31 Mei 2008

Re: [ac-i] jurnal sairara: kepada saudara taufiq ismail [3]

Salam, Pak. Suratnya kuikuti dan enak sekali. Sayang saat saya kesana, aku agak demam. Padahal kawanku yang lagi studi di sana (Suryo) sudah bilang tentang ada "Restoran Indonesia" di sana.

Jurnal Sairara itu, ada versi online-nya ya? Atau versi cetaknya beredar pula di Jakarta?

Salam.

Hudan

--- On Sat, 5/31/08, sangumang kusni <meldiwa@yahoo.com.sg> wrote:
From: sangumang kusni <meldiwa@yahoo.com.sg>
Subject: [ac-i] jurnal sairara: kepada saudara taufiq ismail [3]
To: "artculture indonesia" <artculture-indonesia@yahoogroups.com>, "mediacare" <mediacare@cbn.net.id>
Date: Saturday, May 31, 2008, 4:13 AM



Jurnal Sairara: Kepada Saudara Taufiq Ismail 3. MENCOCOKKAN DATA Faktor penting untuk mencari dan mendapatkan kebenaran dari kenyataan adalah keniscayaan mendapatkan data-data yang akurat, check-recheck akan data-data itu menjadi penting. Kiranya mendapatkan kebenearan dari kenyataan sulit diperoleh jika kita berangkat berangkat dari data rekaan. Sama sulitnya jika kita bertolak dari dermaga apriorisme dan mutlak-mutlakan sehingga menempatkan pencarian di rumah tahanan. Mutlak-mmutlakan akan menutup toleransi. Mencocokkan data agar bisa jadi milik bersama dalam melihat suatu masalah, kukira tidak ada bau-baunya dengan menghujat dan dendam, mencari menang sendiri. Data adalah dasar membuat tafsiran dan evaluasi. Lalu bagaimana akuratisasi
data Taufiq Ismail? Untuk ini aku ambil alinea pertama artikel pertama dari "respons" beliau yang mengatakan: "Pada hari bulan 9 Juni 2000, di aula Fakultas Sastra Universitas Indonesia diadakan diskusi bertajuk Marxisme-Leninisme dalam Perspektif Budaya. Untuk kedua kalinya sesudah 38 tahun (pertama kali ialah dalam Musyawarah Federasi Teater se-Indonesia, Desember 1962 di Yogyakarta) wakil dari dua kelompok seniman-budayawan yang berseteru di masa Demokrasi Terpimpin bertemu
di dalam sebuah forum terbuka". Akuratkah data ini? Jauh sebelum tahun 1962, oleh Konferensi Daerah Lembaga
Sastra [Lestra] Lekra Jawa Tengah, aku sudah dipilih sebagai orang pertama Lestra Jawa Tengah. Sebagai orang pertama, aku merasa niscaya mengikuti semua kegiatan sastra-seni yang berlangsung di propinsi ini, termasuk di daerah Daerah Istimewa Yoygakarta, di mana aku menjadi orang pertama Lekra Kota Yogyakarta. Dengan mengikuti langsung semua kegiatan sastra-seni di propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kota Yogyakarta, sebagai ibukota DI Yogyakarta, aku ingin memiliki data-data akurat, lalu berbicara serta mengavaluasi keadaan atas dasar data-data tersebut. Tidak berdasarkan rekaan. Berdasarkan sikap ini, sekali pun tanpa undangan resmi, maka aku bersama penyair dan dramawan Timbul Darminto, esais Z.Afif alm. asal Aceh[meninggal di Swedia], penyair Putu Oka, hadir di dalam Musyawarah Teater Seluruh Indonesia [MTSI] dan bukannya "Musyawarah Federasi Teater se-Indonesia" seperti yang dikatakan oleh Taufiq
Ismail. Ya memang tujuan penyelenggaraa MTSI yang berlangsung di pendopo Akademi Seni Drama dan Filem Indonesia [ASDRAFI], Ngasem ini, antara berharap membentuk suatu federasi teater se Indonesia. Sedangkan tema yang diangkat pun sama sekali bukan seperti yang dikatakan oleh Taufiq Ismail adalah "Marxisme-Leninisme dalam Perspektif Budaya". Jika memperhatikan pembicaraan- pembicaraan dalam MTSI di Nagsem ini, maka masalah yang sangat menonjol dibicarakan adalah soal Manipol dalam kaitannya dengan teater, sastra
dan seni. Dan sama sekali tidak menyentuh soal "Marxisme-Leninisme Dalam Perspektif Budaya" seperti yang dikatakan oleh Saudara Taufiq Ismail. Aku tidak tahu apakah Saudara Taufiq Ismail hadir langsung dalam Musyawarah yang tidak bisa dikatakan berhasil karena tidak bisa mengambil jalan keluar dari perbedaaan pandangan yang jelas antara kelompok Manipolis dan yang tidak setuju dengan Manipol. Kelompok Manipolis ini, terutama diwakili didominasi oleh pekerja teater dari Jawa Timur yang bukan orang-orang Lekra. Rustandi Kartamihardja KH, dalam Musyawarah ini berpihak ke kelompok Manipolis yang didominasi oleh wakil-wakil Jawa Timur. Dari Lekra Jawa Tengah hanya kami berempatlah yang hadir dan sama sekali tidak merupakan kekuatan dominan dibandingkan dengan jumlah yang serta dalam MTSI. Tidak berapa lama setelah MTSI berlangsung maka muncullah yang kemudian dikenal dengan Manifes Kebudayaan disusul oleh Koferensi Karyawan Pengarang Seluruh
Indonesia di Jakarta , yang kemudian oleh Harian Bintang Timur, Jakarta [kalau tidak salah menyatakan diri berafiliasi dengan Partindo], disingkat menjadi KKPSI -- yang dilihat dari sikon pada tahun 60an, sebuah singkatan yang bersifat politis. Agaknya pada tahun 60an, campur tangan partai-partai politik , termasuk Angkatan Darat dalam dunia sastra-seni sangat intens. Sastrawan-seniman diperebutkan oleh kekuatan-kekuatan politik tanpa kecuali, hingga muncul lembaga kebudayaan ini dan itu sehingga tidak sedikit sastrawan-seniman yang menjadi partisan kekuatan politik tertentu. Barangkali keadaan ini disebabkan karena partai-partai dan kekuatan politik non partai politik, pada waktu itu menyadari posisi dan pengaruh sastrawan-seniman. Adalah benar bahwa Marxisme tanpa Leninisme pada tahun2 64-65 disarankan untuk diajar di Universitas- universitas. Benar juga bahwa dalam kerangka mata pelajaran civic di SMP-SMA, Manipol diajarkan.
Sebagai pengajar mata pelajaran civic di salah sebuah SMP dan SMA di Yogayakarta, sesuai dengan petunjuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada waktu itu, aku pun turut mengajarkan Manipol. Tapi apakah Manipol sama dengan Marxisme? Sebatas pengetahuan dan bacaanku, aku tidak pernah mengetahui dan membaca bahwa ada pimpinan PKI yang mengatakan bahwa Manipol adalah identik dengan program dan konsep PKI. Manipol adalah konsep atau gagasan Soekarno. Lalu soal Marxisme, apakah salahnya mengenal Marxisme secara sebenarnya? Di Perancis, Marxisme diajarkan sebagai salah satu aliran sosiologie yang tak terabaikan. Mengajarkan Marxisme di Perancis, tidak serta-merta sejajar dengan maksud menjadikan para pelajar
menjadi Marxis, tapi lebih bertujuan untuk mengenal apa bagaimana sesungguhnya Marxisme itu, sehingga para pelajar tidak memahami Marxisme berdasarkan ilmu kuping. Jika ia menerima atau tidak menerimanya maka penerimaan dan penolakan itu adalah berdasarkan pemahaman". Jika informasi yang kudapatkan benar dikatakan bahwa bahkan peserta SESKOAD di Bandung pun mempelajari Marxisme. Aku lalu membayangkan, ooo, betapa menyenangkan dan akan menambah pengetahuan pendengar, termasuk diriku, jika berlangsung suatu diskusi sehat, tenang tanpa emosi mengenai Marxisme. Apalagi jika aku melihat apa yang terdapat di Perancis atau Eropa Barat secara lebih luas, sebagai contoh, akhirnya Marxisme dan Marxisme itu ada macam-macam. Pergulatan pikiran yang ditunjukkan oleh Internasionale II saja barangkali bisa memperlihatkan bahwa Marxisme dan Marxisme itu tidak tunggal. Aku selamanya tertarik mencoba memahami alur pikiran siapa pun,
dari mana pun datangnya. Karena itu, tema diskusi bertajuk Marxisme-Leninisme dalam Perspektif Budaya seperti yang dituturkan oleh Saudara Taufiq Ismail, jika dibahas dengan tenang barangkali akan memberikan banyak manfaat. Paling tidak merupakan ayunan langkah untuk penyadaran. Inikah yang terjadi? Tentu Taufiq lebih tahu. Dan kukira akan sangat
berharga dan masih relevan jika Saudara Taufiq Ismail bersedia membuat ikhtisar diskusi tersebut untuk dipelajari bersama. Apa yang kuajukan di atas terhadap alinea pertama "respons" bagian pertama Saudara Taufiq Ismail hanyalah acuan bandingan guna mencocokkan data sebagai bagian dari metode berpikir: mencari kebenaran dari kenyataan.
Selanjutnya dalam kerangka mencocokkan data ini pula, aku memasuki alinea kedua "respons" bagian pertama Saudara Taufiq Ismail yang berbunyi sebagai berikut: "Untuk pertama kalinya Asrul Sani dan saya akan berhadapan dengan Pramoedya Ananta Toer dan (penyair Lekra) Putu Oka Sukanta. Dua hari sebelumnya tiba-tiba Asrul Sani sakit dan Putu Oka berhalangan. Asrul digantikan (dosen sosiologi) Imam Prasodjo dan Putu Oka digantikan (sastrawan) Martin Aleida. Rocky Gerung, mahasiswa kekiri-kirian yang jadi moderator sejak awal sudah terasa selalu berusaha memojokkan saya. Dia tidak berhasil". Sebagai data, apakah data yang tertera di alinea ini akurat? Sebelum memasuki alinea kedua ini, masih kurasakan
perlunya menggarisbawahi uluran tangan dan pikiran rekonsiliasi Saudara Taufiq Ismail dengan kembali mengatakan tanpa bosan bahwa dua tangan telah saling terulur tapi sudahkah jari-jari dua tangan terulur itu secara hakiki sudah bersentuhan dan berjabatan dalam artian hakiki rekonsialiasi nalar? Untuk mengejawantahkan harapan dan mimpi ini sekali lagi dan lagi-lagi, barangkali memang diperlukan sikap dan usaha untuk tetap :"Courage, un petit peu encore des efforts" [Ayo, berusahalah lebih keras sedikit lagi]."Courage, un petit peu encore des efforts" [Ayo, berusahalah lebih keras sedikit lagi] untuk menjungkirbalikkan keadaan guna mewujudkan rekonsialisi yang republiken dan berkindonesiaan. Adakah kita punya keberanian begini? Rekonsiliasi agaknya mengandung juga faktor keberanian berobah dan mengobah secara nalar. **** Paris, Mei 2008 ------------ --------- - JJ. Kusni, pekerja biasa pada Koperasi
Restoran Indonesia di Paris. [Bersambung .....]

Search. browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel











------------------------------------

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:artculture-indonesia-digest@yahoogroups.com
mailto:artculture-indonesia-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
artculture-indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Sphere: Related Content

[ac-i] info

Salam kenal

Persembahan World Music

" The Phantom Of The Traditional  Opera"

3 Juli 2008, Pkl 20.00 wib sd Selesai

Graha Bhakti Budaya , Taman Ismail Marzuki

 

Sebuah pagelaran anak bangsa yang mengkolaborasikan instrument tradisional

Indonesia dan mancanegra ( Talempong, Sitar India,Erhu, Kecapi, Saluang dan sebagainya ).

Mahagenta memberi wacana baru bagi pendengarnya  bahwa alat musik tradisional Indonesia mampu memainkan karya opera yang megah dan fenomenal itu , seperti apa jadinya ? . kami tunggu kehadiranya..

Salam Budaya…

 


__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

[ac-i] jurnal sairara: kepada saudara taufiq ismail [3]

Jurnal Sairara:
 
 
Kepada Saudara Taufiq Ismail 
 
 
3.
 
 
MENCOCOKKAN DATA
 
 
Faktor penting untuk mencari dan mendapatkan kebenaran dari kenyataan adalah keniscayaan mendapatkan data-data yang akurat, check-recheck akan data-data itu menjadi penting. Kiranya mendapatkan kebenearan dari kenyataan sulit diperoleh jika kita berangkat  berangkat dari data rekaan. Sama sulitnya jika kita bertolak dari dermaga apriorisme dan mutlak-mutlakan sehingga  menempatkan pencarian di rumah tahanan. Mutlak-mmutlakan akan menutup toleransi. Mencocokkan data agar bisa jadi milik bersama dalam melihat suatu masalah, kukira tidak ada bau-baunya dengan  menghujat dan dendam, mencari menang sendiri. Data adalah dasar membuat tafsiran dan evaluasi.
 
 
Lalu bagaimana akuratisasi data Taufiq Ismail? Untuk ini aku ambil alinea pertama artikel pertama dari "respons" beliau yang mengatakan:
 
 
"Pada hari bulan 9 Juni 2000, di aula Fakultas Sastra Universitas Indonesia diadakan diskusi bertajuk Marxisme-Leninisme dalam Perspektif Budaya. Untuk kedua kalinya sesudah 38 tahun (pertama kali ialah dalam Musyawarah Federasi Teater se-Indonesia, Desember 1962 di Yogyakarta) wakil dari dua kelompok seniman-budayawan yang berseteru di masa Demokrasi Terpimpin bertemu di dalam sebuah forum terbuka".
 
 
Akuratkah data ini?
 
 
Jauh sebelum tahun 1962, oleh Konferensi Daerah Lembaga Sastra [Lestra] Lekra Jawa Tengah, aku sudah dipilih sebagai orang pertama Lestra Jawa Tengah.  Sebagai orang pertama, aku merasa niscaya mengikuti semua kegiatan sastra-seni yang berlangsung di propinsi ini, termasuk di daerah Daerah Istimewa Yoygakarta, di mana aku menjadi orang pertama Lekra Kota Yogyakarta. Dengan mengikuti langsung semua kegiatan sastra-seni di propinsi  Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta serta  Kota Yogyakarta, sebagai ibukota DI Yogyakarta, aku ingin memiliki data-data akurat, lalu berbicara serta mengavaluasi keadaan atas dasar data-data tersebut. Tidak berdasarkan rekaan. Berdasarkan sikap ini, sekali pun tanpa undangan resmi,  maka aku bersama penyair dan dramawan Timbul Darminto, esais Z.Afif alm. asal Aceh[meninggal di Swedia],  penyair Putu Oka,  hadir  di dalam Musyawarah Teater Seluruh Indonesia [MTSI] dan bukannya "Musyawarah Federasi Teater se-Indonesia" seperti yang dikatakan oleh Taufiq Ismail. Ya memang tujuan penyelenggaraa MTSI yang berlangsung di pendopo Akademi Seni Drama dan Filem Indonesia [ASDRAFI], Ngasem ini, antara berharap membentuk suatu federasi teater se Indonesia.  Sedangkan tema yang diangkat pun sama sekali bukan seperti yang dikatakan oleh Taufiq Ismail adalah "Marxisme-Leninisme dalam Perspektif Budaya".
 
 
Jika memperhatikan  pembicaraan-pembicaraan dalam MTSI di Nagsem ini, maka masalah yang sangat menonjol dibicarakan adalah soal  Manipol dalam kaitannya dengan teater, sastra dan seni. Dan sama sekali tidak menyentuh soal "Marxisme-Leninisme Dalam Perspektif Budaya" seperti yang dikatakan oleh Saudara Taufiq Ismail. Aku tidak tahu apakah Saudara Taufiq Ismail hadir langsung dalam Musyawarah yang tidak bisa dikatakan berhasil karena tidak bisa mengambil jalan keluar dari perbedaaan pandangan yang jelas antara kelompok Manipolis dan yang tidak setuju dengan  Manipol. Kelompok Manipolis ini, terutama diwakili  didominasi oleh pekerja teater  dari Jawa Timur yang bukan orang-orang Lekra. Rustandi Kartamihardja KH, dalam Musyawarah ini berpihak ke kelompok Manipolis yang didominasi oleh wakil-wakil Jawa Timur. Dari Lekra Jawa Tengah hanya kami berempatlah yang hadir dan sama sekali tidak merupakan kekuatan dominan dibandingkan dengan jumlah yang serta dalam MTSI.
 
 
Tidak berapa lama setelah MTSI berlangsung  maka muncullah yang kemudian dikenal dengan Manifes Kebudayaan disusul oleh Koferensi  Karyawan  Pengarang Seluruh Indonesia di Jakarta , yang  kemudian oleh Harian Bintang Timur, Jakarta [kalau tidak salah menyatakan diri berafiliasi dengan Partindo],   disingkat menjadi  KKPSI -- yang dilihat dari sikon pada tahun 60an,  sebuah singkatan yang bersifat politis. 
 
 
Agaknya pada tahun 60an, campur tangan partai-partai politik , termasuk Angkatan Darat dalam dunia sastra-seni sangat intens. Sastrawan-seniman diperebutkan oleh kekuatan-kekuatan politik tanpa kecuali, hingga muncul lembaga kebudayaan ini dan itu sehingga tidak sedikit sastrawan-seniman yang menjadi partisan kekuatan politik tertentu. Barangkali keadaan ini disebabkan karena partai-partai dan kekuatan politik non partai politik, pada waktu itu menyadari posisi dan pengaruh sastrawan-seniman. 
 
 
Adalah benar bahwa Marxisme tanpa Leninisme pada tahun2 64-65 disarankan untuk diajar di Universitas-universitas. Benar juga bahwa dalam kerangka mata pelajaran civic di SMP-SMA,  Manipol diajarkan. Sebagai pengajar mata pelajaran civic di salah sebuah SMP dan SMA di Yogayakarta, sesuai dengan petunjuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada waktu itu, aku pun turut mengajarkan Manipol.
 
 
Tapi apakah Manipol sama dengan Marxisme? Sebatas pengetahuan dan bacaanku, aku tidak pernah mengetahui dan membaca bahwa ada pimpinan PKI yang mengatakan bahwa Manipol adalah identik dengan program dan konsep PKI. Manipol adalah konsep atau gagasan Soekarno. 
 
Lalu soal Marxisme, apakah salahnya mengenal Marxisme secara sebenarnya? Di Perancis, Marxisme diajarkan sebagai salah satu aliran sosiologie yang tak terabaikan. Mengajarkan Marxisme di Perancis, tidak serta-merta sejajar dengan maksud menjadikan para pelajar menjadi Marxis, tapi lebih bertujuan untuk mengenal apa bagaimana sesungguhnya Marxisme itu, sehingga para pelajar tidak memahami  Marxisme berdasarkan ilmu kuping. Jika ia menerima atau tidak menerimanya maka penerimaan dan penolakan itu adalah  berdasarkan pemahaman". Jika informasi yang kudapatkan benar dikatakan bahwa  bahkan peserta SESKOAD di Bandung pun mempelajari Marxisme. Aku lalu membayangkan, ooo,  betapa menyenangkan dan akan menambah pengetahuan pendengar, termasuk diriku, jika berlangsung suatu  diskusi sehat, tenang tanpa emosi  mengenai Marxisme. Apalagi jika aku melihat apa yang terdapat di Perancis atau Eropa Barat secara lebih luas, sebagai contoh, akhirnya Marxisme dan Marxisme itu ada macam-macam. Pergulatan pikiran yang ditunjukkan oleh Internasionale II  saja barangkali bisa memperlihatkan bahwa Marxisme dan Marxisme itu tidak tunggal.  Aku selamanya tertarik mencoba memahami alur pikiran siapa pun, dari mana pun datangnya.
 
 
Karena itu, tema diskusi bertajuk Marxisme-Leninisme dalam Perspektif Budaya  seperti yang dituturkan oleh Saudara Taufiq Ismail, jika dibahas dengan tenang barangkali akan memberikan banyak manfaat. Paling tidak merupakan ayunan langkah untuk penyadaran. Inikah yang terjadi?  Tentu Taufiq lebih tahu. Dan kukira akan sangat berharga  dan masih relevan jika Saudara Taufiq Ismail bersedia membuat ikhtisar diskusi tersebut untuk dipelajari bersama.  
 
 
Apa yang kuajukan di atas terhadap alinea pertama "respons" bagian pertama Saudara Taufiq Ismail hanyalah acuan bandingan guna mencocokkan data sebagai bagian dari metode berpikir: mencari kebenaran dari kenyataan.   
 
 
Selanjutnya dalam kerangka mencocokkan data ini pula, aku memasuki alinea kedua "respons" bagian pertama Saudara Taufiq Ismail  yang berbunyi sebagai berikut:
 
 
"Untuk pertama kalinya Asrul Sani dan saya akan berhadapan dengan Pramoedya Ananta Toer dan (penyair Lekra) Putu Oka Sukanta.  Dua hari sebelumnya tiba-tiba Asrul Sani sakit  dan Putu Oka berhalangan. Asrul digantikan (dosen sosiologi) Imam Prasodjo dan Putu Oka digantikan (sastrawan) Martin Aleida. Rocky Gerung, mahasiswa kekiri-kirian yang jadi moderator sejak awal sudah terasa selalu berusaha memojokkan saya. Dia tidak berhasil".
 
 
Sebagai data, apakah data yang tertera di alinea ini akurat?
 
 
Sebelum memasuki alinea kedua ini, masih kurasakan perlunya menggarisbawahi uluran tangan dan pikiran rekonsiliasi Saudara Taufiq Ismail dengan kembali mengatakan tanpa bosan bahwa dua tangan telah saling terulur tapi sudahkah jari-jari dua tangan terulur itu secara hakiki sudah bersentuhan dan berjabatan dalam artian hakiki rekonsialiasi nalar? Untuk mengejawantahkan harapan dan mimpi ini sekali lagi dan lagi-lagi, barangkali  memang diperlukan  sikap dan usaha untuk tetap :"Courage,  un petit peu encore des efforts" [Ayo, berusahalah lebih keras sedikit lagi]."Courage,  un petit peu encore des efforts" [Ayo, berusahalah lebih keras sedikit lagi] untuk menjungkirbalikkan keadaan guna mewujudkan rekonsialisi yang republiken dan berkindonesiaan. Adakah kita punya keberanian begini? Rekonsiliasi agaknya mengandung juga faktor keberanian berobah dan mengobah secara nalar. ****
 
 
Paris, Mei 2008
----------------------
JJ. Kusni, pekerja biasa pada Koperasi Restoran Indonesia di Paris.
 
 
[Bersambung .....]


Search. browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel

__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

[ac-i] Nagarakrtagama aslinya Desawarnana

JAKARTA, KOMPAS - Filolog Prof Dr Stuart Robson dari  Monash University mengungkapkan, Nagarakrtagama, bukan Negarakertagama,  yang mendapat pengakuan sebagai Memory of the World dan sertifikatnya diterima Kepala Perpustakaan Nasional RI Dady P Rachmananta dari UNESCO, Senin
(26/5), bukan judul/nama asli yang diberikan Mpu
Prapanca. Nama asli yang diberikan Mpu Prapanca adalah Desawarnana.
 
"Mpu Prapanca memakai nama asli Desawarnana yang berarti deskripsi daerah-daerah karena isi teks bagian yang penting dari karya itu memuat tentang hal itu. Meski demikian, sejarawan di Indonesia dan di
luar negeri telanjur mengenal karya sastra agung sebagai Negarakertagama, " kata Stuart Robson pada acara talk
show di Perpustakaan Nasional, Senin.
 
Robson yang 40 tahun lebih meneliti teks-teks Jawa Kuno menjelaskan, Nagarakrtagama adalah karya luar biasa yang tidak ada bandingannya. Bahkan, boleh disebut unik dalam khazanah sastra Jawa Kuno, baik
bahasa maupun isinya.
Bahasa Jawa Kuno yang ada pada Nagarakrtagama sulit dipahami oleh
penutur bahasa Jawa sekarang karena ia bukan bahasa Kawi
yang terdapat dalam karya klasik Jawa, seperti karangan Ranggawarsita pada abad ke-19. Bahasa Jawa Kuno yang dituturkan Mpu Prapanca lebih tua lagi.
 
Robson yang menguasai bahasa Jawa Kuno itu juga mengungkapkan, Nagarakrtagama yang dibagi atas 94 pupuh (canto), ditambah empat lagi yang tidak ada kaitannya, diselesaikan pada 30 September 1365. Ternyata Nagarakrtagama bukan satu-satunya karangan Prapanca. "Masih ada karya lain, yaitu Sakabda, Lambang, Parwasagara, Bhismasarana, dan Sugataparwa, dengan catatan bahwa Lambang dan Sakabda
digarap kembali, ditambahi dan belum selesai," paparnya. (NAL)
 
 
__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

[ac-i] Hari Lingkungan Hidup @ PPLH Seloliman, Trawas, Mojokerto

Seloliman, 27 Mei 2008
 
Nomor             : HR-WY/Eks/115/V/08
Perihal              : Undangan
 
 
Kepada Yth
Bapak/Ibu/Sdr/i
………………………..
………………………..
………………………..
Di tempat
 
 
Dengan Hormat,
 
Dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman mengemas dalam kegiatan Geprak Bambu (Gelar Program dan Aksi Bambu ). Kegiatan ini sebagai upaya pelestarian lingkungan, khusunya tanaman bambu dan berbagai manfaat terhadap konservasi alam, serta kearifan budaya bambu dalam tata nilai kehidupan sosial.
 
Sehubungan dengan hal tersebut PPLH Seloliman bermaksud mengundang  Bapak/Ibu/Sdr (i) untuk menghadiri acara Geprak Bambu dalam rangka peringatan Hari Lingkungan yang akan diselenggarakan pada:
 
Hari                  : Rabu-Kamis
Tanggal            : 4-5 Juni 2008
Waktu              : Pukul 09.00 WIB s/d selesai
Tempat : Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman
Acara               : a. Sarasehan dengan tema "Manfaat bambu dalam pelestarian lingkungan
     dan kearifan budaya lokal"
  b. Pertujukan seni budaya yang mengangkat nilai bambu.
  c. Aksi penanaman bambu dan selamatan lingkungan.
 
Demikian undangan yang dapat kami sampaikan, besar harapan kami Bapak/Ibu/Sdr/i dapat hadir dalam kegiatan tersebut.Atas perhatian dan partisipasinya kami haturkan banyak terima kasih.
 
 
 
Hormat kami,
Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup
(PPLH) Seloliman
 
 
 
 
Harmi Fepri Hendarti
Koordinator Kegiatan
HP 081 334 92 02 34
 
Torm of  Referendum (TOR)
 
GEPRAK BAMBU DALAM PEKAN LINGKUNGAN 2008
 
Gelar Progam dan Aksi Bambu Dalam Rangka Memperingati Hari Lingkungan
Pusat Pendidikan Lingkumgan Hidup
PPLH Seloliman Trawas Mojokerto Jawa Timur
 
"Keteledoran terhadap lingkungan di masa lalu bukanlah sesuatu yang patut di ulang"
 
 
I. Latar Belakang
Efek pemanasan global (Global Warming) dan perubahan iklim (Climate cange) terhadap kondisi lingkunga saat ini semakin memprihatinkan. Upaya menjaga kelestarian alam dan lingkungan akan mempercepat pemulihan keseimbangan alam, beserta ekosistem yang ada di dalamnya. Selain penanaman pohon, tanaman bambu dapat menjadi pilihan yang cermat, mengingat manfaatnya dalam konservasi alam maupun di kehidupan sosial masyarakat.
Penanaman bambu dengan tujuan konservasi alam sangat efektif untuk reboisasi wilayah hutan terbuka, akibat penebangan dan pembukaan lahan karena pertumbuhan rumpun yang sangat cepat serta mampu memperbaiki sumber tangkapan air. Di kehidupan masyarakat, Bambu banyak digunakan di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari meliputi kebutuhan pangan (rebung), konstruksi, kebutuhan rumah tangga dan kerajinan, serta kebutuhan adat istiadat (upacara adat Hindu,Budha,Suku Jawa, dll.).
Bambu merupakan produk hutan non kayu yang telah dikenal bahkan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat umum. Pertumbuhannya ada di sekeliling kehidupan masyarakat. Bambu termasuk tanaman Bamboidae anggta sub familia rumput yang memiliki keanekaragaman jenis sekitar 1250-1500 jenis, dan 154 jenis ada di Indonesia (Wijaya et al,2004)
Berdasarkan data dari EBF (Envirnmental Bamboo Foundation) Bambu sebagai bahan bangunan di masa depan,sebab dalam waktu 3 tahun 1/3 rumpun bias di panen dan memiliki sifat ½ tanaman keras. Dalam beberapa minggu, tunas baru akan tumbuh tanpa penanaman ulang,dan tidak mengakibetkan tanah longsor atau hilangnya penyerapan karbon. Studi menunjukkan bahwa 1ha tanaman bamboo mampu menyerap 12 ton CO2 (Karbondiaksida) dari udara,serta bonus sifat-sifat bambu yang unggul dalam konservasi air yakni mempu mnyerap air hujan hingga 90%.
Uraian di atas dapat menjelaskan menfaat dan pentingnya bambu bagi keberlangsungan kehidupan sosial, budaya dan penyelamatan ligkungan. Bersama masyarkat, budayawan, seniman, dan pecinta lingkungan, serta dinas terkait, PPLH berharap mampu memberi sumbangan kecil sebagai percikan semangat bagi tiap lapisan masyarakat untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan tanaman bambu serta melestarikan lingkungan.
 
 
II. Tujuan
1.      Menumbuhkan minat masyarakat untuk menanam bamboo sebagai aksi                               konservasi, serta peningkatan perekonomian masyarakat atau petani.
2.      Menyelamatkan plasma nuftah keanekaragaman jenis bambu yang ada di Indonesia.
3.      Pemenuhan bahan (Bambu) untuk keberlangsungan seni dan budaya, terkait dengan penggunaan bambu dalam upacara adapt istiadat dan kearifan lokal.
4.      Menyumbangkan sebentuk upaya untuk pemulihan lingkungan dari efek pemanasan global dan climate cange.
5.      Pemersatu masyarakat berdasar rumpun bambu.
 
III. Hasil yang di harapkan
1.      Adanya pengakuan masyarakat terhadap bamboo sebagai sarana kearifan tradisional yang mengandung nilai luhur di kehidupan sosial.
2.      Adanya pembelajaran tentang manfaat bambu bagi lingkungan dan budaya
3.      Adanya komitmen bersama untuk pelestarian dan pengembangan tanaman bambu
 
 
IV. Nama Kegiatan
Kegiatan di kemas dalam pecan lingkungan, dan di dalamnya terdapat suatu bentuk progam yang mengangkat nilai bambu yang di beri nama "Geprak Bambu"
Adapun kegiatannya meliputi:
  • Berkarya seni Green art,progam sehari untuk pelajar
  • Sarasehan"Manfaat bambu bagi lingkungan dan kearifan budaya lokal"
  • Pertnjukan Seni Budaya
  • Aksi bersama (penanaman bambu)
  • Tumpengan sebagai bentuk selamatan bagi lingkungan
 
VI. Target Sasaran
  • Seniman / pelaku budaya
  • Pecinta seni
  • Akademisi
  • Petani dan masyarakat Umum
  • Dinas kehutanan
  • Dinas pariwisata
  • Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan
 
VII. Waktu dan Tempat
  1. Eksplorasi Seni oleh Mahasiswa Penciptaan,Program Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia, ISI Surakarta
Hari/Tgl : Minggu s/d Selasa, 1-3 Juni 2008
Tempat  : Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup,PPLH seloliman Trawas Mojokerto,Jawa Timur
  1. Progam sehari "Berkarya seni Green Art" untuk pelajar tingkat SMP/SMU/SMK
Hari/Tgl :Selasa, 3 Juni 2008
            Tempat  : Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup
  1. Geprak Bambu: Sarasehan dan pertunjukan seni Budaya
·        Sarasehan "Manfaat Bambu bagi lingkungan dan  Kearifan Budaya Lokal"
Hari/Tgl : Rabu,4 Juni 2008
Waktu    :08.00-13.30 WIB
Tempat  :Ruang seminar Pusat pendidikan Lingkungan Hidup.
·        Pertunjukan Seni Budaya
Hari/Tgl:Rabu, 4 Juni 2008
Waktu    :15.00-12.00 WIB
Tempat  :Pusat Pendidikan Lingkugan Hidup
  1. Aksi Bersama Penanaman Bambu dan tumpenganselamatan lingkungan
Hari/Tgl :Kamis,5 Juni 2008
Waktu    :08.00-20,00
Tempat   :Bantaran sungai dekat lokasi PPLH Seloliman Trawas Mojokerto
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
VIII. Jadwal Kegiatan Geprak Bambu
Tanggal
Waktu (WIB)
Kegiatan
Tempat
4 Juni 2008
 
 
 
Sarasehan
07.00-08.00
Registrasi peserta
Pendopo PPLH Seloliman
 
08.00-09.00
Welcome Drink
Restoran PPLH Seloliman
 
09.00-09.30
Pembukaan oleh Direktur Eksekutif PPLH Seloliman dan Ketua Panitia
Ruang Seminar PPLH Seloliman
 
09.30-10.00
Sesi 1:Filosofi Bambu oleh Wahyudi,Seniman dan Pemerhati Budaya (TV Angkasa Mojokerto)
Sda,(sama dengan atas)
 
10.00-10.30
 
 
 
Sesi 2: Bambu dan Seni Budaya oleh Prof.Dr.Waridi,M.Hum
(Direktur Pasca Sarjana ISI Surakarta)
Sda.
 
10.30-11.15
Sesi 3: Bambu dan Konservasi Lingkungan oleh R. Pramiga Aditia (Bambu Aji Foundation,Padepokan Bumi Pakarti Aji Pacet Mojokerto)
Sda.
 
11.15-12.30
Diskusi Panel dan tanya jawab
Sda.
 
12.30-13.00
Komitmen bersama terhadap gerakan bambu
Sda.
 
13.00-14.00
Makan Siang
Restoran PPLH Seloliman
 
14.00-15.30
Break
 
Pertunjukan Seni Budaya
15.15-17.00
Pertunjukan Seni budaya: musik dan tari serta psrtunjukan seni tradisional.
        20 Mahasiswa Pencipta / S-2 ISI Surakarta
        Sanggar Alang-alang Surabaya
        Hery Biola
        Tcucuk (siter)
        Segenap seniman lokal
Ruang Luar PPLH Seloliman
 
17.00-18.00
Break
 
 
18.00-1900
Makan Malam
Restoran PPLH Seloliman
 
19.00-21.00
Pertunjukan Seni Budaya(lanjutan)
Ruang Luar PPLH Seloliman
5 Juni 2008
 
 
 
 
06.30-08.00
Aksi Penanaman/pembibitan Bambu,dengan pengantar budidayanya
Bantaran sungai dekat lokasi PPLH Seloliman
 
08.00-09.00
Tumpengan, Selamatan untuk lingkungan
 
 
 
 
 

__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

[ac-i] George J. Aditjondro Buka Pameran FREEDOM

UNDANGAN:
 
Pembukaan pameran FREEDOM
(Mon Decor Painting Festival 2008).
 
Malam ini, Sabtu 31 Mei 2008, pukul 19.00 WIB,
di Taman Budaya Yogyakarta,
Jl. Sriwedani 1 Gondomanan,
Yogyakarta.
 
Dibuka oleh
DR. George Junus Aditjondro
(peneliti, sosiolog, alumnus Cornell University).
 
Acara dipandu oleh
Dibyo "Primus" (pria mushola) dan Gareng Rakasiwi,
pantomim oleh Broto,
plus Dexter Band,
dan The Vagabond Band.
 
Datanglah, dan salam Freedom!
 
__._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content