29 Oktober 2008

[ac-i] Salut Untuk PDI-P

Tidak perlu jenius untuk mengetahui kalau ancaman bagi Indonesia adalah rembetan krisis keuangan global, bukan pornografi.  Ancaman gawat darurat di depan hidung kita semua adalah pelemahan pertumbuhan, ancaman PHK masal, rupiah terjun bebas. Kita menghadapi krisis keuangan global, bukan krisis pornografi. Tapi kenapa yang diurusin DPR malah RUU ‘porno’? Di saat arus penolakan terhadap RUU ‘porno’ menguat, DPR ngotot mensahkan RUU ‘porno’. Menjadi pertanyaan, kalau notabene arus publik menolak RUU ‘porno’ namun DPR malah melawan arus, terus di mana makna “wakil rakyat”?

 

Di tengah krisis keuangan global, menjadi pertanyaan, apa urgensinya RUU ‘porno’? Apa rakyat menjadi sejahtera bila pakaiannya diatur-atur?  Apa kemiskinan dan pengangguran akan menurun dengan mengatur cara berpakaian rakyat, dengan mengatur bacaan rakyat, dengan mengatur film dan konten yang boleh diakses orang dewasa? Apa sektor riil akan tertolong dengan RUU ‘porno’ ini?

 

Mbok ya membuat RUU itu jangan suka-suka sesuai selera politiknya sendiri, jangan membuat RUU yang melanggar kepastian hukum, melanggar hak sipil masyarakat. Frase kata ‘gerak tubuh’ digabung dengan pasal ‘peran serta masyarakat’, wah akan membuat cewek cantik bertubuh seksi rentan menjadi korban pemerasan. Kemudian, pasal ‘peran serta masyarakat’ itu, apa kita ingin merubuhkan negara hukum ini dan menyerahkannya pada angry mob..??!

 

Melihat kosa kata di RUU ‘porno’ ini yang memuat kata ‘senggama’, ‘onani’, ‘oral seks’, ‘anal seks’, alih-alih RUU ini untuk memberantas pornografi, justru RUU inilah salah satu contoh pornografi.

 

Salut pada PDI-P yang menolak RUU ‘porno’ ini.

 

Regards,

Imam

__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: