20 Juli 2008

[ac-i] INVITATION: CITIES WITHOUT MAPS/ZANNY&KEG/IVAA-CODE-MES56/21,27,28 JULI 2008

*Maaf untuk cross-posting*

Dear rekan,
IVAA mengundang Anda untuk hadir dalam rangkaian presentasi karya dan diskusi dari Zanny Begg dan Keg de Souza, dua seniman residensi dari Australia. Keterangan lengkapnya sebagai berikut:

JADWAL PRESENTASI DAN DISKUSI

21 Juli 2008 -- Presentasi dan Diskusi pre-performance(15.00 di IVAA, Patehan Tengah 37)
27 Juli 2008 -- Pemutaran film/karya (20.00 di Kampung Ratmakan dan Jagalan, Code)
28 Juli 2008 -- Presentasi dan Diskusi pasca performance (20.00 di MES56, Nagan Lor 17)



Cities Without Maps

Cities Without Maps adalah sebuah proyek pemetaan area di pinggiran Kali Code yang digarap dengan tendensi artistik. Kali Code adalah salah satu sungai yang membelah kota Yogyakarta. Sebagai sebuah proyek yang bertendensi artistik, peta yang dihasilkan, nantinya, akan berbeda dengan dengan peta yang digarap dengan prinsip-prinsip perspektif dan skala sebagaimana konsep peta yang telah demikian dikenal sebagai peta dari tradisi Cartisan.

Mengawali proses, di mana kehadiran peta tidak menjadi faktor penentu yang penting, menjadi suatu tantangan bagi kami dalam menentukan rancangan awal: apakah kami perlu memetakan ruang-ruang tersebut secara geografis semata, atau justru memetakan aspek-aspek sosial yang menyusun ruang fisiknya? Sebagai contoh, bagaimana sebuah peta mampu merefleksikan persoalan seperti berapa banyak orang yang tinggal di setiap rumah, atau bagaimana ruang yang ada dimanfaatkan untuk kepentingan yang berbeda untuk warganya; baik laki-laki maupun perempuan, anak muda malaupun kalangan tuanya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus susul-menyusul dengan sejumlah pertanyaan lain: untuk tujuan apa sebuah peta merepresentasikan masyarakat yang menghadapi persoalan legalitas kepemilikan atas lahan yang mereka tinggali, dan siapa yang menentukan arah atas informasi tentang orang-orang yang pernah tinggal di area tersebut? Bagaimana kita memetakan hal-hal seperti cerita-cerita angker yang berkembang di tengah masyarakat yang hidup di bekas kompleks pemakaman Cina? Bagaimana memaparkan jejak-jejak dari para penghuni lahan tersebut, sebelumnya? Bagaimana kita bisa mengikutsertakan berbagai peta sosial dari tinta-tinta yang ditorehkan pada tubuh melalui kentalnya budaya tato di Kali Code?

Proyek ini akan disosialisasikan melalui warung yang dilengkapi layar tancap sekaligus menyediakan hasil temuan dalam bentuk cetak. Proses pemetaan akan melibatkan partisipasi langsung dari warga dan ditutup dengan acara yang ditujukan untuk  warga dan pengunjung dari luar pinggiran Code.

Profil seniman:

Keg de Souza memiliki latar belakang pendidikan arsitektur dan seni rupa yang memberikan kecenderungan pada karya-karyanya.  Sepertinya, pada dua bidang tersebut karya-karyanya dapat dirujukan dengan tambahan fokus pada persoalan politik ruang. Tahun lalu Ia menerima beasiswa perjalanan ke New York dari Freedman Foundation.  

Zanny Begg memiliki latar belakang pendidikan teori seni rupa. Tahun lalu Ia menjalani residensi di Hong Kong atas prakarsa Dewan Kebudayaan Australia-Cina. Karya-karyanya kebanyakan mengolah persoalan tentang batas-batas praktik sosial dan artistik.

Keg dan Zanny mulai bekerjasama sejak tahun 2006 untuk serangkaian proyek kolaborasi, "2016: Archive Project" yang mengolah area suburban di Sydney, Redfern. Saat ini mereka terlibat dalam residensi atas prakarsa Asialink dan IVAA. Pada April 2009, mereka akan mengorganisir sebuah pameran tentang kota dan perubahan yang berlangsung di wilayah urban berjudul "There Goes The Neighborhood" (www.theregoestheneighbourhood.org) di Sydney.


Proyek ini terselenggara atas kerjasama IVAA dengan ASIALINK, warga Kampung Ratmakan dan Jagalan dan MES56.


--
PUBLIC RELATIONS
INDONESIAN VISUAL ART ARCHIVE
Patehan Tengah 37
YOGYAKARTA 55133 - INDONESIA
ph. (+62)(274)(375247)
fax.(+62)(274)(372095)
url. http://ivaa-online.org - http://groups.yahoo.com/group/ivaa-online/

__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: