22 September 2008

Re: [ac-i] ruu pornografi dan kekerasan wacana

Hanya orang gila, hanya orang yg tidak punya hati, yang ingin membubarkan MUI, jika kita sebagai umat Islam harusnya bangga dengan ISLAM.
Maaf jika anda bukan muslim. Agama adalah pegangan hidup. Andaikkan manusia tidak beragama bagaimana dengan dunia yg DIA ciptakan. Adanya agama saja orang masih bisa berperang adanya agama saja orang masih tidak membela gamanya sendiri Naujubillah minjalik.
Coba anda pikirkan jika manusia tidak punya agama dan melakukan penodaan pada  Ibu, adik, Istri atau pacar anda di depan mata anda, akibat sipelaku menonton adegan porno. pikirkanlah selama Allah SWT belum membutakan hati anda.


--- Pada Kam, 18/9/08, Teguh Ostenrik <tos2@telkom.net> menulis:
Dari: Teguh Ostenrik <tos2@telkom.net>
Topik: Re: [ac-i] ruu pornografi dan kekerasan wacana
Kepada: artculture-indonesia@yahoogroups.com
Tanggal: Kamis, 18 September, 2008, 9:24 AM

Setuju!!!


On 9/18/08 2:19 AM, "mediacare" <mediacare@cbn. net.id> wrote:


 


Saya bukan orang FPI, bukan orang PKS, bukan orang MUI, jadi tak ada urgensinya mendukung RUU Pornografi.

Saya malah dukung penghapusan kolom agama di KTP. Negeri ini akan tambah hancur kala pemerintah mengontrol dan sibuk mengurusi agama warganya.

Bubarkan juga itu MUI dan Depag.

salam,

radityo

 
 

----- Original Message -----
 
From:  natzu_63@yahoo. ca
 
To: artculture-indonesi a@yahoogroups. com  
 
Sent: Tuesday, September 16, 2008 3:07  PM
 
Subject: Re: [ac-i] ruu pornografi dan  kekerasan wacana
 

 
 

Muslim. KTP = ATHEIS anda ngga berTUHAN ya aneh orang Islam kok ga dukung  agamanya sendiri maaf saya sering ga sependapat sama semua posting di milist  ini. Jadi inget mbah saya bilang manungso iku tambah pinter tambah  keblinger.
 

Powered by Telkomsel BlackBerry®
 

 

From: "mediacare" <mediacare@cbn. net.id>
Date:  Tue, 16 Sep 2008 13:18:40 +0700
To: <artculture-indonesi a@yahoogroups. com>
Subject:  Re: [ac-i] ruu pornografi dan kekerasan wacana
 

 
 

  
Saya muslim KTP, tapi saya tak mendukung  tuh.

 
 
salam,

 
 
radityo

 
 
 
 
 
 
 
 

----- Original Message -----
 
From: iman tio <mailto:imantio@ yahoo.com>  
 
To: artculture-indonesi a@yahoogroups. com  
 
Sent: Tuesday, September 16, 2008 10:21  AM
 
Subject: Bls: [ac-i] ruu pornografi dan  kekerasan wacana
 

 
 

   
  
jika anda muslim dukung RUU Pornografi !
 
--- Pada Ming, 14/9/08, Hudan Hidayat <HudanHidayat@ yahoo.com>  menulis:
 
Dari:  Hudan Hidayat <HudanHidayat@ yahoo.com>
Topik:  [ac-i] ruu pornografi dan kekerasan wacana
Kepada: jurnalperempuan@ yahoogroups. com,  "Forum-Pembaca- Kompas@yahoogrou ps.com  FPK" <Forum-Pembaca- Kompas@yahoogrou ps.com>,  "Apresiasi Sastra"  <Apresiasi-Sastra@ yahoogroups. com>, "artculture  indonesia" <artculture-indonesi a@yahoogroups. com>,  "bhinneka tinggal ika"  <bhinneka_tunggal_ ika@yahoogroups. com>
Tanggal:  Minggu, 14 September, 2008, 10:34 PM

   
Bahasa bekerja sama dengan huruf yang saling mendekat.  

Begitulah huruf a dari kerumunannya mendekati kepada huruf k  dan mengambil u untuk kelengkapan dirinya: aku.

Aku sebagai  fungsi yang menamai, sebagai sesuatu yang ditandai: manusia. Tapi  segera: aku manusia meretak dan melubang dalam ranah filsafat:  apakah aku itu? Apakah manusia itu?

Meretak dan melubang  dalam aku yang menginginkan kekuasaannya, sebagai individu yang  diatur, dengan menitipkannya kepada representasi kekuasaan bernama  demokrasi. Sebuah ranah yang sering dikhianati dengan menggunakan  medium klaim.

Klaim atas nama banyak orang tanpa adanya  mekanisme referendum untuk sebuah regulasi.

Katakanlah  regulasi yang bernama ruu pornografi.

Sudahkah kita menanyai  semua orang dalam mekanisme referendum untuk soal ini? Bagaimana  kalau hasil referendum sebagian besar orang menolak?  

Tentulah uu itu kelak akan kehilangan legitimasinya.  

Tapi bagaimana kalau sebagian kecil saja yang menolak –  kecil itu bisa dibaca jutaan di tengah 250 jutaan manusia Indonesia  misalnya.

Adakah hak uu itu untuk memaksakan aturannya  kepada mereka yang menolak?

Maka bahasa di sini menimbulkan  soal kepatuhan orang terhadap undang undang.

Orang yang  sebagian kecil itu, kalau tidak mau mematuhi undang undang, apa  jadinya? Tentulah demokrasi adalah hasil suara terbanyak. Tapi mana  referendumnya?

Hanya klaim dari repsentasi orang yang  mengatas namakan mewakili semua orang. Saat sedikit orang hendak  menyampaikan suaranya, kanal kanal menjadi mampat.

Sumbatan  saluran ini tak pernah dihitung dalam arus besar bernama demokrasi.  

Maka bahasa melubang dan meretak ke dalam makna demokrasi.  

Apakah sesungguhnya demokrasi? Bagaimana demokrasi mencari  jalan keluar bagi aspirasi sedikit orang, di tengah adagium  demokrasi itu sendiri: kekuasaan di tangan rakyat.

karena  itu, tidakkah demokrasi itu sudah bergerak ke arah demo kerasi -  sebuah pamer kekerasan wacana dari banyak orang kepada sedikit  orang.

hudan

____________ _________ _________ _________  ____________ _______
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama  yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.  
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/  id/ <http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/>

 

Yahoo!  sekarang memiliki alamat Email baru  <http://sg.rd. yahoo.com/ id/mail/domainch oice/mail/ signature/ *http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/>
Dapatkan nama yang selalu Anda  inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil  orang lain!  



 


    



Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. __._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: