27 Juli 2008

[ac-i] Iblis bukan saingan Tuhan

"SESUNGGUHNYA aku ini takut kepada Allah. Takuuut kepada Allah. Takuuut takuut kepada Allah," ucap tokoh Iblis. Pengakuan yang sangat mendasar itu menjadi bantahan Iblis yang selama ini selalu dicap sebagai tokoh jahat, raja kegelapan dan saingan Tuhan. 

   
"Tolong bedakan Iblis dengan Setan. Iblis itu makhluk pemula ciptaan Tuhan, sebelum para malaikat yang lain. Sedang setan itu adalah gelombang enerji negatif yang muncul dalam diri manusia. Iblis seratus persen berada di dalam dan di bawah susunan kekuasaan Tuhan!" Dialog ini menutup pergelaran fragmen-fragmen 'Tikungan Iblis' karya budayawan Emha Ainun Nadjib yang dipentaskan Teater Dinasti Yogyakarya di forum Jamaah Maiyah Macapat Syafaat, Tamantirto, Kasihan Bantul, Kamis lalu (17/7). 

   
Pergelaran ini merupakan ujicoba Teater Dinasti dalam mengomunikasikan berbagai pencapaian kreativitasnya, setelah hampir 3 bulan berlatih. Selain adegan ini, juga digelar 3 bagian dari naskah yang sama. Penampilan para pemain mampu memukau sekitar 1.000 jamaah selama hampir 1 jam.
 
Penyutradaraan pementasan ini digarap Fajar Suharno dan Jujuk Prabowo. Musik digarap Robiet Santosa dan Kiai Kanjeng. Didukung para aktor yaitu Joko Kamto, Novi Budianto, Tertib Suratno, Jemek Supardi, Eko Winardi, Cithut DH, Seteng, Bambang Susiawan, Untung Basuki dan puluhan aktor muda lainnya. Penata multi media yaitu Ipung Wai Ming. Mereka didampingi kontributor gagasan dari aktivis LSM Fauzie Ridjal dan Toto Rahardjo.
   
 
Pementasan ini akan digelar di beberapa kota, termasuk di Taman Budaya Yogyakarta pada 23 Agustus mendatang. "Selama ini Iblis selalu jadi kambing hitam manusia dalam kesalahan. Padahal manusia berbuat jahat didorong oleh nafsunya sendiri yang mewujud dalam godaan yang diistilahkan 'bisikan setan'," kata Emha.
   
Bagi Emha, pementasan ini merupakan wujud kebahagiaan Keluarga Besar Dinasti dan Kiai Kanjeng. "Kebahagiaan persaudaraan merupakan nilai yang paling tinggi, di samping pencapaian kreativitas. Saya merasakan, kini untuk saling mencintai makin lenyap dari kehidupan bangsa kita. Yang ada lebih banyak prasangka, bahkan kebencian. Saya kok yakin, kesenian dapat menjadi media efektif untuk menyuburkan semangat mencintai antar sesama manusia," kata Emha yang juga mengelola forum sejenis seperti Kenduri Cinta (Jakarta), Gambang Syafaat (Semarang), Padang mBulan (Jombang), Bang-bang Wetan (Surabaya) dan lainnya. (Cdr)-c

*) diambil dari kr.co.id
 


JEMEK SUPARDI, lahir di Yogya, 14 Maret 1953 ini semula menekuni teater tetapi kemudian dia merasa ada kekurangan dalam dirinya untuk mendalami bidang tersebut, terutama dalam hal menghafal naskah. Ia pun lantas menjatuhkan pilihan pada seni pantomim yang lebih mengandalkan gerak tubuh. Pantomim telah ditekuni selama kurang lebih tiga puluh tahun.


Alamat Rumah
Jl. Brigjen Katamso No. 194 Yogyakarta.
Kode Pos 55152.


Apabila Anda Berminat Mengundang Pentas
Silahkan menghubungi :

MANAJEMEK Mim-Teater
www.jemeksupardi.multiply.com

Kontak 081904138595


 
 
 
__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: