08 Juli 2008

[ac-i] Puisi A.Kohar Ibrahim: Dalam Rindu Kereta Kencana

Dalam Rindu Kereta Kencana
Oleh: A.Kohar Ibrahim
 

Puisi A. Kohar Ibrahim :

 

Dalam Rindu Kereta Kencana Elka

Kenangan Karawang-Bekasi

 

*

 

Dalam Rindu

 

dalam rindu

ku ingat ayat syahdu

« hati itu kerajaan di dalam tubuh » *

 

dalam rindu

ku ingat itikad syahdu

akad nikah di depan penghulu

 

dalam rindu

syukur alhamdulillah

segala ujian menempa kita makin tabah

 

dalam rindu

itikad semakin kuat semangat

setia menjaga cinta dengan kukuh

 

dalam rindu

keyakinan kian dalam tertanam

dikau lah permaisuri kerajaan kalbu

 

8 Juli 2008.

 

*

 

Kereta Kencana Elka

 

Oleh : A.Kohar Ibrahim

 

 

dalam rindu

terkenang masa mesra

baru setahun lalu

dalam gerbong kereta api

jakarta-cirebon via bekasi

lalu ke subang di kampung gunung

di sana lah dalam mesjid nyaris rampung

kita baca doa seraya bersumpah di hadapan allah

khusuk syahdu mengucap kata-kata akad nikah

bersaksikan petugas aturan dunia dan agama

serta para wakil kaluarga tercinta kita

demi membina keluarga cita-cinta

sakinah-mawadah-warahmah

insya allah

syukur alhamdulillah

keberangkatan kembali dikau duduk di sisi

bukan lagi sebagai kekasih melainkan sang isteri

dalam gerbong kereta api bak kereta kencana

dari cirebon ke jakarta via bekasi

kita telusuri perjalanan cinta-kasih

dengan keteguh-tabahan sekalian kesabaran

layaknya hamba tuhan menghadapi segala ujian

gandeng bergandengan tangan

seiring seperjuangan

selama hayat dikandung badan

hingga menggapai tujuan tertinggi

di hari nanti

insya allah

 

24.08.2007

 

*

 

 

Terkenang Kerawang-Bekasi

 

Oleh : A.Kohar Ibrahim

 

 

kasih,

iya memang iya

dalam direjam rindu

ku tulis baris baris puitis itu

pertanda suara

hatinurani ku

untuk mu

dalam menunggu

juga merindu lelaki mu

aku

perantau jauh dari dikau

nun jauh di hamparan pulau riau

kasih oh kasih

dalam mengenang mu

terkenang aku

kita duduk mesra dalam kereta kencana

menelusuri perjalanan akad nikah

anugerah allah

jakarta subang pergi pulang

via bekasi karawang

 teriring iringan sangkala

bermakna tiada kepalang

kasih, oh, kekasih

iya memang iya

dalam merindu

dalam mengenang

detik detik bermakna segala

terkenang pula kisah kisah romantika

para pahlawan kemerdekaan berlaga

di medan juang bekasi karawang

seperti terpateri puisi abadi

penyair chairil anwar

« karawang-bekasi »

pun rivai apin dalam « elegi »

penguak takdir kaum pejuang

rela berkorban jiwa raga

 demi kemerdekaan

rakyat dan bangsa tercinta

demi kibar sangsaka merah-putih

demi gema irama lagu syahdu di angkasa

indonesia raya

merdeka

merdeka

merdeka

!

 

 (25 Agustus 2007)

 

*

 

Catatan:

(*)  „hati itu kerajaan di dalam tubuh" adalah sebaris kata disitir dari „Gurindam Dua Belas" gubahan Raja Ali Haji, terbitan Unri Press Pekanbaru 2003.



Envoyé avec Yahoo! Mail.
Une boite mail plus intelligente. __._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: