16 Juli 2008

[ac-i] Di Dua Puluh Enam Tahun yang Tereram

Di Dua Puluh Enam Tahun yang Tereram

Dua puluh enam tahun yang tereram, dari gelombang rambut dadaku kau merangkak pelan ke cekungan selangkang. Entah karena letih dari medan perang dan sekujur tubuh yang dilintahi luka, kau hirup semerbak angin bunga yang diwahyukan pada buih sabun sudah.

 

"Aku butuh lebih dari sekedar aroma" rontamu meronta mencari pintu keluar selangkang itu. Kau  jengah, gerah, terdedah, kau dirajami durjana-durjana gairah.

 

"Lekaslah, di tungku perapian ini aku telah rebah" pintamu padaku, memelas bocah.

 

"Saban malam, kaulah yang menekan tuts-tuts piano itu hingga menjalin lilitan-lilitan nada, yang mengikatku, yang erat, yang terlampau erat, sampai sesaklah dada, dan teruntuhkanlah semua dinding-dinding udara. Kau yang menghardik dan menggeleparkan mimpi hingga gentar menjumpai mata"

 

"Kau harus segera menggerayangiku, mengucup-ngucup putik tertinggi daratan tubuhku, menghujam dengan hujaman paling dalam, tepat di dasar klitoris pulsar palungku.

 

Kau harus berulang-ulang seperti lilitan-lilitan nada piano itu. Melonggar, mengencang, meninggi, memelan, sampai aku di lautan lagu itu, benar-benar tertelan.

 

Harus kau sembur aku dengan cairanmu, atau aku benar-benar terbakar di atas tungku perapian, dan sebuah tubuh yang perawan, tak akan pernah ada lagi yang kembali menyusup ke muara dadamu.

 

Kau harus segera melemaskan sendi-sendi tulang belakangku, di dua puluh enam tahun yang tereram. Tertanam"

Rawamangun, Selasa malam, 15072008

 

blalang_kupukupu

http://asharjunandar.wordpress.com

Short Time in Heaven

__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: