18 November 2008

[ac-i] Angling Dharmo

Radar Bojonegoro
[ Selasa, 18 November 2008 ]
Situs Angling Dharma Bakal Dibangun
BOJONEGORO - Kendati sudah banyak tepat penting di Bojonegoro yang mengadopsi nama-nama dari masa kejaan Malowopati. Hingga kini, belum ada situs yang memperkuat keberadaan kerajaan yang pernah dipimpin raja Angling Dharma tersebut.

Untuk itu, Komisi D DPRD Bojonegoro merekomendasikan pembangunan situs yang berdiri di tanah bekas berdirinya kerajaan Malowopati. Tepatnya di Desa Wutangare Kecamatan Kalitidu. ''Kami sudah meminta disparbud untuk menyusun rencana anggaran pembangunan situs Angling Dharma,'' kata Nasuka, anggota Komisi D usai hearing bersama disparbud kemarin (17/11).

Menurut dia, pembangunan situs ini sangat penting. Sebab, keberadaan situs itu bukan sekadar menandai bahwa kerajaan Malowopati pernah ada di Bojonegoro. Tapi lebih dari itu. Situs tersebut merupakan wujud penghargaan terhadap sejarah, sekaligus sebagai identitas warga Bojoengoro yang memiliki latar belakang kehisupan kerajaan.

Dijelaskannya, saat ini sudah ada tanah seluas lima hektar di area tersebut. Direncanakan, situs itu akan dibangun di titik yang dipercaya sebagai tempat berdirinya istana raja Angling Dharma. ''Kami juga sudah meminta kepada disparbud untuk melakukan pengkajian yang matang. Termasuk titik-titik mana saja yang perlu di bangun,'' terangnya.

Dari gambaran sementara, menurut Nasuka sedikitnya diperlukan anggaran sebesar Rp 2 miliar. Anggaran itu diharapkan dapat terpenuhi melalui APBD 2009 mendatang. Dengan adanya perencanaan lebih dini, maka usulan itu bakal terakomodir oleh tim anggaran dan panitia anggaran (panggar) sehingga dapat teralisasi. (dim)


Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. __._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: