat tentang kemana kami akan melanjutkan setelah SMA.
Aku jelas tanpa ragu sedikitpun mengatakan akan melanjutkan ke
fakultas teknik, kepada Wirna kukatakan aku akan mengambil jurusan
teknik sipil, ITB pilihan pertama dan Unsyiah pilihan kedua.

Wirna, cewek paling cantik di kelasku atau bahkan mungkin di seluruh
SMA negeri 2 Banda Aceh yang selalu membawa sisir besar di tasnya dan
disetiap waktu luang jeda antar pelajaran selalu menyisir rambut
lurusnya yang hitam berkilau panjang sampai ke punggung, sangat
mendukung pilihanku. Meskipun Wirna dan juga aku sendiri tidak begitu
yakin kalau aku bisa diterima di fakultas itu.

Kalau aku sudah sangat mantap dengan pilihanku, Wirna sendiri cukup
tahu diri. Dia sama sekali tidak berniat masuk ke fakultas teknik
karena sadar kalau dia sangat lemah di penguasaan ilmu-ilmu eksak, dan
sebenarnya dia sendiripun sama sekali tidak berminat pada ilmu-ilmu
eksak semacam fisika dan kimia. Dulu ketika kelas satu dia memilih
jurusan A1 atau fisika, adalah karena dia sangat yakin tidak akan
diterima di jurusan ini. Harapannya kalau tidak diterima di jurusan
ini dia akan dibuang ke A2 atau biologi. Tapi saat naik ke kelas dua,
ketika siswa dipisahkan sesuai jurusan. Dalam pembagian jurusan, Wirna
malah benar-benar diterima di jurusan A1.

Aku ingat waktu kami naik ke kelas dua dulu saat aku dan beberapa
teman yang lain memeriksa daftar nama siswa yang sekelas dengan kami.
Kami sama sekali tidak melihat daftar nama cowok, tapi hanya fokus
pada nama cewek yang ternyata cuma 6 orang dari seluruh 42 siswa di
kelas kami, 2 fisik 2. Kami agak sedikit kecewa tapi langsung bersorak
kegirangan ketika melihat ada nama Safdwirna Yudiani Putri diantara 6
orang cewek di daftar siswa di kelas kami.

Sejak kelas satu saat pertama kali masuk sekolah, Wirna yang duduk di
kelas 1.2 selalu menjadi pembicaraan seluruh cowok di SMA 2 mulai dari
kelas satu sampai kelas tiga. Bahkan kalau kami berkenalan dengan
cowok-cowok SMA lainpun, saat kami mengatakan kami bersekolah di SMA
2, pertanyaan pertama yang mereka ajukan adalah "kenal sama Wirna?".
Kelas 1.2 sendiri secara ajaib merupakan tempat berkumpulnya hampir
seluruh makhluk cantik yang masuk ke SMA 2 pada tahun 1989.
Cewek-cewek tercantik angkatan kami, mulai dari Cut Keumala Sari, Lulu
dan juga Wirna sendiri berkumpul di kelas itu. Saat naik ke kelas dua,
semua makhluk cantik di kelas 1.2 itu masuk ke kelas 2 bio1, kecuali
Wirna sendiri yang terdampar di kelas kami.

Kalau kami kegirangan melihat kenyataan itu tidak demikian dengan
Wirna, saat itu dia sangat kecewa dan sempat menghadap ke kepala
sekolah agar dia bisa dipindahkan ke kelas 2 bio 1. Keinginan Wirna
ini langsung mendapat tantangan keras dari kami, seluruh cowok kelas 2
fisik 2, alasan kami, kalau Wirna pindah, komposisi kelas kami akan
menjadi sangat tidak seimbang, sehingga kelas kami akan sulit
menjalankan tugas sebagai pelaksana upacara bendera, karena tanpa
Wirna di kelas kami hanya akan ada 5 cewek. Lagipula kalau Wirna
pindah jumlah ceweknya akan ganjil sehingga akan ada satu cewek yang
tidak punya teman sebangku, begitu argumen kami. Padahal kalau mau
jujur, sebenarnya kami rela-rela saja kalau semua cewek di kelas kami
itu pindah ke kelas lain asal Wirna tetap di kelas kami.

Wirna tertunduk lesu ketika kepala sekolah tidak mengabulkan
permintaannya, sementara kami semua bersorak kegirangan seperti habis
memenangkan Tx 2 Cup. Turnamen sepakbola tidak resmi antar kelas di
SMA 2 yang setiap tahunnya diselenggarakan oleh klas 2 fisik 2. Sejak
itu kami selalu bisa jumawa kepada anak kelas lain di SMA 2, "bio 1
boleh paling banyak cewek cantiknya, tapi yang paling cantik di SMA 2
ada di kelas kami", FISIK 2... begitu yang sering kami katakan kepada
anak-anak kelas lain saat duduk nongkrong sambil akan mie di kantin
kak Anik waktu jam istirahat. Ironisnya meskipun kami selalu
berkoar-koar seperti itu, dari seluruh cowok kelas kami yang dikenal
bandel dan berangasan yang bisa dikatakan seluruhnya merupakan fans
berat Wirna. Sampai kami tamat dari SMA 2, tidak ada satupun yang
punya nyali (termasuk aku) untuk bilang suka pada Wirna.

Kembali ke obrolan kami, aku dan juga teman-teman sekelasku dan juga
termasuk guru-guru kami sebenarnya tidak begitu yakin kalau banyak
anak-anak kelas kami akan bisa lulus UMPTN apalagi kalau jurusan yang
diambil adalah di Fakultas Teknik Unsyiah. Alasannya masuk ke fakultas
favorit itu sangat sulit, saingan kami banyak. Yang paling berat tentu
anak-anak dari SMA Negeri 3 Banda Aceh, setiap tahun mereka seolah
pindah kelas ke fakultas-fakultas favorit di Unsyiah semacam
Kedokteran, Teknik dan Ekonomi. Di fakultas-fakultas yang kurang
favorit seperti pertanian, FKH, MIPA dan Hukum pun mereka tetap
dominan. Dari seluruh fakultas di Unsyiah, hanya FKIP yang tidak
didominasi oleh anak-anak SMA 3. FKIP yang kependekan dari Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini didominasi oleh anak-anak daerah.

Selain SMA 3, dalam UMPTN kami juga harus bersaing dengan anak-anak
dari SMA 1 dan SMA 5 yang juga secara kualitas dianggap lebih tinggi
dibandingkan sekolah kami, SMA 2 yang di Banda Aceh lebih dikenal jago
dalam bidang olah raga, kebut-kebutan dan tawuran dengan STM.

Selain SMA-SMA yang saya sebutkan, masih ada anak-anak dari SMA di
Lhokseumawe, kota yang merupakan lokasi perusahaan-perusahaan
multinasional yang kalau ikut memilih fakultas teknik akan merupakan
saingan berat kami. Untungnya anak-anak SMA Lhokseumawe yang
pintar-pintar yang kebanyakan adalah anak-anak dari pekerja di
perusahaan-perusahaan besar itu, kurang begitu berminat kuliah di
Banda Aceh. Biasanya mereka lebih memilih kuliah di Medan, Jakarta,
Bandung atau Jogjakarta. Anak-anak dari daerah lain meskipun pasti ada
beberapa orang yang juga pintar, tapi secara umum anak-aak dari daerah
ini tidak begitu kami perhitungkan sebagai saingan dalam UMPTN.
Sedangkan SMA 4 dan SMA 6 dianggap kualitasnya masih dibawah atau
paling jauh setara dengan kami.

Di SMA 2 sendiri, kualitas siswa-siswa kelas kami dianggap kalah
dibandingkan anak-anak 3 fisik 1. Anak kelas kami dikenal bandel
seperti anak Sos 2. Kami sekelas pernah diskors dilarang masuk kelas
selama dua hari gara-gara sehari sebelumnya kami bolos massal sehabis
jam istirahat pertama. Kami sekelas bolos karena ingin menonton film
Dono di TPI, stasiun televisi baru yang menanyangkan banyak acara
menarik. Kami terpaksa bolos karena TPI hanya tayang di pagi hari di
saat jam sekolah, sore dan malam harinya seluruh acara kembali
diborong oleh TVRI, satu-satunya stasiun TV yang kami kenal selama ini
yang sekarang jadi terlihat membosankan sejak adanya TPI.

Dengan latar belakang seperti itulah, meskipun sangat menginginkan
kuliah di Fakultas Teknik Unsyiah aku sendiri sebenarnya tidak yakin
bisa diterima, memang dalam daftarku Unsyiah hanya pilihan kedua
setelah ITB. Tapi ITB yang pilihan pertama sebenarnya hanya
formalitas saja, karena jelas mustahil aku bisa diterima di sana. ITB
tetap kujadikan pilihan pertama karena siapa tahu ada mukjizat waktu
UMPTN, siapa tahu tiba-tiba berada satu ruangan dengan anak-anak
pintar dari SMA 3 dan bisa mendapatan contekan.

Dari seluruh 42 siswa di kelas kami, 3 fisik 2, hanya satu orang yang
kami yakini akan lulus UMPTN dan diterima di Fakultas Teknik Unsyiah.
Namanya Syahrial yang akrab kami panggil 'Syeh' yang secara fisik dan
penampilan terlihat sangat tidak meyakinkan, kurus, lusuh dan sama
sekali tidak ada ganteng-gantengnya. Tapi teman sekelas kami yang
berasal dari Kluet Utara dan tinggal ngekos di Lam Pulo ini entah
kenapa sangat pintar di bidang fisika, kimia dan matematika.
Belakangan setelah kuliah, menilik penampilan fisiknya ini, untuk
Syahrial aku aku mempopulerkan panggilan 'Levi's' sebagai pengganti
panggilan akrab sebelumnya 'Syeh'. Nama baru buatanku ini merupakan
kependekan dari 'lemah visik dan syahwat'. (kalo kee baca tulisan ini
jangan marah ya vis...he he he).

Menyadari sulitnya persaingan untuk masuk ke Fakultas Teknik Unsyiah,
aku sendiri sejujurnya tidak yakin akan lulus, aku katakan ke Wirna
kalau seandainya aku tidak lulus, aku akan ke Bandung dan di sana aku
akan mengambil kursus intensif persiapan UMPTN selama setahun.

Wirna sendiri, katanya berminat masuk PDPK yang merupakan D3
kesekretariaan di bawah fakultas ekonomi yang penerimaan mahasiswanya
di luar jalur UMPTN. Di Unsyiah anak-anak PDPK yang rata-rata cantik
ini dikenal sebagai incaran anak-anak teknik. Di Teknik sendiri ada
ungkapan "Di Unsyiah Teknik adalah rajanya dan PDPK ratunya". Jadi
tanpa dia jelaskanpun, aku jelas paham maksud Wirna memilih masuk ke
jurusan itu. Aku makin meyakini alasan ini karena sebelumnya Wirna
yang sampai saat kami mengobrol itu belum punya pacar, pernah bilang
kalau saat mendengar kata anak teknik dia merasa kesannya orang itu
macho sekaligus intelek. Itu kata Wirna, tapi kupikir ada satu alasan
lagi yang tidak Wirna katakan, kuliah di Fakultas Teknik Unsyiah
artinya masa depan terjamin.

Cewek-cewek dari kebudayaan manapun di muka bumi ini, sebagaimana juga
hampir semua makhluk berkelamin betina secara instingtif selalu
mencari pejantan yang mampu memberi perlindungan. Bagi manusia modern
yang hidup di zaman sekarang, perlindungan yang paling sempurna adalah
mapan secara ekonomi. Oleh cewek-cewek seperti Wirna teman saya ini,
mahasiswa Fakultas Teknik Unsyiah dianggap akan mampu memberikan
perlindungan seperti itu di masa depan.

Dasar dari anggapan bahwa mahasiswa Fakultas Teknik Unsyiah akan mampu
memberikan perlindungan seperti itu di masa depan adalah kenyataan
yang kami saksikan sendiri pada waktu itu. Di Banda Aceh pada awal
tahun 1990-an, tidak ada sejarahnya lulusan Fakultas Teknik Unsyiah
khususnya jurusan Teknik Sipil yang menganggur. Sarjana teknik sipil
yang baru tamat pada waktu itu biasanya langsung mendapat tawaran
kerja dari berbagai pemilik perusahaan konstruksi yang biasanya juga
adalah alumni Unsyiah untuk bekerja di tempat mereka. Biasanya dalam
waktu kurang setahun si sarjana baru ini sudah bisa membeli mobil dan
beberapa tahun kemudian sudah bisa membangun rumah.

Begitulah sejarahnya kenapa aku memilih dan akhirnya benar-benar
kuliah di jurusan Teknik Sipil Unsyiah.

Wassalam

Win Wan Nur
www.winwannur.blogspot.com

------------------------------------

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:artculture-indonesia-digest@yahoogroups.com
mailto:artculture-indonesia-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
artculture-indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: