09 Januari 2008

Hanya Laku Dua Lukisan

MOJOKERTO - Minat warga Kota Mojokerto untuk mengoleksi lukisan sepertinya masih sangat rendah. Ini terlihat dari minimnya transaksi dalam pameran lukisan Guyub Bareng yang digelar Dewan Kesenian Kota Mojokerto (DKM) yang berakhir Jumat (4/1) lalu.

Selama delapan hari penyelenggaraan pameran di sekretariat DKM tersebut hanya dua lukisan yang terjual. Padahal selama pameran setidaknya terdapat 90 lukisan yang dipamerkan. "Minat warga Mojokerto sepertinya memang baru sebatas apresiasi, belum sampai koleksi," kata Priyok, salah seorang panitia yang juga Pengurus Biro Seni Rupa DKM, kemarin.

Selama pameran digelar jumlah pengunjung sebenarnya lumayan banyak, mencapai ratusan orang. "Minimal dalam sehari masih ada 20 pengunjung lebih," katanya. Namun diantara mereka masih sangat sedikit yang memiliki jiwa koleksi. "Tetapi ini sudah bagus, khususnya untuk daerah yang baru ditempati pameran lukisan," bebernya.

Apalagi bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, transaksi kali ini juga mengalami peningkatan. "Selama tiga kali penyelenggaraan pameran dari tahun ke tahun minat warga semakin meningkat," ujarnya.

Priyok menambahkan, bahwa pada tahun pertama penyelenggaraan pameran tidak terjadi satupun transaksi. Pengunjung juga masih terbatas.

Tahun kedua pengunjung sudah mulai meningkat. Dan terdapat satu transaksi. "Saat itu Wali Kota Abdul Gani membeli lukisan foto diri," kenangnya.

Dan pada tahun ini selain pengunjung meningkat transaksi juga berambah. Dua lukisan yang terjual masing-masing goresan bersama perupa Kabupaten dan Kota bertema menapak di tahun 2008 yang dikoleksi pencetusnya sendiri, Anis Sutomo. Lukisan itu sendiri laku senilai Rp 750 ribu. Selain itu, juga lukisan natural bertema pelabuhan karya Shokif Husein yang dibeli kolektor Erwin asal Surabaya senilai Rp 2 juta.

Harga dua lukisan yang laku tersebut tergolong rendah. Karena di atasnya masih banyak lukisan yang harganya lebih tinggi. Mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 10 juta. Mulai lukisan ekspersionis karya Jono bertema Body Perempuan yang dibandrol Rp 4 juta. Hingga lukisan surealis karya Samijan bertema Panca Indra (bibir) yang dibandrol Rp 10 juta. "Lukisan surealis dan ekrpresionis memang cenderung lebih mahal karena pengerjaanya lebih sulit dibanding lukisan natural," bebernya.

Meski batas waktu sudah habis, rencananya panitia tidak akan langsung menutup pameran. "Melihat tingginya animo masyarakat khususnya untuk apresiasi Kita berniat memajang semua karya lebih lama," ungkapnya.

Bahkan dalam waktu dekat, DKM juga akan membuka galeri lukisan. Untuk mengakomodir minat kolektor yang ingin membeli lukisan dengan harga kurang dari Rp 1 juta. (jif)

Harian Radar Mojokerto - Minggu, 06 Jan 2008

Sphere: Related Content

Tidak ada komentar: