10 Juli 2008

[ac-i] Fw: [dayak] Masalah Cawat Dayak??????!!!!



--- On Thu, 10/7/08, marko_mahin <marko_mahin@yahoo.com> wrote:
From: marko_mahin <marko_mahin@yahoo.com>
Subject: [dayak] Masalah Cawat Dayak??????!!!!
To: dayak@yahoogroups.com
Date: Thursday, 10 July, 2008, 10:44 PM


Saya sepakat bahwa perjuangan dengan cara kekerasan harus sekuat
mungkin dieliminasi. Ada banyak cara, siasat dan strategi yang non
violance bisa dikembangkan.

Namun yang mau saya kritik adalah cara kita memandang perjuangan
saudara-saudara Dayak di Kalimantan Timur yang (maaf) sangat
kolonial. Kita memakai takaran dan ukuran kita sendiri memandang
orang lain. Kita melakukan peng-liyan-an (otherizing) terhadap apa
yang mereka lakukan karena tidak sesuai dengan konsep-konsep yang
ada di kotak kita. Sehingga hal itu kita anggap tidak tepat dan
layak untuk ditertawakan.

Kolonialisasi fisik biasanya dimulai dengan kolonialisasi pikiran.
Kolonialisasi fikiran biasanya dimulai dengan mendaur-ulang simbol-
simbol lokal negeri yang dijadikan koloni. Ketika proses itu matang,
maka penduduk negeri tejajah itu dengan suka rela dan suka cita
menghina budaya dan identitas dirinya sendiri. Bagi saya maskot
monyet memakai baju adat Dayak adalah bagian dari kolonialisasi
fikiran. Orang-orang diseret pikirannya untuk membayangkan bahwa
Dayak itu bercawat dan kaya monyet. Hal inilah yang disebar oleh
penjajah kolonial bahwa orang Dayak itu bercawat, hidup di pohon,
kaya monyet dan berekor.

Kegiatan Pekan Olahraga National (PON) yang diselenggarakan di
Kalimantan Timur itu bukanlah acara kecil dan main-main. PON
bukanlah kegiatan tingkat RT, tetapi berskala nasional. Ribuan
orang datang dari berbagai penjuru Indonesia hadir dalam kegiatan
itu. Dalam acara besar itu, adalah sangat ironis ketika ditampilkan
seekor monyet berpakai adat Dayak. Orang Dayak tidak sembarangan
memakai pakaian adatnya. Apalagi mengenakannya pada monyet. Karena
itu adalah sangat bijak bila Panitia PON, yang merupakan
perpanjangan tangan Menpora dan Negara, menyatakan permohonan
maafnya kepada orang-orang Dayak.

Saya pribadi berterimakasih dengan saudara-saudara dari Solidaritas
Dayak Bersatu yang dengan gagah berani melawan imaji kolonial itu.
Tindakan afirmasi mereka sudah tepat. Bahkan strategik karena mampu
melibatkan media massa.

--- In dayak@yahoogroups. com, cucu ruyut <cucuruyut06@ ...> wrote:
>
> Khabar terkini gambar orang utan (iraang Uta'an=bahau/ kayan) yang
bercawat pada maskot PON di kaltim sudah di cat decco semua  gambar
cawatnya sehingga yg  terlihat  cumaan  gambar orang utan nya
saja yg tanpa cawat. rupanya pemda kaltim cukup tanggap dengan
kejadian kemaren,kita patut acungkan  jempol  atas perjuangan
segelintir orang Dayak tsb yg peka terhadap nilai-nilai sakral
simbol sukunya yang telah di lecehkan orang lain.sangat di sayangkan
ada banyak orang Dayak  yg sekolahnya tinggi dan jabatannya cukup
terpandang di kaltim namun tidak satupun ada yang peka bahwa
dirinya telah di lecehkan orang lain lewat maskot PON yang lagi riuh
saat ini,sekali lagi kita patut berbangga dengan ke tiga puluhan
orang Dayak yg telah berjuang dengan caranya sendiri yang
 walaupun kita  tidak mendukung tindakan yang bersifat
anarkis selama masih ada jalan lain yang lebih baik untuk jalan
penyelesaiannya. sekarang adakah yang tahu bagaimana nasib
> mereka setelah di tangkap aparat keamanan?berapa hari,bulan atau
tahun mereka akan mendekam di balik jeruji besi akibat tindakan
kesendirian mereka  demi sebuah pembelaan harga diri dan nilai
indentitas yg terhormat bagi seluruh warga Dayak di bumi
kalimantan?. ......karena itu sadarlah... bersatu kita teguh bercerai
kita runtuh,mari kita rubah wawasan pikiran kita untuk saling
memperhatikan dan jalin persatuan yang erat, apa pun status dan
golongan kita mulai dari dalam suku dan antara berbagai sub suku
Dayak di seluruh daerah di bumi kalimantan dan tentunya juga bersama
warga asli kalimantan lainnya.Bravo
>  
>  
> Salam sejahtera bagimu kalimantan raya.
>  
> C.Fernando.
>  
>
> --- Pada Kam, 10/7/08, aadventa <aadventa@.. .> menulis:
>
> Dari: aadventa <aadventa@.. .>
> Topik: [dayak] Re: Masalah Cawat Dayak??????! !!!
> Kepada: dayak@yahoogroups. com
> Tanggal: Kamis, 10 Juli, 2008, 1:34 PM
>
>
>
>
>
>
> Trims untuk masukan teman2 kalo ternyata motif yang dipasangkan
pada
> orangutan dan burung enggang itu ternyata motif sakral yang tidak
> boleh dipakai sembarang orang. Maaf sebelumnya aku kurang peka dan
> melihat logo PON ini dengan sedikit rasa humor, lucu aja liat
gambar
> karikaturnya. Tapi tetap kebebasan berkreasi harus menjunjung
budaya
> setempat.
>
> Juga sah-sah saja untuk marah kalo memang kurang pada tempatnya
sesuai
> budaya setempat apalagi sebelumnya sudah menyampaikan protes
> tertulis(?). Cuman caranya itu saja, jangan sampai kontraproduktif
> dengan perjuangan2 yang sedang dilakukan.
>
> Aku juga tidak setuju kalo orang Dayak dicap tidak punya rasa
simpati
> sesama. Aku yakin kita semua di sini punya simpati dan kerinduan
yang
> besar untuk mengangkat martabat orang Dayak. Tapi sebaiknya bukan
> dengan cara memelas minta belas kasihan untuk menjustifikasi
> tindakan-tindakan di luar hukum. Terus terang aku kurang bersimpati
> dengan kekerasan fisik. Aku lebih berposisi untuk melawan kekerasan
> simbolik dengan simbolik juga.
>
> Dari kasus ini bbrp hal yang bisa dipelajari spt Mujie bilang perlu
> dokumentasi simbol2 budaya spt motif2 bila perlu dipatenkan lewat
> HAKI. Perlu kejelasan simbol/motif mana yang eksklusif dan mana
yang
> bebas dikembangkan. Perlu juga punya media rutin untuk tukar
informasi
> ttg suku Dayak di berbagai tempat di Kalimantan dan
perkembangannya.
> Ini berguna terutama untuk kita yang jauh yang sering takana jo
> kampuang nan jauh di mato.
>
> Bbrp waktu lalu aku ada baca tulisan Pendeta Martin Baier ttg
> perkembangan agama Hindu Kaharingan di Kalteng, yang menarik saat
itu
> kenapa tidak ada protes dalam proses adaptasi menjadi agama
monoteis,
> dalam hal mana banyak tokoh2 dewa/dewi posisinya diturunkan.
Mungkin
> ada masukan dari antropolog Dayak?
>
> Tabe,
> -alma-
>
> --- In dayak@yahoogroups. com, Ronny Teguh <ronnyteguh@ ...> wrote:
> >
> > Dear marko
> >
> >
> http://images. google.co. id/imgres? imgurl=http: //kpmbyogya.
files.wordpress. com/2008/ 05/maskot- pon.jpg&imgrefur l=http://
kpmbyogya. wordpress. com/2008/ 05/08/arti- logo-pon- kaltim/&h=
250&w=344& sz=7&hl=id& start=5&tbnid= -Pc4ZputRdkf5M: &tbnh=87&
tbnw=120& prev=/images% 3Fq%3DPON% 2Bkaltim% 26gbv%3D2% 26hl%3Did%
26sa%3DG
> >
> > ini ada link foto gambar yang dipermasalahkan. beserta artinya.
> mudahan2 dayak tidak ngamuk lagi hanya gara2 cawat.
> >
> > > Dear Rony,
> > > Dari mana anda tahu mereka kerdil? Apakah anda bisa
> > > merasakan
> > > ketersinggungan mereka? Apakah kamu mengerti dan mengenal
> > > motif
> > > Dayak yang dikenakan pada orang utan itu?
> >
> > bung marko. kenapa susah2 mendebatkan hal motif. kalaupun itu
tidak
> berguna. lain kali jangan gunakan lambang2 dayak karena melanggar
> adat, kalaupun aku tidak mengerti, hampir streotipe orang di luar
> kalimantan mengatakan kita adalah preman. kalau motif tersebut
adalah
> lambang yang bisa membangkitkan keterpurukan kita mari kita bertato
> yang hanya pada kalangan sendiri sehingga bangkit melawan meraih
> kemenangan. kadang tidak tidak mulai rasional. orang berduit di
luar
> kita yang sekarang punya lahan sawit dan batubara tidak perlu tato,
> motif ataupun tidak perduli ketersinggungan kita. justru kita ribut
> tentang hal itu. itu yang ku bilang kerdil, ok lah kita tersinggung
> dengan motif itu. apakah selesai disitu saja, sementara pengurasan
> alam dibiarkan saja. orang diluar sana tidak perlu motif-motif.
> >
> > > Beberapa tahun yang lalu di Kalimantan Timur aku pernah
> > > minta untuk
> > > di tatoo dengan motif itu. Saudaraku Ding mengatakan
> > > tidak. Motif
> > > itu hanya untuk kelompok tertentu. Sekarang, dalam
> > > rangka PON,
> > > motif itu dikenakan pada seorang utan!!!!
> >
> > artinya bung marko, tato yang ada padamu dan di cawat monyet itu
> mulai kehilangan arti. mulai dikenal dipasaran dan semakin
permintaan
> tinggi harga turun dong.
> >
> >
> > > Jangan pernah kecilkan Dayak yang mengamuk. Propinsi
> > > Kalimantan
> > > Tengah tempat kamu tinggal sekarang adalah hasil dari
> > > orang-orang
> > > Dayak yang "mengamuk". Ia tidak hadir begitu
> > > saja apalagi
> > > pemberian. Begitu juga dengan respek, hormat dan harga
> > > diri.
> >
> > hehehehhee.. .... tapi orang dayak yang mana bung marko maksud.
ide
> awal kan kawan2 kaharingan setelah itu mulai disingkirkan. yang ada
> Bapak kalteng, kemana bapak-bapak ide pembentukannya.
> >
> >
> > > Kenapa tidak ada satu pun Dayak yang menarik mandau ketika
> > > hutannya
> > > dijarah? Siapa bilang tidak ada. Terlalu banyak testimoni
> > > yang aku
> > > kumpulkan tentang mereka yang melakukan perlawan bung! Di
> > > hulu
> > > sungai Kuatan ada seorang kepala adat yang rela diperiksa
> > > berjam-jam
> > > di kantor polisi hanya karena menolak tanah pekuburan
> > > leluhurnya di
> > > jadikan lahan konsesi. Di hulu Barito aku menemukan
> > > seorang anak
> > > muda yang pecah biji kemaluannya karena ditendang brimob
> > > yang mecoba
> > > merebut sarang burung waletnya. Di hulu sungai Delang aku
> > > menemukan
> > > satu keluaraga dicap gila hanya karena menolak perusaahan
> > > militer
> > > untuk mengambil kayu di wilayah mereka. Sangat banyak dan
> > > terlalu
> > > banyak.
> >
> > kemana semua itu bung marko beritanya. kok di diam kan saja. atau
> jangan2 itu dibuat sebuah kumpulan-kumpulan dalam memperkuat sebuah
> teori baru dalam orang dayak hehehehe.
> >
> >
> > > Untuk bisa melakukan hal besar kita harus mulai dari hal
> > > kecil.
> > > Untuk bisa melakukan perjalan panjang ribuan kilo meter
> > > kita harus
> > > mulai dengan satu langkah pendek yang kurang dari satu
> > > meter.
> > > Monyet dan cawat adalah masalah sederhana. Namun hal itu
> > > menjadi
> > > tidak sederhana ketika di situ ada motif ada simbol yang
> > > sarat
> > > dengan nilai kultural.
> > >
> > > Cara kekerasan memang tidak saya setujui? Namun apa
> > > bedanya
> > > kekerasn fisik dan kekerasan simbolik. Kekerasan simbolik
> > > terkadang
> > > lebih ampuh dari kekerasan fisik untuk memproduksi
> > > manusia-manusia
> > > inferior yang tersenyum bahagia ketika dihina, bahkan
> > > berterimakasih
> > > ketika wajahnya diludah.
> > >
> > > Taukah anda...motif apa itu?????
> >
> > bung marko ada untungnya tidak motif itu untuk membangun lagi
> kalimantan yang rusak ini. jika saya tau motif itu untuk kekuatan,
> kekayaan dan banyak hal bisa kita coba. namun kalau hanya
> gambar-gambar yang sering di pajang disana sini. bahkan gambar
Tuhan
> dan kaligrafi nabi, lambat laun kehilangan bentuk. fungsinya
hanyalah
> menjadi pajangan saja. obral. apa nasib motif yang tak ku tahu
> maksudnya itu sama dengan gambar Tuhan yang di jual 5000 rupiah
saja.
> menyakitkan.
> >
> >
> > >
> > > Aku tahu ada beberapa orang kawan yang bisa membuat kita
> > > jelas
> > > masalah yang sebenarnya. Yang pasti Panitia PON itu tidak
> > > sensitif
> > > budaya. Masak tidak tahu kalau orang-orang Dayak sekarang
> > > sedang
> > > giat-giatnya membangun identitas dirinya. Identitas itu
> > > bisa di
> > > mana-mana: bahasa, motif, makanan dst.. Tampaknya semangat
> > > menjual
> > > dan ingin menampilkan yang eksotik memang lebih dominan.
> > >
> >
> > hem.... pertanyaannya adalah kemana sarjana kebudayaan dayaknya,
> kemudian jangan di bumbu-bumbu ya dengan model ala peneliti belanda
> "Snouck H" mengatakan begitu religius dan kentalnya simbol ini
> sehingga dayak yang merasa terpancing emosinya mencoba mengagalkan
> PON. pertanyaan selanjutnya kemana orang dayak di kaltim, jangan
> tunjuk hidung ke dinas budaya dong, sebagai yang tahu budaya dayak
> yang harusnya memberi respon baik di media. jangan setelah PON
> berlangsung pada ribut semua.
> >
> > salam,
> >
> > ronny
> >
> >
> > > Salam,
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > --- In dayak@yahoogroups. com, Ronny Teguh
> > > <ronnyteguh@ > wrote:
> > > >
> > > > Kawan2 semua
> > > >
> > > > Sebenarnya yang jadi masalah si monyet yang makai
> > > cawat dengan
> > > motif dayak. namun menurut marko kita harus punya bukti
> > > dulu. aku
> > > setuju. Namun sedikit aneh jika lambang PON terakhir ini
> > > adalah
> > > lambang monyet yang bercawat. sebegitu manusiakan si monyet
> > > ini
> > > sampai yang merasa memiliki cawat adalah orang Dayak
> > > menjadi gusar.
> > > bisa jadi Dayak menjadi sama dengan Monyet, kasus ini tidak
> > > hal aneh
> > > bagi kita, di LSM BOS, perlakuan orang utan melebihi
> > > perlakuan anak-
> > > anak disekitarnya. biaya yang dikeluarkan untuk anak-anak
> > > orang utan
> > > 1 jt sebulan untuk susu, anak-anak sekitar belum tentu,
> > > apakah
> > > perasaan ini yang menurut sitha terkoyak karena monyet yang
> > > bercawat
> > > dayak itu. atau, ekses lain dari kepentingan politik daerah
> > > yang
> > > memanas. namun dalam analisisku pribadi, pikiran
> > > mempengaruhi emosi
> > > dan emosi mempengaruhi tindakan. Emosi terselubung dalam
> > > setiap
> > > tindakan. jika marah hanya karena monyet yang memakai
> > > cawatnya
> > > tentu kita merasa dungu. google saja di
> > > > internet ada lambangnya, lah emang monyet memakai
> > > pakaian adat
> > > Dayak. pertanyaannya adalah siapa orang dayak yang ngamuk
> > > itu ?,
> > > selidiki latar belakangnya, dan rekam jejak dari
> > > kehidupannya baru
> > > didapat informasi.
> > > >
> > > > wah marko, aku tidak terlalu simpati dengan
> > > orang-orang dayak yang
> > > ngamuk ini, terlalu kerdil sekali kalau hanya karena monyet
> > > dan
> > > cawatnya saja. terlalu sederhana. sementara yang besar,
> > > seperti kata
> > > alma, pengrusakan hutan, pengerukan hasil alam tidak ada
> > > satupun
> > > dayak angkat SENJATA. simpati saya dalam perjuangan dayak
> > > mengusir
> > > penjajahan mental, kebodohan, pengurasan alam.
> > > >
> > > > ronny
> > > >
> > > >
> > > > --- On Wed, 7/9/08, marko_mahin
> > > <marko_mahin@ > wrote:
> > > >
> > > > > From: marko_mahin <marko_mahin@ >
> > > > > Subject: [dayak] Re: Masalah Cawat
> > > Dayak??????! !!!
> > > > > To: dayak@yahoogroups. com
> > > > > Date: Wednesday, July 9, 2008, 3:56 PM
> > > > > Yth. Kawan-kawan semua,
> > > > > Saya tidak tahu persis apa motif dayak yang
> > > dimaksud
> > > > > sehingga
> > > > > membuat saudara-saudara Dayak di Kalimantan Timur
> > > sangat
> > > > > murka.
> > > > > Mungkin ada kawan-kawan yang bisa mendapatkan
> > > foto atau
> > > > > keterangan
> > > > > lebih lanjut mengenai motif dayak itu. Setahu
> > > saya ada
> > > > > motif yang
> > > > > menjadi simbol diri, sehingga ketika motif itu
> > > diperlakukan
> > > > > secara
> > > > > tidak layak akan menuai kemarahan dari pemilik
> > > simbol itu?
> > > > >
> > > > > Orang marah itu wajar, alami dan anugerah Tuhan.
> > > Apalagi
> > > > > kalau
> > > > > kemarahan itu mempunyai alasan yang jelas dan
> > > kuat. Hanya
> > > > > manusia
> > > > > dungu yang tidak bisa marah.
> > > > >
> > > > > Hal yang miskin dalam diri kita sebagai orang
> > > Dayak adalah
> > > > > rasa
> > > > > simpati dan bela-rasa akan ketertindasan sesama.
> > >
> > > > >
> > > > > Salam,
> > > > > Marko Mahin
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > --- In dayak@yahoogroups. com, sintha
> > > djandam-assan
> > > > > <inta_dyc@>
> > > > > wrote:
> > > > > >
> > > > > > Temans,
> > > > > >
> > > > > > Mungkin untuk kita2 yang tinggal jauh dari
> > > tempat
> > > > > kejadian
> > > > > (Kalimantan Timur) ga terlalu merasakan bagaimana
> > > > > "sakitnya"
> > > > > perasaan masyarakat Dayak di sana melihat maskot
> > > PON
> > > > > berbentuk
> > > > > monyet yang memakai cawat dengan motif dari etnis
> > > Dayak.
> > > > > >
> > > > > > Mungkin untuk kita2 yang ruang lingkup
> > > pergaulan sudah
> > > > > "mendunia"
> > > > > tidak terlalu mempermasalahkan maskot monyet yang
> > > memakai
> > > > > cawat
> > > > > dengan motif dari etnis Dayak.
> > > > > >
> > > > > > Mungkin untuk kita2 yang karena tingkat
> > > pendidikan
> > > > > maupun
> > > > > sosialnya, melihat bahwa lebih
> > > "berharga" mandau
> > > > > terhunus ketika
> > > > > melihat kekayaan alam dan adat diambil dan
> > > dirusak di depan
> > > > > mata
> > > > > daripada menghunus mandau untuk menurunkan
> > > baliho2
> > > > > bergambar maskot
> > > > > monyet yang memakai cawat dengan motif dari etnis
> > > Dayak.
> > > > > >
> > > > > > Tetapi kawan,
> > > > > >
> > > > > > Coba kita merenungkan dan mencoba menghayal
> > > berada di
> > > > > posisi
> > > > > mereka yang protes - setelah sekian lama
> > > > > "tertindas" dan mendapat
> > > > > perlakuan sebagai warga "kelas 2" dan
> > > dengan
> > > > > kondisi yang dialami
> > > > > dan dihadapi oleh masyarakat Dayak saat ini -
> > > apakah
> > > > > sebagai
> > > > > masyarakat Dayak (dari sub-etnis apapun) kita
> > > hanya berdiam
> > > > > diri?
> > > > > Sementara saat ini hanya "harga diri"
> > > yang masih
> > > > > tertinggal dan
> > > > > tersisa untuk dipertahankan? ??? (saya pernah
> > > merasakan
> > > > > bagaimana
> > > > > menjadi bagian masyarakat Dayak di Kalimantan
> > > Tengah,
> > > > > maupun di
> > > > > Kalimantan Timur - dua situasi yang sangat
> > > berbeda, yang
> > > > > tidak bisa
> > > > > digeneralisir) .
> > > > > >
> > > > > > Sebagai orang Dayak - walaupun tinggal di
> > > perantauan -
> > > > > saya cukup
> > > > > terusik dan terganggu juga dengan maksot monyet
> > > tersebut
> > > > > bila
> > > > > memakai cawat bermotif Dayak (mungkin kalo ga
> > > pakai cawat
> > > > > motif
> > > > > Dayak - konotasinya jadi berbeda dan masih bisa
> > > > > diterima). Untuk
> > > > > itu protes memang harus disampaikan, walaupun
> > > sebaiknya
> > > > > protes bukan
> > > > > dengan cara "preman", agar persepsi
> > > negatif atas
> > > > > masyarakat Dayak
> > > > > tidak terus terpelihara.
> > > > > >
> > > > > > Ini saatnya kita masyarakat Dayak -
> > > khususnya para
> > > > > generasi
> > > > > mudanya - untuk bisa bersatu dan berjuang
> > > bersama-sama
> > > > > menghapuskan
> > > > > image negatif yang sekian lama melekat,
> > > bersama-sama
> > > > > bersatu
> > > > > meningkatkan taraf pendidikan dan sosial,
> > > bersama-sama
> > > > > berjuang
> > > > > mendapatkan posisi tawar di kancah regional
> > > maupun
> > > > > nasional, lebih
> > > > > bagus lagi bila mampu di kancah international.
> > > Dengan
> > > > > catatan:
> > > > > Harus bersatu!
> > > > > >
> > > > > > Tabe,
> > > > > > Sintha Djandam-Assan
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > --- On Tue, 7/8/08, Ronny Teguh
> > > <ronnyteguh@ >
> > > > > wrote:
> > > > > >
> > > > > > From: Ronny Teguh <ronnyteguh@ >
> > > > > > Subject: Re: [dayak] Re: Masalah Cawat
> > > Dayak??????! !!!
> > > > > > To: dayak@yahoogroups. com
> > > > > > Date: Tuesday, July 8, 2008, 11:03 PM
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > tenang alma :).
> > > > > >
> > > > > > padahal putri dunia pakai CD/ dalaman
> > > lombanya pakai
> > > > > motif macam2
> > > > > ya. lalu di bali lalu lalang bule pakai cawat
> > > mickey mouse.
> > > > > bue--bue
> > > > > mencari ikan pakai cawat merk yang di iklankan
> > > tora sudiro
> > > > > "angin
> > > > > sepoi - sepoi". apa masalah dengan cawat.
> > > artinya
> > > > > dayak sekarang
> > > > > sama dengan cawat atau pertahanan terakhir dari
> > > kemaluan
> > > > > kita
> > > > > sebagai Dayak. ketidakmampuan lagi masyarakat
> > > lokal yang
> > > > > sudah di
> > > > > robek - robek pakaian yang tersisa hanyalah
> > > CAWAT.
> > > > > sederhana sekali
> > > > > mengatasnamakan dayak, dayak mana itu ?.
> > > > > >
> > > > > > toh belum pernah belajar melihat masa lalu,
> > > bahwa kita
> > > > > dari daun
> > > > > di hutan jadi pakaian, lalu mengenai kain, sampai
> > > kenal
> > > > > celana jean
> > > > > ala cow-boy amerika sana padahal bikinan garmen
> > > di bekasi
> > > > > aja.
> > > > > >
> > > > > > ngomong2 al, mujie pakai cawat yang ada tali
> > > di
> > > > > sampingnya,
> > > > > warnanya pink. di pakai mujie mandi di sungai
> > > kahayan.
> > > > > >
> > > > > > --- On Wed, 7/9/08, aadventa
> > > <aadventa@yahoo.
> > > > > com> wrote:
> > > > > >
> > > > > > > From: aadventa <aadventa@yahoo.
> > > com>
> > > > > > > Subject: [dayak] Re: Masalah Cawat
> > > Dayak??????!
> > > > > !!!
> > > > > > > To: dayak@yahoogroups. com
> > > > > > > Date: Wednesday, July 9, 2008, 6:00 AM
> > > > > > > Alamakk kok sampe marah segitunya??
> > > Memangnya
> > > > > kenapa kalo
> > > > > > > orangutan
> > > > > > > dan burung enggang pakai cawat motif
> > > dayak?
> > > > > Gimana kalo
> > > > > > > tiba2
> > > > > > > orangutan itu bertambah IQnya jadi bisa
> > > pakai
> > > > > baju bermotif
> > > > > > > Dayak?
> > > > > > >
> > > > > > > Kenapa mandau tidak terhunus juga saat
> > > hutan dan
> > > > > kekayaan
> > > > > > > alam dan
> > > > > > > adat diambil dan dirusak di depan
> > > mata??
> > > > > > >
> > > > > > > forever justice and peace
> > > > > > > -aa-
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > > --- In dayak@yahoogroups. com,
> > > > > "marko_mahin"
> > > > > > > <marko_mahin@ ...> wrote:
> > > > > > > >
> > > > > > > > Empat Warga Dayak Mengamuk di
> > > Bazar PON
> > > > > > > > Selasa, 08 Jul 2008 | 21:31 WIB
> > > > > > > >
> > > > > > > > TEMPO Interaktif,
> > > Samarinda:Kepolisia n Kota
> > > > > Besar
> > > > > > > (Poltabes)
> > > > > > > > Samarinda, Kalimantan Timur
> > > mengamankan
> > > > > empat warga
> > > > > > > Dayak yang
> > > > > > > > mengamuk di Bazar PON, Stadion
> > > Madya Sempaja
> > > > > > > Samarinda, Selasa
> > > > > > > > (8/7). Mereka diamankan dengan
> > > tuduhan
> > > > > > > > perusakan dan membawa senjata
> > > tajam di depan
> > > > > umum.
> > > > > > > >
> > > > > > > > "Pasti kami proses secara
> > > hukum,"
> > > > > kata
> > > > > > > Kepala Poltabes Samarinda,
> > > > > > > > Komisaris Besar Polisi Nasib
> > > Simbolon.
> > > > > > > >
> > > > > > > > Kejadiannya sekitar pukul 14.30
> > > Wita,
> > > > > seorang dengan
> > > > > > > atribut suku
> > > > > > > > Dayak, lengkap dengan mandau
> > > (parang khas
> > > > > Dayak) dan
> > > > > > > tiga orang
> > > > > > > > lainnya mengenakan jaket
> > > organisasi Etnis
> > > > > Dayak
> > > > > > > mengamuk di Bazar
> > > > > > > > PON. Sejumlah spanduk dan baliho
> > > yang
> > > > > dijumpainya di
> > > > > > > rusak dengan
> > > > > > > > menarik hingga robek.
> > > > > > > >
> > > > > > > > Untuk baliho, tepatnya di depan
> > > Gelanggang
> > > > > Serbaguna,
> > > > > > > > Kompleks Stadion Madya, dirobek
> > > dengan
> > > > > menebaskan
> > > > > > > mandau hingga
> > > > > > > > baliho robek. Mengetahui kejadian
> > > itu,
> > > > > polisi langsung
> > > > > > > bergerak
> > > > > > > > mengamankan mereka yang telah
> > > membuat ulah
> > > > > ini.
> > > > > > > >
> > > > > > > > Kepada polisi, Vendy Meru
> > > menantang untuk
> > > > > ditangkap.
> > > > > > > Kepada Waka
> > > > > > > > Poltabes Samarinda Ajun Komisaris
> > > Besar
> > > > > > > > Hadi Purnomo, di tempat kejadian
> > > perkara,
> > > > > Vendy
> > > > > > > mengatakan dia
> > > > > > > > merasa logo PON ini telah
> > > melecehkan orang
> > > > > Dayak.
> > > > > > > >
> > > > > > > > "Ini sudah pelecehan Adat
> > > Dayak. Masak,
> > > > > cawat
> > > > > > > adat Dayak dipakai
> > > > > > > > orang utan," jelasnya dengan
> > > nada
> > > > > tinggi.
> > > > > > > >
> > > > > > > > Eka, seorang pelayan rumah makan
> > > Mie Baso
> > > > > Priangan,
> > > > > > > mengaku sempat
> > > > > > > > panik dengan ulah keempat orang
> > > ini. Dengan
> > > > > > > menghunuskan Mandau,
> > > > > > > > salah seorang di antaranya
> > > mengayunkan ke
> > > > > baliho.
> > > > > > > "Panjang
> > > > > > > > mandaunya," ujarnya.
> > > > > > > >
> > > > > > > > Akibat ulahnya ini, Vendy Meru
> > > bersama
> > > > > ketiga rekannya
> > > > > > > digiring ke
> > > > > > > > markas poltabes. Sempat ada
> > > perlawanan saat
> > > > > Vendy akan
> > > > > > > ditangkap.
> > > > > > > > Dia hendak mencabut mandaunya.
> > > > > > > >
> > > > > > > > Namun, polisi yang telah
> > > mengerumuninya
> > > > > langsung
> > > > > > > > menangkap tangannya dan merampas
> > > mandau yang
> > > > > terpasang
> > > > > > > di
> > > > > > > > pinggangnya. Saat ini Vendy
> > > menjalani
> > > > > pemeriksaan
> > > > > > > polisi bersama
> > > > > > > > ketiga rekannya.
> > > > > > > >
> > > > > > > > Polisi juga menyita tiga bilah
> > > mandau dan 36
> > > > > spanduk
> > > > > > > yang telah
> > > > > > > > dirusak sebagai barang bukti.
> > > Firman Hidayat
> > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > > > --- In dayak@yahoogroups. com,
> > > cucu ruyut
> > > > > > > <cucuruyut06@ > wrote:
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > SAMARINDA - Sekitar 30 warga
> > > yang
> > > > > tergabung dalam
> > > > > > > Solidaritas
> > > > > > > > Dayak Bersatu (SDB) melakukan aksi
> > > > > pencabutan paksa
> > > > > > > spanduk PON di
> > > > > > > > GOR Segiri, Sabtu (28/6). Mereka
> > > menilai
> > > > > maskot PON
> > > > > > > XVII/2008
> > > > > > > > melecehkan warga Dayak.Â
> > > > > > > > > Aksi ini dilakukan
> > > spontanitas hanya
> > > > > sekitar 15
> > > > > > > menit. Mereka
> > > > > > > > mencopot 20 buah spanduk yang
> > > bergambar
> > > > > maskot PON.
> > > > > > > "Maskot PON
> > > > > > > > bergambar orangutan dan burung
> > > enggang di
> > > > > spanduk-
> > > > > > > spanduk PON
> > > > > > > > sangat jelas melecehkan warga
> > > Dayak. Karena
> > > > > maskot itu
> > > > > > > digambarkan
> > > > > > > > memakai cawat dengan motif Dayak.
> > > Masa kami
> > > > > warga
> > > > > > > Dayak disamakan
> > > > > > > > dengan binatang," ujar Aikul,
> > > Juru
> > > > > Bicara SDB
> > > > > > > kepada Tribun.
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > "Bagaimana kalau
> > > misalnya ini
> > > > > menimpa orang
> > > > > > > Jawa, misalnya maskot
> > > > > > > > itu menggunakan blangkon. Tentu,
> > > mereka
> > > > > bakal
> > > > > > > tersinggung. Semua
> > > > > > > > orang bakal tersinggung jika
> > > disamakan
> > > > > dengan
> > > > > > > binatang," ucapnya
> > > > > > > > kesal.
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Aksi ini sudah berlangsung
> > > sejak Sabtu
> > > > > (27/6),
> > > > > > > diawali dengan
> > > > > > > > pencopotan 10Â buah spanduk
> > > serupa di area
> > > > > Mal
> > > > > > > > Lembuswana. "Sebetulnya,
> > > bukan hanya
> > > > > warga SDB
> > > > > > > yang marah namun
> > > > > > > > semua warga Dayak di Kaltim merasa
> > > > > dilecehkan dengan
> > > > > > > gambar maskot
> > > > > > > > itu," katanya. Mereka akan
> > > kembali
> > > > > turun ke jalan
> > > > > > > untuk mencopoti
> > > > > > > > semua spanduk bergambar maskot
> > > yang
> > > > > melecehkan warga
> > > > > > > Dayak, Senin
> > > > > > > > (30/6), jika PB PON tidak
> > > mengambil sikap.
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Hal senada dikemukakan
> > > Yulianus Henock,
> > > > > Panglima
> > > > > > > Komando
> > > > > > > > Pertahanan Adat Dayak Kaltim
> > > (KPAD-KT).
> > > > > "Kami
> > > > > > > warga Dayak tidak akan
> > > > > > > > tinggal diam jika maskot PON itu
> > > tetap
> > > > > dipasang di
> > > > > > > berbagai tempat.
> > > > > > > > Bahkan, kami akan memberlakukan
> > > sanksi adat
> > > > > kepada
> > > > > > > pihak yang
> > > > > > > > bertanggungjawab atas persoalan
> > > ini.
> > > > > Sebenarnya, kami
> > > > > > > sangat
> > > > > > > > mendukung even PON di Kaltim ini,
> > > tapi
> > > > > jangan lantas
> > > > > > > seenaknya
> > > > > > > > memasang spanduk bergambar maskot
> > > yang
> > > > > melecehkan
> > > > > > > warga Dayak. Ini
> > > > > > > > jelas menginjak tradisi dan
> > > martabat
> > > > > masyarakat
> > > > > > > Dayak," kata
> > > > > > > > Yulianus.
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Ia memastikan bersama seluruh
> > > warga
> > > > > Dayak
> > > > > > > se-Kaltim akan turun ke
> > > > > > > > jalan untuk mencopot paksa
> > > spanduk-spanduk
> > > > > bernada
> > > > > > > pelecehan itu.
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Wakil Ketua Harian PB PON,
> > > Hermain Okol
> > > > > mengaku
> > > > > > > menerima surat
> > > > > > > > protes dari warga Dayak.
> > > "Mereka sudah
> > > > > bertemu
> > > > > > > saya. Saya bilang
> > > > > > > > pada mereka, surat mereka akan
> > > disampaikan
> > > > > kepada
> > > > > > > pimpinan PON dan
> > > > > > > > Plt Gubernur Kaltim. Hasilnya
> > > nanti segera
> > > > > > > diberitahukan, " ujarnya.
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Menurut Hermain, maskot itu
> > > hasil
> > > > > sayembara tahun
> > > > > > > 2006 dan
> > > > > > > > diserahkan kepada KONI Pusat.
> > > "Kami
> > > > > akan
> > > > > > > menanggapi surat protes
> > > > > > > > mereka. Mengenai aksi pencopotan
> > > spanduk
> > > > > pada Senin
> > > > > > > besok, silakan
> > > > > > > > saja semuanya ada aturannya,"
> > > kata
> > > > > Okol. (top)
> > > > > > > > >
> > > > > > > > >
> > > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > > ____________ _________ _________
> > > _________
> > > > > _________ _________ _
> > > > > > > > ______
> > > > > > > > > Nama baru untuk Anda!
> > > > > > > > > Dapatkan nama yang selalu
> > > Anda inginkan
> > > > > di domain
> > > > > > > baru @ymail dan
> > > > > > > > @rocketmail.
> > > > > > > > > Cepat sebelum diambil orang
> > > lain!
> > > > > > > > > http://mail. promotions.
> > > yahoo.com/
> > > > > newdomains/ id/
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > [Non-text portions of this
> > > message have
> > > > > been
> > > > > > > removed]
> > > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > > ------------ --------- --------- ------
> > > > > > >
> > > > > > > ++++++++++++ +++++++++ +++++++++
> > > +++++++++ +++++
> > > > > > > Mailing List Dayak Group adalah sebagai
> > > media
> > > > > informasi
> > > > > > > atau tempat saling curhat antara netter
> > > Dayak
> > > > > (lintas agama
> > > > > > > dan lintas provinsi) dimana saja
> > > berada.
> > > > > > > ++++++++++++ +++++++++ +++++++++
> > > +++++++++ +++++
> > > > > > > To Post a message, send it to:
> > > dayak@yahoogroups.
> > > > > com
> > > > > > >
> > > > > > > To Unsubscribe, send a blank message
> > > to:
> > > > > > > dayak-unsubscribe@ yahoogroups.
> > > comYahoo! Groups
> > > > > Links
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > [Non-text portions of this message have been
> > > removed]
> > > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > ------------ --------- --------- ------
> > > > >
> > > > > ++++++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++
> > > > > Mailing List Dayak Group adalah sebagai media
> > > informasi
> > > > > atau tempat saling curhat antara netter Dayak
> > > (lintas agama
> > > > > dan lintas provinsi) dimana saja berada.
> > > > > ++++++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++
> > > > > To Post a message, send it to:
> > > dayak@yahoogroups. com
> > > > >
> > > > > To Unsubscribe, send a blank message to:
> > > > > dayak-unsubscribe@ ! Groups Links
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > > ------------ --------- --------- ------
> > >
> > > ++++++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++
> > > Mailing List Dayak Group adalah sebagai media informasi
> > > atau tempat saling curhat antara netter Dayak (lintas agama
> > > dan lintas provinsi) dimana saja berada.
> > > ++++++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++
> > > To Post a message, send it to: dayak@yahoogroups. com
> > >
> > > To Unsubscribe, send a blank message to:
> > > dayak-unsubscribe@ ...! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware
gratis.
> Download Yahoo! Toolbar sekarang.
> http://id.toolbar. yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does! __._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: