26 Oktober 2008

[ac-i] PRESS RELEASE : KABAR KABUR dipentaskan di JEPANG

PRESS RELEASE

Kabar Kabur pentas di dua festival di dua kota di
Jepang

Karya Kabar Kabur (the rumours) koreografi dari
Mugiyono Kasido kembali dipentaskan. Kali ini dalam
satu lawatan ke Jepang, Kabar Kabur dipentaskan dalam
dua Festival di dua kota di Jepang. Selain itu Mugi
juga memberikan workshop.

Di Niigata, karya yang mengungkapkan tentang
Kerusuhan pasca 1998 di tanah air ini akan digelar
dalam festival bertajuk "We're gonna go Dancing" yang
diselengarakan oleh JCDN (Japan Contemporary Dance
Network). Festival "We're gonna go Dancing" digelar
pada 25 Oktober 2008 .

Pementasan ini serangkaian dengan gelaran
"We're gonna go Dancing" di beberapa kota di Indonesia
pada periode Agustus 2008 silam, dimana Mugi terlibat
dalam pementasan di Bandung dengan nomor yang sama.

Festival lain yang akan menggelar "Kabar Kabur"
adalah "Asian Contemporary Dance Now" yang
diselenggarakan oleh Fukuoka City Foundation for Arts
and Culture pada 30 dan 31 Oktober di Fukuoka.

Sebelumnya pada 2002 silam, Kabar Kabur juga pernah
dipentaskan di Jepang dalam Festival JADE (Japan Arts
Dance Event) di Tokyo.

Karya yang mengkritisi kesemrawutan penyelenggaraan
negara Indonesia dan peristiwa kerusuhan tahun 1998
ini dikemas dalam sajian selama 15 menit. Koreografi
yang kocak namun satir.

Pementasan ke 67

Berbalut kostum kaos oblong dan celana pendek warna
putih, sajian Mugi selama 15 menit solois ini terbukti
mampu memukau publik di 13 negara. Pementasan di
Jepang mendatang merupakan pentas Kabar Kabur yang ke
67 kalinya.

Selain dipentaskan di berbagai kota di Indonesia,
nomor yang diciptakan Mugi tahun 2000 silam, sudah
dipentaskan di berbagai negara. Pada pentas keliling
delapan kota di Denmark tahun 2003, Kabar Kabur
ditampilkan sebanyak 34 kali dalam pogram "Asian on
the Road" dan "Images of Asia".

Negara lain yang pernah "mencicipi" yaitu Belgia
(Asia Europe Forum), Singapore (Asia Europe Dance
Festival), Amerika Serikat (Lincoln Center Festival),
Afrika Selatan (Indonesia Film Festival), Australia
(Adelaide Festival), Denmark, Hong Kong (Hong Kong
Arts Festival), Jerman (in Transit Festival), Taiwan
(Asia Pasific Traditional Arts Forum), Jepang (Asian
Contemporary Dance Festival; JADE 2002), Portugal
(dancas na Cidade Festival) dan Yunani (in the Spirit
of Olympic Games).

Workshop

Selain melakukan pementasan dua kali di kota Fukuoka,
Mugi juga memberikan workshop tentang wayang. Lulusan
ISI Solo ini mendapatkan kemampuan mendalang dari
belajar kepada pamannya.

Anak dalang Klaten kelahiran 41 silam ini juga pernah
memberikan workshop di beberapa Festival di beberapa
negara seperti Inggris (tour delapan kota), Portugal
dalam Festival Dancas na Cidade, Australia (Adelaide
Festival), Hong Kong (Hong Kong Arts Festival) dan di
Gang a Tsui Theater, Taiwan. Gang a Tsui Theater
merupakan teater yang mengangkat nilai tradisi Nankuan
ke dalam bentuk kekinian.

Pada 20 Oktober silam, Mugi memberikan workshop di
Jogja dalam program Indonesian Dance Festival (IDF).
Mugiyono Kasido karya-karyanya telah dipentaskan di
berbagai Festival di lima benua sejak tahun 1992
silam. Karya yang telah "diterbangkan" antara lain,
Kosong, Lingkar, Surat Shinta, Bagaspati, Mencari Mata
Candi dan Kabar kabur

Di Lincoln Center Festival, sebuah festival paling
bergengsi, Mugi tampil membawakan tiga karyanya dalam
tiga malam berturut-turut serta mendapatkan sambutan
yang positif.

Sementara ketika pentas di Belgia pada 2003 silam,
banyak penoton tidak kebagian tiket masuk sehingga
tidak bisa menyaksikan pertunjukan, meskipun tangga
sudah dimanfaatkan sebagai tempat duduk.(***)

Cp: Nuri 081 2298 6479 /www.mugidance.org

Nuri Aryati

Krapyak Rt 01 RW07
Desa Pucangan-Kartasura
Solo - Central Java - Indonesia 57167
Ph: +62 271 7060965
Mob: +62 81 2298 6479
www.mugidance.org


------------------------------------

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:artculture-indonesia-digest@yahoogroups.com
mailto:artculture-indonesia-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
artculture-indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: