30 Oktober 2008

[ac-i] Re: [*Apresiasi-Sastra*] Rekaman Suara Sdr.Balkan-Ketua Pansus RUU Pornografi yg Sangat Rasis

dalam salah satu argumennya di esai yang membuka polemik kebudayaan, takdir berkata, siapa yang bisa menjamin bahwa salah satu daerah di nusantara ini tak merangsek daerah lain kalau ia menjadi begitu dominan. itu adalah kerisauannya tentang indonesia yang tua atau disebutnya pra-indonesia. indonesia yang belum menjadi modern, alias belum menjadi indonesia karena masih berbau isme daerah atau kedaerahan.

di tahun 2006 di fakultas budaya ui, rocky gerung melakukan ceramah umum dengan topik arah kebudayaan kita. ada yang menarik di makalah setebal 26 halaman itu. yakni, bahwa telah terjadi ontologisasi terhadap pandangan hidup.

bentuknya adalah diumbarnya terus budaya pemaksaan yang dalam gerak fisik masyarakat menjadi budaya kekerasan fisik, dan saya ingin menekankan atau menggarisbawahi bahwa pemaksaan tersebut juga di bidang makna. yakni dipaksakannya sebuah makna yang dirasakan haruslah menjadi makna yang tunggal dalam masyarakat. rocky menyebutnya makna yang final.

wajah dari pemaksaan pada ranah makna ini adalah ruu pornografi. unpopulernya calon independen dalam budaya politik formal oleh orang orang politik formal.

begitulah wajah kita kini - wajah dari semangat yang menggebu untuk menggenggam tafsir tunggal terhadap tiap daerah hidup. Tetapi siapakah yang berhak menafsirkan kehidupan? atas dasar apa tafsir itu? sebuah kitab? tapi kitab itu ada di tengah kitab kitab yang lain. lagi pula tidakkah tafsir atas kitab pun bisa pula terbuka pada perbedaan tafsir.

inilah era "merangsek" seperti kata takdir di era kolonialisme itu, tapi dengan wajahnya yang lain. tapi hakekatnya sama: sama sama menganggap diri adalah benar sendiri.

sehingga tiap ruang sebagai instrumen untuk dimaknai mencari commonse sense, terasa sebagai sekedar instrumen belaka - seolah telah terjadi ruang demokrasi itu. sehingga kelak keputusan yang dibuat menjadi, atau tampak, demokratis. bukankah keputusan itu sudah menempuh ruang dan waktu?

sangat mungkin ruu pornografi itu disahkan. tapi lihatlah kelak tiap orang menjadi was was: bolehkah menuliskan atau mengekpresikan ini? maka tiap individu bangsa ini mulai mensensor diri sendiri, bukan sensor yang dilepas kehadapan publik sebagai kaca banding. inilah salah satu harganya: kita membalik dari azaz kreatifitas itu sendiri, dengan mengikat kebebasan sebagai pra syarat untuk pencapaian yang kreatif.

semoga calon independen itu bisa menjadi preseden yang mengangkat kembali semangat kebebasan, yang telah kalah kalau ruu pornografi menjadi uu pornografi. dengan mengabulkan gugatan mereka yang menghendaki calon independen diintrodusir dalam kehidupan perpolitikkan kita.

hudan

--- Pada Kam, 30/10/08, thowik anwary <thowik_ab@yahoo.co.uk> menulis:
Dari: thowik anwary <thowik_ab@yahoo.co.uk>
Topik: Re: [*Apresiasi-Sastra*] Rekaman Suara Sdr.Balkan-Ketua Pansus RUU Pornografi yg Sangat Rasis
Kepada: Apresiasi-Sastra@yahoogroups.com
Tanggal: Kamis, 30 Oktober, 2008, 2:28 AM




wah cilaka bangsa ini...
RUU Pornografi Disahkan Hari Ini
Kamis, 30 Oktober 2008 | 06:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Rancangan Undang-Undang Pornografi akan diputuskan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat pada Kamis (30/10) hari ini. Ketua Panitia Khusus RUU Pornografi Balkan Kaplale mengatakan pertemuan dengan pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat tadi malam setuju mengagendakan pengesahan RUU Pornografi tersebut dalam rapat paripurna.

Menurut dia, tiga agenda dalam rapat paripurna  adalah pengesahan RUU Pornografi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2009, dan pidato penutupan. "Pengesahan RUU Pornografi menjadi agenda pertama," kata Balkan.
Dia memperkirakan, dalam paripurna nanti  tidak akan dilangsungkan pemungutan suara alias voting. "Delapan fraksi sudah menyatakan setuju."

Anggota Panitia Khusus, Irsyad Sudiro, mengatakan Fraksi PDI Perjuangan, yang selalu menentang pengesahan RUU Pornografi, sudah tidak bermasalah dengan substansi dan prosedur. "Hal itu sudah diselesaikan pada tingkat pertama," ujar Irsyad, anggota Fraksi Golkar.

Pembahasan tingkat pertama adalah ajang penyampaian pendapat mini fraksi yang dilangsungkan beberapa waktu lalu. Ketika itu, setelah menyampaikan pendapatnya, Fraksi PDI Perjuangan melakukan aksi walkout. Sedangkan Fraksi Damai Sejahtera, yang juga menentang RUU Pornografi, tidak hadir dalam pembahasan.

Pembahasan Rancangan Undang-Undang Pornografi dalam panitia khusus sudah berjalan cukup lama. Sebelum masalah ini dibawa dalam rapat koordinasi, tiga fraksi DPR, yaitu Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Damai Sejahtera, dan
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, meminta agar pengesahan RUU Pornografi ditunda. Mereka meminta agar RUU Pornografi disahkan pada masa sidang mendatang.

Fraksi PDI Perjuangan, menurut Lukman Hakim Syaifuddin, salah satu ketua fraksi di parlemen, keberatan RUU Pornografi disahkan pada Kamis ini. PDI Perjuangan meminta penundaan untuk memberi waktu lebih lama agar bisa meyakinkan masyarakat yang menolak undang-undang ini. Selain itu, untuk mensosialisasi RUU itu.
Tito Sianipar, Dwi Riyanto Agustiar 

From: dinda_milis <dinda_milis@ yahoo.co. id>
To: Apresiasi-Sastra@ yahoogroups. com
Sent: Thursday, 30 October, 2008 3:49:32
Subject: [*Apresiasi- Sastra*] Rekaman Suara Sdr.Balkan-Ketua Pansus RUU Pornografi yg Sangat Rasis

Dear All,

Aku mempunyai rekaman suara Sdr.Balkan-Ketua Pansus RUU Pornografi yg
sangat rasis itu. Rekaman itu merupakan rekaman dari kegiatan dengar
pendapat di Yogyakarta.

Apabila berminat mendengarkannya bisa minta kepadaku di email:
titiana.adinda@ gmail.com / titiana.adinda[ at]gmail. com

Mari kita lawan sikap anggota DPR yg rasis tersebut!

Salam hangat,

Dinda
===
Kunjungi blogku di:
http://titiana- adinda.blogspot. com/

surat terbuka

Posted by: "dcute_ema" dcute_ema@.. . dcute_ema
Fri Oct 17, 2008 6:39 pm (PDT)

Surat Terbuka
Yogyakarta, 16 Oktober 2008
Kepada kawan-kawanku Bangsa Indonesia

Kawan,
Senin, 13 Oktober 2008 kemarin, saya dan teman-teman Forum
Yogyakarta
untuk Keberagaman (YuK!) mengikuti acara `Dengar Pendapat dalam Rangka
Uji Publik RUU Pornografi'. Acara yang diadakan oleh Pansus RUU
Pornografi dari DPR berlangsung di Gedung Pracimosono, Kompleks Kantor
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua Pansus RUU Pornografi,
Balkan Kaplale, juga datang ke acara itu.

Sekitar enam puluh orang â€"pro (mayoritas) maupun kontraâ€" hadir
sebagai peserta forum. Dalam sesi dengar pendapat pertama, enam
peserta dipilih untuk bicara. Acara sudah berlangsung sekitar 1 jam
saat seorang kawan dari Papua, Albert, ditunjuk moderator untuk
menyampaikan pendapat.

Albert datang mewakili 3000 mahasiswa Papua di Jogja, dan telah
meminta ijin pada dewan adat dan tokoh masyarakat Papua untuk mewakili
warga Papua dalam menyampaikan aspirasi. Di forum, ia mengusulkan agar
RUU Pornografi tidak disahkan. Sebab, RUUP tidak memberi ruang bagi
kaum minoritas, dan
membuat Negara Indonesia seolah-olah hanya milik
sekelompok orang. Jika RUUP disahkan, lebih baik Papua melepaskan diri
saja, karena tidak diperlakukan adil.

Saat giliran Pansus bicara, Balkan Kaplale langsung menanggapi
pernyataan Albert. Balkan menyapa Albert dengan sebutan "Adinda" dan
berkata: "Jangan begitu dong ah..overdosis. .tak usah ngapain keluar
dari NKRI. Timor-timur aja perdana menterinya kemaren mengadu ke
Komisi 10, nangis-nangis, rakyatnya miskin sekarang. Betul, belajarlah
ke Ambon, saya kebetulan dari Saparua loh. Kalau mendengar begini
tersinggung! Belajar baik-baik dari Jawa! (diucapkan dengan kencang
dan bernada bentakan)"

Balkan juga berkata "Belajarlah baik-baik! Kalau perlu kau ambil orang
Solo supaya perbaikan keturunan! (membentak)"
Sebagian besar peserta forum langsung tertawa mendengar kalimat itu.
Namun kemudian beberapa peserta lain dan para wartawan berteriak,
"Rasis!
DPR Rasis!!"

Balkan: "Diam dulu nanti kita kasih kesempatan bicara, sampai malam
kita di sini! Diam dulu! Ini kan hak Ketua DPR juga dong, Ketua
Pansus!"
***

"Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya
perbaikan keturunan!"

Kawan,
Hati saya sakit sekali saat mendengar perkataan Balkan Sang Anggota
DPR sekaligus Ketua Pansus RUUP. Padahal kata-kata itu tidak ditujukan
pada saya. Saya bukan orang Papua. Saya tak bisa membayangkan,
bagaimana perasaan Albert dan kawan-kawan lain dari Papua mendengar
ungkapan Balkan yang bernada kasar dan isinya jelas menghina itu.
Betapa pedihnya!

Yang membuat hati saya lebih sakit lagi, sebagian besar peserta forum
yang mayoritas dari etnis Jawa, langsung tertawa saat mendengar ucapan
Balkan. Mengapa masih bisa tertawa saat ada saudara kita yang dihina?
Apa karena Balkan meninggikan etnis Jawa, lantas kita layak
tertawa
bahagia?

Kita adalah saudara. Sabang sampai Merauke. Kita: orang Batak, Jawa,
Sunda, Betawi, Madura, Dayak, Bugis, Flores, Papua, dan lain-lain;
telah berikrar untuk bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kita setara. Tidak ada satu suku atau etnis pun yang tebih tinggi
derajatnya dari yang lain. Tidak ada pula yang lebih tidak beradab.

Sebagai kesatuan, mestinya kita bersedih jika saudara kita direndahkan
karena etnisnya berbeda dengan kita. Bukan tertawa. Mestinya rasa
empati dan solidaritas kita tumbuh. Mestinya kita menggugat hinaan
itu! Bukan malah ikut tertawa menghina. Saya kecewa, Kawan.
Perbedaan etnis, suku, budaya bukanlah perkara salah-benar. Tiap
kelompok harusnya menyadari bahwa sejak awal Indonesia memang beragam.
Merasa diri lebih tinggi derajatnya dari kelompok lain hanya akan
menimbulkan konflik. Yang merasa diri paling benar memaksakan
keyakinan kelompoknya pada
orang lain. Yang merasa diri beradab
menghujat kelompok yang dianggap tidak beradab.

Kawan,
Menurut saya perbedaan adalah perkara bagaimana kita berbesar hati
untuk menerima dan menghargai orang atau kelompok yang tidak sama
dengan kita. Andai kita semua mau membuka hati terhadap perbedaan dan
memiliki toleransi, saya yakin tak seorang pun akan tertawa saat
mendengar ucapan Balkan tadi.
***
"Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya
perbaikan keturunan!"
---"DPR Rasis!"
"Diam dulu! Ini kan hak Ketua DPR juga dong, Ketua Pansus!"

Kawan-kawanku,
Saya heran sekali dengan kalimat terakhir itu. Apa yang Balkan maksud
dengan hak ketua DPR dan hak Ketua Pansus? Hak untuk menghina orang
lain? Saya rasa, tidak ada orang yang memiliki otoritas menghina orang
lain, sekalipun ia pejabat pemerintahan. Kata-kata Balkan terkesan
sangat otoriter, seolah-olah ia berhak melakukan
apapun sebab ia
adalah anggota DPR.

Menurut Pansus RUU Pornografi dan pihak yang setuju terhadap
disahkannya RUUP, RUU ini tidak akan menimbulkan disintegrasi bangsa.
Alasan mereka, RUU ini tidak diskriminatif. RUUP mengakomodir
kepentingan seni dan budaya, adat istiadat, dan ritual tradisional.
Mari kita gugat pernyataan itu, kawan! Benarkah RUU ini mengakomodir
semua itu dan tidak diskriminatif? Pertanyaan ini sangat patut
dilayangkan dan dijadikan bahan pertimbangan, sebab ternyata Balkan
Kaplale, anggota DPR RI dan ketua Pansus yang menyusun RUUP adalah
seseorang yang Rasis!

Kawan,
Seseorang yang sudah tidak adil sejak dalam pikirannya tidak akan bisa
bertindak adil dalam perbuatannya. Perkataan Balkan Kaplale pada
Albert yang rasis dan menghina menunjukkan pikirannya yang tidak adil
terhadap saudara-saudara kita orang Papua. Maka saya berani berkata,
RUUP yang diketuai oleh orang rasis dan
tidak adil itu tidak layak
disahkan!

Dengan cinta pada bangsa dan Negara Indonesia,

Maria Listuhayu.

* saya memiliki rekaman rapat dengar pendapat umum ini.
** tulisan ini akan dikirim ke media sebagai surat terbuka.
--
Kunjungi Blogku:
http://titiana- adinda.blogspot. com












___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

------------------------------------

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:artculture-indonesia-digest@yahoogroups.com
mailto:artculture-indonesia-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
artculture-indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: