24 Juli 2008

[ac-i] Re: The Mask by the Maestro - Pergelaran Tari Topeng Langka

Mas Komo yb
 
Kirimin dong foto-fotonya?
 
Suwun
 
 
 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, July 24, 2008 8:06 AM
Subject: [publikseni] The Mask by the Maestro - Pergelaran Tari Topeng Langka

Salah satu bentuk seni tari tradisi Nusantara yang kini semakin langka adalah Topeng. Kita sering mendengar betapa kaya dan beragamnya seni topeng kita. Namun toh, kita hampir tidak pernah melihatnya, menyaksikannya dengan seksama dan mengagumi keindahannya. Dalam sebuah kesempatan langka, tiga dari kekayaan ragam seni topeng Nusantara akan digelar dan ditarikan langsung oleh para penjaga terakhir kelangsungan seni tradisi topeng ini hingga kini. Merekalah para maestro seni tradisi kita.


THE MASK BY THE MAESTRO

Jumat, 1 Agustus 2008

Grand Ballroom The Dharmawangsa

Jl. Brawijaya Raya 26, Jakarta Selatan

19.30 - 22.30 WIB

Menampilkan :

Topeng Kedok Tiga, Betawi - Kartini

Wayang Topeng, Yogyakarta - Lantip Kuswala Daya

Topeng Pajegan, Bali - I Made Djimat

Dipersembahkan oleh :

BIMASENA, The Mines and Energy Society bekerjasama dengan GELAR

Bram & Kumoratih Kushardjanto Produser

The Bimasena Produser Eksekutif

Tempat terbatas. Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut hubungi :

Hastin 021-7258668 / Indy 021 - 93102267 / Eva Julis 0818 - 08100774

E-mail : bimasena@cbn.net.id

1. TOPENG KEDOK TIGA BETAWI - Berasal dari pinggiran Jakarta, Tarian ini kini terbilang sangat langka. Dalam beberapa referensi, Topeng Betawi ini secara lebih spesifik disebut dengan Topeng Kedok. Ada yang menyebutnya dengan Topeng Cisalak atau juga Topeng Kedok Tiga. Nama Topeng Cisalak sendiri diberikan berdasarkan tempat menetap dan kesenian topeng berkembang saat itu di Kampung Cisalak, Cimanggis Depok Jawa Barat. Padahal saat pertama kali muncul tahun 1918 Topeng Kedok ini bernama topeng Kinang oleh dua pelopornya Djioen dan Mak Kinang. Hal ini tidak dapat dibantah kalau kesenian topeng ini masuk dalam lingkup Budaya Betawi. Meskipun nyanyian dan waditra yang dipergunakan asli Sunda tapi dialek yang dimainkan lebih banyak Betawinya dan juga Tionghoa atau Betawi Ora (Betawi Pinggiran) di mana seni topeng berkembang. Kini kondisi para seniman Topeng semakin mengkhawatirkan. Selain kurang minatnya generasi penerus akan seni tradisi leluhur mereka juga tidak mendapat dukungan dari pihak pemerintah.

Tentang Penampil : Kartini - Topeng Kedok Tiga ini pertama kali muncul tahun1918. Kesenian yang dulunya terkenal dengan topeng Kinang ini dipelopori oleh Djioen dan Mak Kinang. Keluarga dari pelopor kesenian inilah yang meneruskan keberadaan Topeng Cisalak hingga kini. Kartini adalah salah seorang cucu dari Mak Kinang yang hingga kini masih serius meneruskan keberadaan kesenian ini.

2. TOPENG PAJEGAN - Di masyarakat Bali, Topeng lebih dikenal melalui upacara-upacara keagamaan Hindu. Karena di Bali, kesenian lebur dalam agama dan masyarakat. Topeng Bali merupakan kesinambungan dari karya seni manusia pra sejarah yang mencapai kesempurnaan bentuk pada masa budaya Hindu di Bali atau Bali klasik serta mendapatkan fungsi baru, sebagai dramatari dengan membawakan lakon babad dan sejarah.

Kata pajegan mengacu kepada kegiatan pedesaan masyarakat Bali agraris, yang kini bisa diterjemahkan dengan ''memborong''. Penari Topeng Pajegan memborong semua peran yang ada di dalam cerita. Yang ada hanya seorang pemain, dan cerita berkembang dengan seutuhnya lewat satu pemain. Pada intinya, Topeng Pajegan adalah ritual yang mengiringi upacara keagamaan Hindu dalam budaya Bali yang diakhiri dengan Topeng Sidakarya sebagai puncak dari ritual itu. Oleh karena itu, penari Topeng Pajegan adalah orang yang tinggi tingkatan spiritualnya, karena dia harus memberikan pencerahan kepada masyarakat (penonton) apa inti upacara itu, apa tujuan upacara, dan apa akibatnya apabila upacara ini tidak dilaksanakan. Seorang penari Topeng Pajegan adalah seorang pendharma wacana yang piawai, sekaligus memiliki kemampuan bercerita seperti seorang dalang

Tentang Penampil : I Made Djimat - Putra dari maestro tari Bali Ni Ketut Cenik ini mengikuti jalur yang ditekuni oleh keluarganya. I Made Djimat adalah seorang penari Bali yang kini telah menjadi seorang maetro tari topeng Bali. Nama I Made Djimat kini tersohor di berbagai pentas-pentas seni pertunjukan bergengsi di dunia. Meskipun demikian, dalam berbagai kesempatan, Djimat juga masih tampil di berbagai Pura untuk membantu hari-hari perayaan di Bali.

3. WAYANG TOPENG YOGYAKARTA - Di tanah Jawa, ada banyak versi dari tari Topeng Klana ini. Mulai dari gaya Keraton Surakarta (Mangkunegaran dan Kasunanan), Keraton Yogyakarta, gaya Klaten. Ada pula komposisi khusus yang melebur dalam Reog Ponorogo, hingga Topeng Klana dalam gaya Topeng Jabung Malang, Ini belum terhitung dari sebaran lainnya mulai dari Cirebon, tanah Pasundan hingga daerah pesisir selatan Kalimantan atau Banjarmasin. Ada berbagai alasan dibalik penggunaan topeng pada komposisi ini. Sebagian beranggapan bahwa ini hanyalah alasan estetis. Sebagian lagi beranggapan karena tarian ini pada awalnya ditarikan di pendopo kerajaan, demi menjaga kesopanan terhadap raja, maka sang penari diminta mengenakan topeng. Namun ada pula cerita yang berkembang di rakyat Jawa Timur yang percaya pada keberadaan Prabu Klana mengatakan bahwa topeng dibuat karena keinginan Prabu Klana sendiri tatkala ia meminang sang putri Candrakirana guna menutupi wajahnya.

Tari Topeng Klana yang akan disajikan di Bimasena adalah komposisi klasik yang didasari oleh Topeng Klana klasik dari Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Beberapa master tari Yogyakarta - diantaranya Bagong Kussudiardjo dan Romo Sas, telah membuat sebuah perubahan pada gerak dan tempo tarian Topeng Klana ini menjadi lebih ekspresif dengan perubahan pada tempo yang lebih cepat. Saat ini tarian ini cukup jarang ditarikan. Namun otentisitas kekeratonannya masih sangat terlihat.

Tentang Penampil : Lantip Kuswala Daya - Lantip Kuswala Daya adalah salah satu penari Topeng Klana yang terbaik di Yogyakarta. Selain sebagai penari, Lantip juga merupakan seorang penggerak kesenian tradisional dan klasik dari Yogyakarta. Energi dan hidupnya ia curahkan sepenuhnya untuk kesenian. Dalam kesehariannya ia dibantu oleh istrinya, seorang wanita berdarah Amerika dan Korea yang bernama Jeannie Park - yang kini lebih memantapkan pilihan hidupnya untuk mencintai kesenian Jawa. Lantip banyak belajar tari Jawa dari Sasmita Mardawa atau lebih populer dengan sebutan Romo Sas yang merupakan empu tari gaya Yogyakarta. Daklam berkesenian Lantip telah menjelajah dunia membawakan tari Jawa gaya Yogyakarta.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: