21 September 2008

[ac-i] larut malam di 2000 Satu - penyair fahmi faqih

LARUT MALAM DI 2000 SATU

Aku datang ke rumah Tuan
Kuketuk pintu rumah Tuan
Dengan kerinduan
Dengan gurindam kasmaran

Larut malam di 200a satu, seorang penyair fahmi faqih datang dengan gurindam bahasa. Ia ingin menjadi pengingat.

malam bukan saja setting alam: gelapnya malam. Tapi waktu di mana pandangan bisa bercabang cabang. Dan saat hati berkata: manakah cabang untukku itu?

di atas jalan setapak mendaki ke puncak bukit, gelap menjadi sempurna dengan pohon yang rindang dosa.

dengan batu hitam dosa.

kita berharap seberkas cahaya meluncur ke tengah tengahnya. seperti kita berharap segumpal hati terkelupas dari dosa dosanya.

hati yang ingin lepas dari gelapnya hati. hati yang merindu cahaya hati: menjadi lubang cahaya.

seorang nun ada di dalam lubang gelap berlapis lapis. dalam gelombang air laut yang dalam dan tenang, ia rindukan cahaya. ia rindukan rumah dunia.

Kuketuk pintu hatimu ya sang pemilik gelap ini. sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri.

dan hanya itulah kerinduannya.
hanya itulah gurindam kasmarannya.

tak dimintanya lepaskan aku dari gelapnya gelap yang berlapis lapis ini. Tapi di sapanya sang tuan dengan sapaan kerinduan.

Gurindamnya adalah gurindam penyesalan.
Gurindam pertobatan.

(seekor burung hantu terbang di gelapnya malam. entah apa yang hendak dicari burung itu)

(seorang penyair fahmi melesat dengan kata katanya. Mencari rumah tuhan dalam rumah dunia. Tapi dengan begitu, mencari rumah dari rumah hatinya sendiri)

Tapi seseorang datang ke rumah kekuasaan. Dibaliknya kekuasaan itu bukan untuk keadilan. Tapi untuk kerinduannya akan sungai darah yang mengalir.

Altar disangganya dengan tubuh manusia yang mati. Bangunan dari urat urat dan tulang manusia. Perutnya menjadi sebentang padang pasir yang selalu mengisap. Selalu haus.

Maka penyairpun datang. Menyapanya dengan sapaan kerinduan. Akan gurindam yang kasmaran.

Kalau tuan tak mengenal gurindam dosa, baiklah kuingatkan sisi sisi gurindam bahasa. Di mana dirimu ada di dalam cabang cabangnya juga.

(hudan hidayat)

___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

------------------------------------

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:artculture-indonesia-digest@yahoogroups.com
mailto:artculture-indonesia-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
artculture-indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: