20 September 2008

[ac-i] A.Kohar Ibrahim: Menjelang Keberangkatan

Menjelang Keberangkatan
Cerita Mini: A.Kohar Ibrahim
 

 

 

A.Kohar Ibrahim :

 

Menjelang Keberangkatan

 

 

 

SESAAT dalam persiapan keberangkatan keyakinan tiada tergoyahkan kekasihku lah penghuni singgasana kerajaan jiwa-ragaku, relung hatiku. Sesaat pula sempat ku simak baris baris puitis layaknya amanat maklumat : akan segera ku cium bumi masuk merasuk ke dalam dalamannya paling dalam gelap kelam semata-mata untuk kembali tegak beranjak melompat « menembus langit » seperti oleh baris baris kata sorang penyair terlukis.

 

Sesaat sebelumnya aku sempat menyapa penyair lain dari yang lain bernama Hudan hanya untuk memberi tahu betapa daku terkesan penyair Jalaluddin Rumi yang aku jumpai ketika menelusuri kerangkeng peradaban Persia sejak zaman Zarathoustra dengan Ahuramazda sekalian penampilan Garuda Perkasa dan Nyala Api di Altarsuci.

 

Penampilan Rumi begitu menyejukkan hati dan pikiranku dengan kehalusan budi bahasa dan pekertinya. Dengan baris baris kata puitisnya yang ramah mengundang manusia untuk menjaga asa, toleransi dan sublimasi cintakasih. Terngiang-ngiang panggil-undangannya yang ramah : « Come. » Datang, mari, datanglah…betapapun ragam macam  batu ujian kehidupan. Datanglah : « Kafilah kita bukan Keputusasaan. » Iya. Meski pernah gagal seribu kali pun, datanglah… !

 

Duhai, kekasih ! Adakah ini merupakan keajaiban ? Ah, betapa relatipnya dunia lama dunia baru kita ; betapa pula lama panjang dan singkatnya usia ; pertemuan pertemuan selang seling saling berkesinambungan senantiasa juga. Betapa tidak. Tadi ketika konsultasi medis di Klinik Saint-Jean adalah dokter pengganti perawatanku bernama Reza Chamlou – asal Persia. Dari padanya cahya Rumi pula bersinar binar menyejuk-hangatkan jiwa-ragaku benar-benar.

 

Maka dari itu, wahai kekasih, menjelang keberangkatan ku tidak sedikitpun lagi merasa gentar. Bergegas daku sigap bersiap siap mengenakan busana sepasang celana komprang berkemeja kolko putih putih anugerah terindah darimu meski rambut panjang kubiar sesekali terurai gerai manakala beranjak melonjak menunggang kuda putih semberani. Cepat melangit teriring nada irama lagu merdu syahdu : « Karbala ». Lagu peneguh jiwa dan raga selaku pengembara alam maya. « Jaga marwah, teguhkan hati. » *** (2092008)

 

__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: