27 November 2008

[ac-i] dari arsip andi makmur makka: "fried chicken" lokal

DARI ARSIP ANDI MAKMUR MAKKA
The Habibie Center,Jakarta
 

 

"Fried Chicken "lokal.

A.Makmur Makka


Berdiri di jalan Sabang atau berada dalam mal-mal di Jakarta , kini hampir terasa sama jika kita berada di jalanan di Amerika Serikat. Di Jakarta telah lama kita temui restauran cepat saji seperti Mc Donald, Kentucky Fried Chicken, Pizza Hut, Dunkin Donat, Subway, Wendy's, serta penjual Coca Cola ketengan disetiap pojok jalan.Tidak hanya di Jakarta, produk seperti Mc.Donald, Pizza Hut dan Kentuky Fried Chicken malah sudah merambah di hampir semua kota besar di Indonesia. Di Jakarta,d melalui parabola atau kabel televisi  kita bisa menonton siaran televisi CNN, ABC atau CBN. Pada saat di Amerika Serikat kita bisa menonton Larry King mewawancarai mantan First Lady Nancy Reagan dalam memperingati 90 tahun usia mantan Presiden Ronald Reagan,- walaupun berbeda waktu duabelas jam-, tetapi pada saat itu juga kita menonton siaran yang sama. Di Jakarta kita menonton acara penyerahan Piala Oscar atau Grammy Award yang menampilkan tamu Julia Robert,Sandra Bullock, Nicole Kidman atau Chaterina Zeta-Jones.Mereka menggunakan pakaian gemerlapan dan mengundang mimpi rancangan Donna Karan,Girgio Armani, Calvin Klein atau Emanuel Ungaro. Pada acara lain sepanjang hari,kita bisa menonton filem kartun dari TCM yang menampilkan Donald Duck, pelaut Popeye atau Rugrats dengan anak-anak balita Tommy atau Angelicayang nakal . Kita mulai merasa tidak ada yang aneh dengan semua ini. Tetapi seorang Jack Lang, menteri kebudayaan Prancis di tahun l983, pernah marah-marah ketika //soap opera// Dallas , filem seri  Amerika sedang memukau pemirsa seluruh dunia. Di Hongkong , Australia . Turkey atau Inggeris,termasuk Indonesia , jika opera sabun ini ditayangkan, jalanan pada sepi dan semua kegiatan jadi terhenti. " Itulah simbol imperialisme budaya Amerika ", kata Jack Lang. Imperialisme budaya biasanya diartikan ketika tradisi dan budaya lokal terpukul dan terancam menghilang oleh membanjirnya  produk komersial dan produk media,umumnya datang dari Amerika Serikat.    dari barat tahun tujuh puluhan ,telah membuat kita kehilangan lemonade  produk kampung atau sasaparila, produk minuman botolan yang merakyat. Gantinya adalah coca cola, pepsi cola dan root beer produk industri multinasional Amerika Serikat. Tetapi tidak semua penetrasi itu diterima dengan negatif,karena bukankah kemudian ada juga rakyat kecil yang kreatif membuat sinkritisasi dan hibrida  dengan membuat fried chicken,pizza, chicken nugget  dan hamburger lokal yang bisa dijajakan di warung dan jalanan.Atau ayam goring Ny.Soeharti dan rumah makan Padang yang tidak merasa hadirnya pesaing asing.Drama radio Saur Sepuh juga pernah bersaing dengan opera sabun "Dallas" ditahun delapan puluhan,sama dengan Misteri Gunung Merapi dan Srimulat yang kini tetap diperingkat atas dalam acar televisi kendatipun ada serbuan telenovela buatan Madrid,Spanyol.Sengaja atau tidak disengaja oleh dunia barat,tokh akhirnya kita memasuki globalisasi ekonomi, dimana pusat kegiatan produksi,konsumsi dan sirkulasi, kapital,sumber daya, manajemen,teknologi dan pasar diatur secara global. Pada waktu itu kita tidak bisa lagi bicara soal hagemoni,imperialisme budaya atau mengeluh tentang konsumerisme karena anak-anak kita berkumur -kumur Coca cola sebelum berangkat sekolah dipagi hari



KEKUATAN

A.Makmur Makka

( Dengan berakhirnya "pemerintahan" partai Republik, terakhir dipimpin  Presiden  Bush junior, Presiden "terburuk" dalam sejarah Amerika Serikat, maka harapan perubahan kini ditujukan kepada Presiden terpilih Barack Obama.)  

Mengenang pendahulu Obama, orang akan teringat  ketika Amerika terlibat dalam perang Vietnam, ketika di Amerika ada kelompok yang dijuluki  "dove" atau  mereka yang tidak setuju keterlibatan Amerika dalam perang .Yang lainnya disebut kelompok  "hawk" atau yang mendukung keterlibatan Amerika dalam perang. Jumlah yang pendukung  "dove" lebih banyak dari "hawk", ini terlihat jika diadakan jajak pendapat.Tetapi pemerintah Amerika tetap saja  berperang di Vietnam sambil akhirnya terusir secara tidak terhormat.Kenapa semua itu terjadi ? Noam Chomsky, guru besar bahasa di MIT Massachusetts yang sangat vocal melemparkan kritik ke pemerintah sekarang
ini,memperkenalkan  kata " manufacture of concent" ,arti halus dari  "mengontrol pikiran". Di negara seperti Amerika Serikat , jika  pemerintah tidak bisa memaksa orang dengan kekuatan, maka cara terbaikadalah  mengontrol apa yang mereka pikirkan. Orang terdidik , media nasional  telah  mempercepat semuaini bisa terjadi, kata Chomsky . Mungkin itu sebabnya dalam  perang Vietnam , Amerika merasa tidak  pernah ada yang salah dalam kebijakanpolitik luar negerinya. Padahal  berapa rakyat Vietnamatau yang  disebut "Viet Cong" dibantai selama perang Vietnam dari  tahun l962 sampai l972. Bukan seribu dua ribu, tetapi puluhan  ribu, tetapi tidak ada rakyat Amerika yang pernah mengatakan bahwa mereka telah melakukan "genocide" ? . Sekitar 550.000 tentara Amerika, sejumlah besar adalah anak-anak muda  di kirim ke perang Vietnam . Ribuan diantaranya  gugur dalam perang Vietnam , bahkan ribuan lainnya sekarang masih dinyatakan hilang , tetapi tidak ada yang mengatakan bangsa ini telah melakukan pembunuhan massal pada anak-anak terbaik mereka sendiri ? Bahkan orang Amerika bisa menikmati bagaimana cara-cara pasukan Amerika membantai rakyat Vietnam dengan gaya filem Rambo yang dibintangi Silver Stalonne, sambil menikmati popcorn. Lebih jauh lagi, tidak ada yang berteriak meminta  "rezim Kennedy", "rezim
L.B.Johnson", atau  " rezim Richard Nixon" bertanggung jawab. Tidak pernah ada  yang berusaha mau menghadirkan Jenderal West Moreland , panglima Angkatan Perang Amerika saat perang Vietnam untuk ditanyai di mahkamah militer internasional. Seperti  jika pemerintah Amerika sekarang berhadapan dengan negara dunia ketiga dalam kapasitasnya sebagai pejuang hak-hak azasi manusia . Berapa wartawan perang yang tertembak dan mati  selama perang Vietnam , tetapi orang Amerika tidak pernah  berani menuntut jenderal Vietnam Utara yang gagah perkasa itu ? karena korban
dan penderitaan rakyat Vietnam lebih banyak. Bacalah sejarah Amerika, kata Chomsky,  dan cari mengenai perang Vietnam , anda tidak banyak  menemui cerita mengenai invansi  atau agresi Amerika di Vietnam. Dalam sistem doktrin Amerika , peristiwa itu di luar dari sejarah.  Jika kami menggunakan kekuatan, itu karena kami Amerika. Kami bangsa yang  diperlukan, kami berdiri tinggi, kami melihat jauh ke masa depan. Kata Madeleine Albright , mantan Menteri Luar negeri Amerika pada suatu ketika. Mungkin karena itu, orang mengatakan politik luar negeri Amerika Serikat sebenarnya tidak ada, yang mereka punya hanya  "kekuatan". ****



Yahoo! Toolbar is now powered with Search Assist. Download it now! __._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: