23 Juli 2008

[ac-i] yang baru di rumahfilm.org

yang baru dari:
www.rumahfilm.org

resensi
Red Cliff:
Puisi Kepemimpinan di Karang Merah

Di sela-sela ingar film-film musim panas Hollywood, terselip sebuah
film kolosal Asia yang membuat para penontonnya tercekat: Red Cliff.
Dua hal yang patut ditekankan dari film ini. Pertama, ini adalah karya
John Woo –sutradara Asia yang telah jadi sutradara papan atas
Hollywood, dan rupanya sedang 'kembali ke akar' sebagaimana Ang Lee
pernah lakukan dengan Crouching Tiger, Hidden Dragon-nya. Kedua, ini
adalah adaptasi sebuah episode penting dalam roman klasik Tiongkok,
Sam Kok (Kisah Tiga Kerajaan). Kontributor Rumahfilm.org, Arie
Saptaji, mulanya menonton dalam keadaan buta-referensi, selayak
penonton wayang yang belum pernah membaca Mahabharata atau Ramayana.
Dari segi film, Arie antara lain terkesan oleh adegan-adegan perang
film ini yang "bisa membuat Peter Jackson ngiler"; plus terpancing
merenungi kepemimpinan di negeri kita, setelah melihat haru-biru model
kepemimpinan unggul dalam Red Cliff. Agaknya, kita mesti membaca puisi
di Karang Merah itu.


Resensi
Ploy:
Maka Pada Suatu Pagi Hari..
Sebuah sajak Sapardi Djoko Damono membantu Eric Sasono, redaktur
Rumahfilm.org, menjelaskan makna fragmen dalam film Pan-Ek berjudul
Ploy. Sebuah pagi, sebatang rokok, dan kemudian seorang perempuan muda
Thailand generasi i-Pod. Dalam segitiga itu, seorang lelaki
menciptakan fragmennya sendiri, yang kemudian ternyata membahayakan
istrinya. Film yang berangkat dari premis puitis ini berkembang
menjadi sebuah tragedi.

Resensi
Wanted:
Bullets and a Woman
This is not a review for Peluru dan Wanita –that `80s Indonesian movie
which starred Chris Noth long before his "big" gig in Sex and the
City. This is about Wanted the movie that screwed Wanted the comic
book –according to our editor, Hikmat Darmawan, who in his other
identity is a vigilante known as The-Comics-Geek. He says this movie
is essentially about bullets that refused to obey the law of physics
and about Angelina Jolie's lips. He must struggle hard with a part of
reviewing that said, And the moral of the story is ….


Untuk sumbangan artikel dan tulisan lain hubungi :
redaksi@rumahfilm.org

Untuk saran dan kritik hubungi:
kritiksaran@rumahfilm.org atau dapat mengisi buku tamu.

Untuk mendapatkan informasi regular melalui email silahkan Subscribe
to RumahFilm.org.

www.rumahfilm.org

------------------------------------

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:artculture-indonesia-digest@yahoogroups.com
mailto:artculture-indonesia-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
artculture-indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: