21 April 2008

[ac-i] Pembacaan dan Pembahasan Surat-Surat RA Kartini di TUK

http://utankayu.org/in/index.cfm?action=detail&cat=event&id=140
Senin, 21 April 2008, 20:00 WIB
KARTINI DAN EROPA Pembaca: Niniek L. Karim Pembahas: Laksmi Pamuntjak, Mariana Amiruddin Moderator: Nong Darol Mahmada.
Peninggalan paling berharga dari R.A. Kartini tentulah surat-suratnya yang kini termasyhur. Melalui surat-surat itu kita mengetahui Kartini: tokoh epik sekaligus tragik. Di situ pula Kartini memperlihatkan sosok dirinya: seorang perempuan bumiputera yang anggun, cerdas, punya cita-cita pengabdian yang tinggi, namun terjepit di tengah nasib buruk rakyatnya yang ia cintai dan nilai-nilai kemajuan Eropa yang sangat ia kagumi tapi menjajah negerinya. Di masa hidupnya, Kartini mengenal Eropa melalui setidaknya tiga cara: pertama, amatannya secara langsung terhadap orang-orang Eropa yang dikenalnya; kedua kesadarannya saat menyaksikan interaksi orang Eropa dan Pribumi; dan ketiga, bacaannya terhadap literatur Eropa. Kartini belum pernah pergi ke Eropa—kepergian yang sebenarnya sangat ia harapkan—namun surat-surat Kartini tersiar luas di sana setelah wafatnya. Surat-surat itu pula tafsir Kartini terhadap dirinya dan bagaimana ia memahami dan merespon Eropa. Termuat juga pasang-surutnya kesan-kesan Kartini tentang Eropa karena kuatnya gravitasi antara nasib di negerinya dan harapan dari Eropa. Sejauh manakah Eropa membentuk kesadaran Kartini? Bagaimana Eropa hadir dalam jatidiri Kartini yang terus bergerak dan kadang ambivalen? Dan bagaimana pula Eropa terbentuk oleh harapan dan amatan Kartini? Hadiri diskusinya dengan Laksmi Pamuntjak, dan Mariana Amiruddin yang juga akan diawali pembacaan beberapa surat Kartini oleh Niniek L. Karim. Moderator: Nong Darol Mahmada


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. __._,_.___

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sphere: Related Content

0 komentar: