25 April 2008

[ac-i] Pentas Ludruk Karya Budaya Mojokerto 1 Mei 2008

Dengan hormat,
 
Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Ludruk Karya Budaya Mojokerto bekerja sama dengan Dewan Kesenian Kota Mojokerto dan Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, akan mengadakan pentas pada
 
Hari         : Kamis
Tanggal   : 1 Mei 2008
Pukul       : 21.00-23.00 wib, lakon : Raden Said
                  23.00-01.00 wib, lakon : Branjang Kawat
Tempat    : Sekretariat Dewan Kesenian Kota Mojokerto
                  Jl. Gajah Mada 149 Kota Mojokerto
 
Terbuka untuk umum dan gratis.
Terima kasih.
 
 
Informasi:
H. Drs Eko Edy Susanto,Msi
(Cak Edy Karya)
Pimpinan Ludruk Karya Budaya
Dusun Sukodono RT 02 RW 01 Desa Canggu Kecamatan Jetis
Kabupaten Mojokerto 61310
Jawa Timur
INDONESIA
Telp 0321- 362847
HP 081 231 89 347
Email:cakedikarya@yahoo.com, cakedikarya@gmail.com
http://ludrukkaryabudaya.multiply.com
 
 
Sinopsis:
Lakon Raden Said
Tidak semua perbuatan jelek mempunyai tujuan tidak baik, seperti yang dilakukan oleh Raden Said (diperankan Mujiadi Zakaria), terkadang melakukan rampok, mbegal untuk disumbangkan pada orang yang tidak mampu, termasuk mencuri harta orang tuanya hasil dari memeras masyarakat. Sifat tersebut membuat Sunan Bonang (diperankan Budi Kentut) tertarik dan mengangkat Raden Said sebagai muridnya dan selanjutnya diangkat menjadi anggota Wali Songo dengan bergelar Sunan Kali Jogo.
Tari Remo : Sukis
Lawak        : Liwon, Trubus, Supali, Togel
 
Lakon Branjang Kawat
Ulah Subakri (diperankan Mujiadi Zakaria) yang dibantu kakaknya Markasan (dipaerankan Muzet) dengan tipu muslihat membujuk Marpu'ah (diperankan Ririn) yang kebetulan suaminya di penjara agar mau dijadikan istri Subakri. Bahkan setelah kedoknya terbuka dia malah nekat membunuh suami Marpu'ah (Branjang Kawat, diperankan Sukis). Kenekatan tersebut membuahkan hasil (ngunduh wohing pakarti) R Jurang Penatas (anak Branjang Kawat, diperankan Agus) tidak terima dan menuntut kematian bapaknya.
Tari Remo     : Yanti, Nanik
Lawak            : Slamet, Trubus, Supali, Kentut
 
 
 
Profil Ludruk Karya Budaya Mojokerto
 
Dengan maraknya ludruk yang diprakarsai oleh TNI dan Polri, tahun 1967 membuat para tokoh masyarakat di Desa Canggu Kecamatan Jetis Mojokerto tergerak hatinya untuk mendirikan organisasi ludruk. Di desa Canggu secara turun temurun sejak jaman penjajahan Belanda selalu berdiri grup ludruk. Maka diamanatkan pada Cak Bantu yang kebetulan anggota Polsek Jetis untuk mendirikan grup ludruk. Tepatnya tanggal 29 Mei 1969 berdirilah ludruk yang diberi nama Karya Budaya dipimpin oleh Cak Bantu dengan binaan Polsek Jetis.

Menjelang pemilu 1971, ludruk Karya Budaya ditanggap Partai Golkar sebagai hiburan kampanye Golkar selama satu bulan berpindah dari desa ke desa. Hal tersebut sangat dimanfaatkan Cak Bantu mempromosikan ludruk Karya Budaya. Dengan keberhasilan pada setiap pementasan membuat ludruk Karya Budaya dikenal masyarakat.

Tahun 1993 Cak Bantu Karya wafat, dan secara aklamasi seluruh anggota memilih putra sulung Cak Bantu Karya memimpin ludruk Karya Budaya yakni Drs Eko Edy Susanto, Msi (lebih akrab dipanggil Cak Edi Karya, ludruk Karya Budaya mengalami perkembangan yang bertambah pesat. Merayakan ulang tahun ke-30 pada tanggal 29 Mei 1999, ludruk Karya Budaya resmi menjadi Yayasan Kesenian dengan SK Notaris No.06 melalui akte Notaris Grace Yeanette Pohan, SH.



Informasi:
H. Drs Eko Edy Susanto,Msi
(Cak Edy Karya)
Pimpinan Ludruk Karya Budaya
Dusun Sukodono RT 02 RW 01 Desa Canggu Kecamatan Jetis
Kabupaten Mojokerto 61310
Jawa Timur
INDONESIA
Telp 0321- 362847
HP 081 231 89 347
Email:cakedikarya@yahoo.com, cakedikarya@gmail.com
http://ludrukkaryabudaya.multiply.com


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. __._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: