23 September 2008

[ac-i] 200 satu penyair fahmi faqih - dan komunikasi kreatif sastra di apsas

LARUT MALAM DI 2000 SATU

Aku datang ke rumah Tuan
Kuketuk pintu rumah Tuan
Dengan kerinduan
Dengan gurindam kasmaran

Larut malam di 2000 satu, seorang penyair fahmi faqih datang dengan gurindam bahasa. Ia ingin menjadi pengingat.

malam bukan saja setting alam: gelapnya malam. Tapi waktu di mana pandangan bisa bercabang cabang. Dan saat hati berkata: manakah cabang untukku itu?

di atas jalan setapak mendaki ke puncak bukit, gelap menjadi sempurna dengan pohon yang rindang dosa.

dengan batu hitam dosa.

kita berharap seberkas cahaya meluncur ke tengah tengahnya. seperti kita berharap segumpal hati terkelupas dari dosa dosanya.

hati yang ingin lepas dari gelapnya hati. hati yang merindu cahaya hati: menjadi lubang cahaya.

seorang nun ada di dalam lubang gelap berlapis lapis. dalam gelombang air laut yang dalam dan tenang, ia rindukan cahaya. ia rindukan rumah dunia.

Kuketuk pintu hatimu ya sang pemilik gelap ini. sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri.

dan hanya itulah kerinduannya.
hanya itulah gurindam kasmarannya.

tak dimintanya lepaskan aku dari gelapnya gelap yang berlapis lapis ini. Tapi di sapanya sang tuan dengan sapaan kerinduan.

Gurindamnya adalah gurindam penyesalan.
Gurindam pertobatan.

(seekor burung hantu terbang di gelapnya malam. entah apa yang hendak dicari burung itu)

(seorang penyair fahmi melesat dengan kata katanya. Mencari rumah tuhan dalam rumah dunia. Tapi dengan begitu, mencari rumah dari rumah hatinya sendiri)

Tapi seseorang datang ke rumah kekuasaan. Dibaliknya kekuasaan itu bukan untuk keadilan. Tapi untuk kerinduannya akan sungai darah yang mengalir.

Altar disangganya dengan tubuh manusia yang mati. Bangunan dari urat urat dan tulang manusia. Perutnya menjadi sebentang padang pasir yang selalu mengisap. Selalu haus.

Maka penyairpun datang. Menyapanya dengan sapaan kerinduan. Akan gurindam yang kasmaran.

Kalau tuan tak mengenal gurindam dosa, baiklah kuingatkan sisi sisi gurindam bahasa. Di mana dirimu ada di dalam cabang cabangnya juga.

(hudan hidayat)

pengantar :

saya tidak tahu apakah puisi akmal yang diturunkan menjawab puisi dedy tri ini adalah sebuah rangkain komunikasi kreatif di milis apsas. puisi dedy tri sendiri turun tak lama setelah saya memposting esei pendek atas sebuah puisi fahmi faqih di atas. saya pun tidak tahu apakah pesan yunus dedy tri sebuah bentuk respon juga atas "nun" di dalam esai tentang penyair fahmi faqih ini. tapi di dalam puisinya parit terakhir atas sebuah respon cerpen saya parit terakhir, itu jelas sebuah tanggapan puitik dari dedy tri atas sebuah karya kreatif yang lain: cerita pendek.

tapi melihat temanya, ada alasan untuk mengatakan sebuah komunikasi kreatif telah terjadi. tapi mungkin saja dugaanku meleset. tapi setidaknya, ada satu pengikat dari dugaan yang mungkin meleset itu: tema puisi yang dempet.

meleset atau tidak meleset, kebudayaan memang bekerja dalam gerak yang kadang bertolak kadang saling melekat. seperti sebuah esai nurruddin asyhadie yang saya temukan dan ternyata adalah sebuah perlawanan yang signifikat terhadap esai goenawan - esai yang diejek budi darma sebagai copy belaka dari sebuah esai yang terbit dari luar.

terhadap ini pun saya punya pandangan sendiri: apa pun, itulah gerak gerak yang membangun sebuah pemikiran di suatu masa. tapi bahwa pemikiran semacam itu harus dikuakkan, dicari sebuah perspektif lain, itu pun dalam kerangka sebuah pemikiran lain pula dipandang dari masa yang lain kelak.

tapi dengan begitu hidup menjadi lebih kaya sudut sudut pandang. sudut pandang yang bisa mengurangi sedikit keangkuhan, bahwa hidup adalah hidup bersama. tak boleh ada klaim misalnya, tentang sebuah suara yang harus diikuti dan dipeluk oleh semua orang.

hidup bersama dengan mengandaikan keunikan masing masing.

memang aneh: dalam hidup bersama individualitas diakui, tapi sekaligus kesendirian itulah yang kelak akan membunuh kesendirian yang lain, bila kesendirian semacam itu berjalan tanpa kontrol. apalagi dengan segala kemilau kekuasaan yang melekat padanya - seseorang, sekelompok orang.

gejala yang tidak sehat. tapi kesehatan sebuah gejala bergantung juga sejauh mana setiap orang untuk membersihkan, untuk menampi dan memilah gabah dari padi.

kolam tak akan bersih sendiri ketika sang ikan di dalamnya tak mampu mengelap ngelap kecuali hanya berenang - mempertontonkan kemolekan dirinya semata di hadapan kemolekan diri kawan kawannya sesama ikan dalam satu kolam yang sama.

hudan

--- Pada Sen, 22/9/08, Akmal N. Basral <anb99@yahoo.com> menulis:
Dari: Akmal N. Basral <anb99@yahoo.com>
Topik: [*Apresiasi-Sastra*] Re: [Sajak] Pesan Dari Yunus
Kepada: Apresiasi-Sastra@yahoogroups.com
Tanggal: Senin, 22 September, 2008, 12:55 PM

dtr,
kayaknya aku punya 'pasangan' dari sajakmu "pesan dari yunus" itu.

~a~

Tarian Paus

Sudah lama ia heran ketika setiap malam
telinganya mendengar rintih pilu seekor paus

Lalu pada satu pagi saat hendak berkumur ia saksikan
makhluk itu terdampar di selasela karang giginya
"Siapakah engkau dan mengapa ada di sini?" tanyanya terkejut
sambil menatap cermin

"Aku terhanyut arus bawah sadarmu yang sedang pasang," jawab
makhluk itu berusaha membebaskan diri, "kembalikan aku ke zamanku."

Maka malam harinya ia kembali melakukan ritual
yang dikaisnya dari kenangan masa kecil:
menciptakan anakanak sungai di tenggorokan
lewat secangkir susu hangat
yang diyakininya akan membentuk tujuh samudera
di seantero lambungnya

Di pucuk mimpinya malam itu ia lihat sang paus
menari gembira, berenang menjauhinya.
"Akan kulindungi Yunus dalam kehangatan perutku
seperti kau jaga Moby Dick saudaraku di benakmu."

~a~

--- In Apresiasi-Sastra@ yahoogroups. com, "dedy_tri_r" <dedy_tri_r@. ..> wrote:

Pesan Dari Yunus

Aku sudah mencatat alamatmu
dengan darah ikan paus

Berikut bau ganggang dan asin
yang tak sempat dilanun kapal
pada tiang-tiang badai

Seperti telah kumuntahkan
sebutir labu dan pasir pantai
pada perjalanan yang tak sampai

di Niniwe

Di hari aku mendengar suara

2008




Prev: tuhan dan hudan - satu bahasa lain nama
Next: filsuf jawa : nurruddin asyhadie : sajak culun untuk hudan sajalah
edit delete
reply share


___________________________________________________________________________
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/

------------------------------------

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:artculture-indonesia-digest@yahoogroups.com
mailto:artculture-indonesia-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
artculture-indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: