20 Juli 2008

[ac-i] Kompas Minggu: "Waton-Waton Asal Klakon"

Membaca rubrik Santap di Kompas Minggu (edisi 20 Juli 2008 halaman 22), membuat saya teringat masa-masa menempuh pendidikan di Yogya. Tulisan yang dibuat keroyokan oleh Maria Serenadine Sinurat, Amanda Putri, dan Harry Susilo yang mengulas tentang Gudeg cukup menarik.
 
Akan tetapi di awal tulisan terdapat kalimat ungkapan bahasa Jawa yang tidak tepat. Tertulis "waton-waton asal kelakon" yang diartikan para penulis menjadi "biar lambat asal selamat". Ungkapan Jawa yang benar untuk maksud itu adalah "alon-alon waton kelakon" karena "alon" berarti "lambat/pelan", dengan pesan tersirat: bersabarlah menghadapi hidup, bukan mengajak orang hidup malas. Sedangkan "waton" mempunyai arti "asal", yang cenderung bermakna negatif.
Demikian koreksi dari saya. Semoga editor lebih teliti.
 
Salam,
 
 
Radityo Djadjoeri
 
 
 
 
__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: