30 Oktober 2008

Re: [ac-i] MENYAMBUT RUU Pornografi

Wah, sebaliknya nanti ada pula yang menulis begini :

Sehubungan dengan ditetapkannya UU Pornografi maka saya hanya bisa :

(1) Mengucapkan Selamat Datang pada Republik yang berpihak pada kesusilaan

(2) Bersyukur pada tahun 2004 telah memilih Partai Demokrat dan SBY

(3) Bersumpah untuk terus memilih PD dan SBY kembali pada tahun 2009 serta mencampakkan PDIP ke kotak sampah.

(4) Mengharap Mahkamah Konstitusi menolak setiap upaya judicial review terhadap UU Pornografi.

Ya kalau saya sih, cuma satu. Bersikap biasa-biasa saja sembari menghormati proses demokrasi yang sudah berlangsung. Biasa-biasa saja, maknanya tidak ada yang perlu ditangisi, juga tidak ada yang perlu dirayakan.

Life is goes on. Mau apa lagi.



Pada 30 Oktober 2008 19:44, imam <imam.ws@gmail.com> menulis:

Sehubungan dengan sahnya RUU porno saya hanya bisa:

1.       Mengucapkan "Good Bye Bhinneka Tunggal Ika".

2.       Menyesali seumur hidup pada tahun 2004 telah mencoblos PD / SBY.

3.       BERSUMPAH TIDAK SUDI MEMILIH PD DAN SBY LAGI TAHUN 2009. PDIP, sepanjang anda konsisten dengan penolakan anda, tidak berkoalisi dengan parpol / individu pendukung RUU porno, anda pasti mendapat satu suara dari saya.

4.       Mengharap  MAHKAMAH KONSTITUSI segera mengkaji keberadaan RUU porno ini.

 

RUU porno ini telah ada sejak jaman Habibie. Namun Habibie yang islami dan berpendidikan modern Jerman lebih memilih untuk mengendapkan RUU porno ini. Begitu pula Gus Dur yang pluralis dan mBak Mega yang realistis. Tiba saat SBY naik tahta (oh God, I am truly sorry have elected him), dan RUU porno ini mendadak muncul lagi. Sungguh menyesal saya dulu memilih SBY. Tahun 2009,  mari rapatkan barisan dengan HANYA MEMILIH partai dan capres yang MENOLAK RUU porno ini. Jangan golput, karena kalau golput berarti kita menyerahkan nasib kita pada orang-orang berPikiran KuSyut.

 

Regards,

Imam


__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: