19 Juli 2008

[ac-i] Batik Jombang tidak diurusi pemerintah Jombang

 
   Radar Mojokerto
[ Jum'at, 18 Juli 2008 ]
Pembatik Jatipelem Gigit Jari
JOMBANG - Semangat mem-booming-kan batik Jombangan yang direncanakan untuk mengembangkan potensi pembatik lokal, ternyata hanya isapan jempol. Sebab, hingga saat ini, pembatik khas Jombangan yang berada di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek ini justru tidak mendapat order. Bahkan, penawaran yang dilakukan sejumlah pembatik ini langsung ditolak.

''Dikatakan kecewa ya bagaimana. Dulu kita diikutkan pelatihan untuk pengembangan potensi lokal, sekarang sudah ada, malah tidak dipakai sama sekali,'' keluh Bu Maniati, salah seorang pembatik lokal. Kekecewaan itu semakin mendalam, setelah seluruh sekolah, khususnya jenjang pendidikan menengah di Jombang menggunakan batik Jombangan sebagai seragam.

Bukan itu saja, upaya melengkapi motif dengan aneka variasi yang pernah dianjurkan bupati pun pernah dilakukan secara maksimal dengan sejumlah karyawannya. Namun, setelah berbagai upaya dilakukan dan hasil motif Jombangan variasi itu ditunjukkan, ternyata order seragam batik yang diberikan kepada RT/RT dan perangkat desa justru diberikan kepada pengusaha lain.

Sehingga, seragam yang disebut batik Jombangan itu bukan asli hasil karya warga Jatipelem, melainkan hasil olahan printing pabrik tekstil. ''Saya tahunya setelah ada warga Tembelang yang mau membeli batik serupa untuk tambahan jahitan yang kurang, ternyata kita tidak diberdayakan,'' keluhnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Lilik, pembatik lokal lainnya yang menganggap, batik Jatipelem ini kurang diminati warga Jombang sendiri. Sehingga, hasil karya pembatik lokal ini justru diminati warga luar daerah, dan hanya dijadikan cenderamata bagi tamu yang berkunjung ke Jombang.

''Tahun ini order menurun drastis. Sebelumnya ada 5 sekolah yang memesan, sekarang hanya 3 sekolah. Itu pun batik untuk seragam TK,'' ungkapnya. (bin/yr)

 

__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: