30 Oktober 2008

[ac-i] Re: Tersinggunglah!


Salut untuk mas Roy...

akhirnya ada manusia Indonesia yang mengerti betapa pentingnya bahasa kita ini. mungkin sedikit kisah saya akan menambahkan kesadaran bagi pembaca.

Solo baru-baru ini menggelar perhelatan akbar. WHCC (World Heritage Cities Conggres) atau bahasa Indonesianya Kongres Kota-Kota Pusaka Dunia Se-Asia & Eropa. Hal tersebut menyedot perhatian banyak orang terutama pelajar yang ada di sekitar kota Solo. Mulai dari karena tugas sekolah atau hanya sekadar berkunjung saja.

Yang membuat hati saya miris, ketika serombongan anak-anak TK bersama guru pendampingnya datang berondong-bondong untuk menyaksikan Pameran di Pendopo Pura Mangkunegaran yang sekaligus sebagai pusat dari acara tersebut (acara pameran ini di tata dengan nuansa jawa yang kental) guru pendamping tersebut dengan bangganya teriak-teriak dengan menggunakan bahasa Inggris logat Jawa, yang kemudian ditimpali oleh anak-anak tersebut dengan bahasa inggris juga. Sungguh kontras dengan maksud dan tujuan dari acara tersebut.

Hati saya seperti di tonjok oleh palu untuk menempa keris. Tidak jauh dari tempat tersebut seorang londho asal Amrik berusaha dengan susah payah untuk belajar mengucapkan matur nuwun. Saya berfikir, apakah sudah begitu rendahnya kah bahasa kita sampai anak-anak pun diajarkan untuk fasih berbahasa inggris bukan bahasa Indonesia apalagi bahasa jawa.

Menurut seorang ahli bahasa di luar negeri sana ( saya lupa namanya) setiap tahun lebih dari 10 bahasa hilang dari muka bumi. Mungkin tinggal menunggu waktu saja cucu cicit kita harus belajar bahasa aslinya di Belanda atau Amerika atau lebih mengenaskan lagi bahasa daerah kita atau bahkan bahasa Indonesia kita raib dari muka bumi. Dan hanya dikenal melalui pelajaran sejarah saja.

__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: